Husnul Khatimah: Impian Terindah Di Akhir Hayat

Selaku umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia ini tidak ada lagi yang diharapkan selain dari keridhoan Allah swt Ketika ridho Allah digapai tidak akan ada lagi hijab dan batas penghalang antara kita dengan Nya untuk memperoleh kenikmatan dari Nya baik itu kenikmatan duniawi maupun ukhrawi Namun tentunya manusia adalah makhluk yang tidak mungkin lepas dari khilaf salah dan dosa Bahkan penulis disini merasa dosa salah serta khilaf sebesar gunung yang tinggi dan sebanyak taburan butir pasir di lautan Mungkin pembaca pun mempunyai pengakuan yang sama dengan penulis akan dosa salah dan khilafnya yang besar Ketika kita mempunyai pengakuan yang sama seperti itu pasti kita semua mempunyai rasa dan harapan yang sama yaitu mendapat rahmat ampunan dan husnul khatimah di akhir hayat Harapan itulah yang pastinya kita impikan untuk didapatkan ketika kita memiliki pengakuan rasa hina kotor dan penuh dosa di hadapan Nya Lebih utama ketika ketika kita memiliki pengakuan tambahan akan kekurangan kebaikan dalam ibadah dan jauh dari kesempurnaan misalnya tentulah pengharapan kita kepada Nya akan bertambah pula Harapan itu manusiawi adanya bahkan dikatakan baik karena ketika kita berharap berarti kita tidak pernah berputus asa dari rahmat Nya meskipun rasanya kita tidak pantas mendapatkan Nya namun kita juga tidak mungkin sanggup menerima kebencian Nya Oleh karena itu jangan pernah kita berhenti mengharapkan rahmat dari Nya agar kita senantiasa berusaha serta berdo a Ridho dan rahmat yang paling besar yang dikejar oleh seluruh umat Islam di dunia ini adalah mati dalam keadaan Iman dan Islam Husnul Khatimah Baca juga Cara Mudah Menjawab Pertanyaan Malaikat di Alam KuburItulah harapan setiap insan yang tentunya sangat didambakan karena itu yang pasti membawa keselamatan pada diri kita di alam akhir yang kekal Sebaliknya seandainya ada seorang manusia yang masa hidupnya dihabiskan untuk beribadah membuat kebaikan sehingga tidak ada waktu semenit pun untuk bermaksiat kepada Allah SWT tetapi di akhir hembusan nafasnya lepas dari keimanan dan keislamanya Su ul Khatimah sudah dapat dipastikan merugi akhirmya Istiqomah Kunci Husnul Khatimah Lantas bagaimana upaya yang dapat dilakukan agar bisa mencapai husnul khatimah dan memperoleh kenikmatan baik dunia ataupun akhirat Allah SWT berfirman dalam Q s Al jin ayat 16 Yang artinya Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu agama Islam benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar rezeki yang banyak Q s Al jinn 16 Di antara makna yang terkandung dalam ayat ini antara lain 4 255 1 2 3 Artinya Dan makna dari ayat ini adalah jika mereka beristiqomah dalam mengamalkan thoriqot Islam yaitu mengamalkan perintah perintah Allah dan menjauhi larangan larangan Allah maka 1 Pastilah Allah akan menurunkan air yang berlimpah dari langit 2 Pastilah Allah akan melapangkan rezeqi kepada mereka dan meluaskan kepada mereka di dunia yang merupakan tambahan dari kenikmatan akhirat yang lebih 3 Pastilah Allah akan memenuhkan hati mereka dengan rahasia rahasia ma rifat dan mahabbah yang diserupakan dengan air maka istiqomah adalah sebab yang menghasilkan rizqi dohir dan batin Melihat keterangan di atas dapat kita tarik simpulan bahwa sesungguhnya balasan bagi orang yang beristiqomah adalah berupa kebaikan dan kenikmatan di dunia serta diakhirat Tidak ada lagi kenikmatan yang akan diperoleh di akhirat kecuali surga Nya dan itu merupakan kenikmatan yang haq serta abadi Seorang hamba yang mendapat rezeqi masuk surga tiada lain adalah orang yang mati dalam keadaan husnul khotimah Hikmah lain dari balasan untuk orang yang istiqomah adalah nikmat yang sangat besar dan teramat tinggi semisal diberikanya rahasia hati kema rifatan dan mahabbah yang tidak akan ada orang tua manapun guru manapun bahkan wali manapun yang dapat memberi itu semua kepada hati manusia Kondisi itu pada hakikatnya adalah mutlak urusan Allah dzat pemutar balik hati Muqollib Al qulub Allah berfirman dalam Q s Al kahfi 17 Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Nya maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya Dalam ayat ini jelas sudah hanya Allah lah pemberi hidayah kepada hambanya Sumber Bacaan Ahmad bin Muhamad As Showi Hasiyah As Showi Ala Tafsir Al Jalalain Jilid 4 Beirut Libanon Darul Fikr t th Penulis Moh Rifqi S a Penulis Pengurus MATAN Kab Bandung

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Kasus Anak Meninggal karena Diruqyah, Sudahkan Kita Menerapkan Pola Asuh Rahmatan Lil Alamin?

About Islam Kaffah

Check Also

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …

reuni 212

Membaca Reuni 212 : Panggung Menguji Soliditas dan Kuantitas

Berawal dari sejumlah aksi menuntut penistaan agama yang dilakukan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki …