barcelona spain ramadan april 28 2021
Buka puasa bersama di Gereja Katolik Santa Anna Barcelona

Hormati Bulan Ramadhan, Gereja Katolik di Barcelona Gelar Buka Puasa Bersama Tiap Sore

Barcelona – Pelaksanaan Ramadhan tahun ini kembali harus berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Berbagai pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat pun diberlakukan di seluruh dunia untuk mencegah penyebaran virus Corona. Alhasil umat Islam pun harus beribadah dengan pembatasan dan tradisi-tradisi Ramadhan yang menghadirkan banyak orang tidak digelar.

Di Barcelona, sebuah gereja menggelar buka puasa bersama setiap sore di salah satu ruangannya untuk menghormati umat Islam yang sedang berpuasa. Hal itu dilakukan karena banyak umat Islam yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan berbuka dengan baik, akibat pembatasan Covid-19.

Pihak gereja mengatakan, kegiatan itu adalah upaya untuk memperkuat toleransi agar suasana Ramadhan tetap ramai dan khidmat. Karena itu gereja Katolik Santa Anna tersebut menawarkan salah satu ruangan terbukanya untuk Muslim agar dapat berbuka bersama dan menjalankan ibadah dengan tenang.

Dilansir di Ahlulbayt News Agency via laman ihram.co.id, Selasa (3/5), sekitar 50 hingga 60 Muslim setiap malam berduyung-duyun mengisi ruangan di Gereja Santa Anna. Mereka yang kebanyakan tuna wisma ini menyantap hidangan rumahan yang telah disiapkan oleh para relawan.

“Kita semua sama. Jika Anda Katolik atau dari agama lain dan saya Muslim, tidak apa-apa,” kata salah satu Muslim yang menghadiri buka bersama, Hafid Oubrahim.

Pria berusia 27 tahun dan keturunan Berber Maroko ini menyebut setiap manusia adalah saudara. Sudah selayaknya masing-masing pihak saling membantu.

Selama bulan Ramadhan, umat Islam tidak makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam. Berbuka puasa hanya dilakukan setelah matahari terbenam dengan,  makanan yang dikenal sebagai Iftar.

Presiden Asosiasi Catalan untuk Wanita Maroko, Faouzia Chati, terbiasa mengatur pertemuan buka puasa di kota. Tetapi dengan adanya pembatasan, mereka berupaya mencari ruang alternatif dengan ventilasi yang baik dan ruang untuk menjaga jarak.

Baca Juga:  Sukses Gaet Maroko, AS Kembali Bidik Negara Muslim Lainnya Normalisasi Dengan Israel

Dia lantas menemukan bantuan dari Pastor Peio Sanchez, rektor Santa Anna. Sang pastor melihat pertemuan berbagai agama sebagai lambang koeksistensi sipil.

“Orang-orang sangat senang umat Islam bisa berbuka puasa di gereja Katolik, karena agama berfungsi untuk mempersatukan dan bukan memisahkan,” kata Chati.

Selama kegiatan ini, Pastor Sanchez kerap memandangi seorang pria yang melantunkan adzan di bawah pohon jeruk di halaman tengah gereja.

“Meski dengan budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, agama yang berbeda, kami lebih mampu untuk duduk dan berbicara bersama daripada beberapa politisi,” kata pastor ini.

Bagikan Artikel

About redaksi