Inilah Dua Penyakit Hati yang Merusak Pahala Ibadah

0
311
penyakit hati

Sesungguhnya yang merusak pahala ibadah bukan sekedar kita meninggalkan syarat dan rukunnya, tetapi yang sangat perlu dihindari penyakit hati dalam diri. Salah satu penyakit hati yang sangat mematikan dan merusak pahala ibadah dan amal baik adalah sikap riya’.

Orang terlihat rajin ibadah hanya karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain. itulah sifat riya’ yang dapat menghapus pahala ibadah seseorang. Ibadahnya sah secara syar’i dan menggugurkan kewajiban seseorang, tetapi diterima atau tidaknya belum bisa dipastikan. Itulah bahaya sifat riya’ terhadap ibadah kita.

Selain riya’ ternyata ada satu lagi penyakit yang tanpa disadari bisa menggerogoti keikhlasan amal. Itulah sifat ujub. Berbeda dengan riya’, ujub adalah suatu perasaan yang mengagumi diri sendiri dengan kehebatan dan kemulian yang dilakukan dan dimiliki. Mungkin saja kita sudah mengantisipasi tidak riya’, namun bisa jadi kita mudah terserang rasa ujub.

Seseorang sering membaca qur’an di tengah malam tanpa sepengatahuan orang lain. Ia berusaha menyembunyikan dan tidak menceritakan agar terhindar sifat riya’. Namun, ternyata dalam hatinya tumbuh perasaan kagum, takjub dan bangga dengan dirinya sendiri.

Perasaan takjub dan terpesona terhadap diri sendiri dengan amal ibadah yang dilakukan sudah masuk dalam perangkap ujub. Sekalipun ia tidak riya’, tetapi sejatinya ia telah jatuh dalam sifat lain bernama ujub. Ujub merupakan penyakit hati yang tentu saja lebih berbahaya dari sekedar riya’.

Kenapa perasaan ujub sangat dilarang dalam Islam. Sifat ujub pada dasarnya memang tidak merugikan orang lain. Ia hanya merasa bangga dengan apa yang dimiliki baik ibadah, ilmu, harta dan ketampanan fisik. Namun, ujub pada sisi lain dapat menimbulkan perasan merendahkan orang lain.

Baca Juga:  Do’a Untuk Perlindungan Anak

Pada akhirnya, sifat ujub mampu menimbulkan kesombongan diri dengan menafikan anugerah dari Allah. Seseorang merasa apa yang didapatkan adalah bagian dari usahanya bukan dari Allah.

Karena itulah, Nabi Muhammad SAW Bersabda :”Apabila seseorang sedang berjalan dengan memakai baju yang bagus dan rambut yang disisir rapi menyebabkan dia merasa kagum dengan pakaian dan dandanan rambutnya, Allah tenggelamkan dia ke dalam bumi dan dia terus ditenggelamkan sampai hari kiamat (HR Bukhari & Muslim).

Rasa kagum terhadap diri sendiri merupakan salah satu penyakit yang dapat merusak pahala ibadah. Imam Nawawi dalam Syarah Arbain mengatakan “Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barang siapa ujub dengan amalnya sendiri, akan terhapus amalnya.

Cara Menyembuhkan Penyakit Hati dalam Ibadah

Lalu, bagaimana seseorang untuk menghindari sifat ujub ini? Pertama, tentu saja adalah niat. Pentingnya niat untuk memulai segala sesuatu menjadi panduan. Niat akan menentukan dan menjaga keikhlasan ibadah seseorang.

Ulama fikih sebenarnya menempatkan niat sebagai salah satu rukun, bukan sekedar pembeda antar ibadah satu dengan lainnya. Namun, niat adalah penjaga ibadah agar tidak ada kepentingan lain dalam ibadah kecuali mengharap ridho Allah.

Karena itulah: dalam niat ibadah selalu diakhir fardhan lillahi ta’ala. Kalimat ini sebenarnya kalimat pembersih hati. Kalimat yang ingin menegaskan bahwa amal ibadah kita hanya tertuju pada satu harapan untuk mengharap ridho Allah.

Kedua, selalu bersyukur. Syukur bukan sekedar mengucapkan kata, tetapi penegasan diri atas anugerah Allah kepada dirinya. Dengan bersyukur seseorang menyadari apa yang dimiliki dan didapatkan adalah semata dari Allah.

Sifat sombong bermula dari kekaguman diri. Merasa hebat karena yang didapatkan adalah hasil dari usahanya. Bersyukur adalah mengembalikan kesadaran bahwa apapun usaha kita itu tidak lepas dari anugerah Allah. Bukan semata usaha manusia.

Baca Juga:  Takut Diganggu Syetan, Ini Do'anya

Ketiga, selalu berdzikir. Berdzikir adalah cara menghindari segala sesuatu selain Allah. Dizkir juga bermanfaat untuk membersihkan hati dari berbagai penyakit seperti riya’, ujub, iri dan dengki.

Selalu mengingat Allah melalui untaian dzikir adalah obat mujarab dalam menghilangkan berbagai penyakit hati, tidak hanya riya’ dan ujub semata. Semoga Allah menghilangkan penyakit riya’ dan ujub dalam diri dan hati kita. Amin

Tinggalkan Balasan