kriteria miskin
kriteria miskin

Hati-hati, Pahala Puasamu Terhalang karena Tanpa Zakat Fitrah

Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat ramai memeperbincangkan soal zakat fitrah, mulai dari bentuk barangnya, ukurannya, waktunya, do’anya, hingga akibat bila tak zakat fitrah.

Sejak awal zakat fitrah diproyeksikan sebagai thuhratan li al-Shaim (mampu membersihkan kerak puasa orang yang berpuasa) itu artinya, banyak orang orang yang berpuasa masih terancam puasa  ‘rejected’ (ditolak). Dengan kata lain, mereka hanya merasakan haus dan lapar tanpa ganjarannya.

Zakat fitrah mampu menyelamatkan seseorang dari petaka puasa seperti itu. Dan bisa disimpulkan, tanpa zakat fitrah puasa Ramadhan akan terkatung katung nasibnya. Antara diterima (be accepted) dan ditolak (rejected). Apa benar demikian?

Sabda Nabi:

شهر رمضان معلق بين السماء والأرض ، ولا يرفع إلى الله إلا بزكاة الفطر

Artinya : Sesungguhnya (puasa) di bulan Ramadhan, masih terkatung katung antara langit dan bumi, tidak akan pernah diangkat (diterima) kecuali dengan zakat fitrah. HR: Jalaluddin al-Suyuthi: 4905

Ibn al-Jawzi menyatakan hadits ini tidak sah, lantaran di dalamnya ada Muhammad Bin Ubaid al-Basry yang tidak diketahui. Sumber lain menyatakan, hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Hafsh dalam Fadhaail Ramadhaan dan dinyatakan “Hadits Gharib namun sanadnya bagus. Al-Munaawi berkata “Hadits ini hadits dha’if

Menurut Syaikh Zakariya al-Anshari, secara dhahir pengertiannya adalah tidak mendapatkan pahala puasanya yang agung bila tidak dikeluarkan zakat fitrahnya bagi orang yang mampu mengeluarkannya. Hasyiyah al-Jamal ala al-Minhaaj, 4/228.

Menurut Syaikh Muhammad Syatha al-Dimyathi, terkatung katung itu adalah kinayah (kalimat sindiran) terhadap ditangguhkannya kesempurnaan pahala puasa seseorang hingga dikeluarkan zakat fitrahnya, berarti masih didapatkannya pahala puasa meski tanpa zakat fitrah. I’anah at-Tholibin 2/167.

Syaikh al-Munawi juga memiliki pandangan yang sama dengan keterangan sebelumnya. Menurutnya, terkatung katung, artinya puasa Ramadhan masih dalam masa penangguhan hingga zakat fitrah dikeluarkan. al-Taysir Bi Syarh al-Jami’ al-Shaghir I/650.

Baca Juga:  Zakat Fitrah (3) : Hukum Memindahkan Zakat ke Tempat Lain

Diskripsi ini, makin mengukuhkan bahwa misi  dan tujuan puasa adalah keshalihan sosial, bukan keshalihan religious. Puasa hendak membentuk sebuah pribadi yang peduli lingkungan sosial. Mampu merasakan derita kaum du’afa’. Atau dengan Bahasa lain, puasa bertujuan untuk memberantas eksploitasi manusia dan penghambaan diri kepada materi.

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

shaf shalat

Viral Imam Serukan Wajib Rapatkan Shaf Shalat, Bagaimana Hukum Sebenarnya?

Semenjak Covid-19 dinyatakan menjadi wabah layaknya tha’un, ada pemandangan yang tak sewajarnya terlihat di beberapa …

waktu kurban

Hari Tasyrik, Perbedaan Ulama tentang Waktu Kurban

Idul Adha memiliki dua sebutan popular, Idul Hajji (hari Raya Haji) dan Idul Qurban (Lebaran …