ilustrasi masjid rusak
ilustrasi masjid rusak

Intimidasi Perusakan Masjid dan Sinagog di Portland Justru Perkuat Soliditas Warga

PORTLAND – Intimidasi serta tindakan persekusi seringkali dirasakan oleh muslim Amerika Serikat (AS). Seperti yang terjadi pada awal bulan seorang pria menyalakan api di luar masjid di Portland, Amerika Serikat, masyarakat setempat yang mengetahui kejadian kemudian bersatu untuk melindungi tempat ibadah umat muslim dari gangguan dan tindakan ekstrem.

“Ini adalah situasi yang menarik karena banyak orang mengenalnya tetapi tidak tahu dia akan terus melakukan kejahatan ini,” kata Ketua Dewan di Dewan Hubungan Amerika-Islam-Oregon, Zakir Khan, dilansir dari The New Arab dan republika.co.id Rabu (11/5/2022).

“Lebih dari setahun yang lalu, dia mulai dipengaruhi oleh propaganda sayap kanan. Ini adalah kisah radikalisasi diri,” tambah Khan, yang dia yakini kejahatan memuncak baru-baru ini.

Pada 3 Mei, pelaku bernama Michael Bivins mencoba membakar Pusat Komunitas Muslim Portland, yang berfungsi sebagai masjid dan tempat berkumpulnya komunitas.

Untungnya, bagi jamaah, yang sebagian berada di dalam gedung pada saat itu, dinding luarnya dicat dengan bahan tahan api.

Sebelum kejadian ini juga, dua sinagog di area yang sama dirusak pada akhir April dan awal Mei. Bivins bahkan mengancam umat beragama langsung di televisi, bahwa dia akan melakukan lebih banyak tindakan serupa.

“Insiden semacam ini adalah pengingat terus-menerus bahwa kita harus selalu waspada dalam melindungi komunitas kita,” kata Khan, mencatat bahwa setelah insiden serupa di masa lalu, penduduk setempat menjaga tetangga mereka saat berdoa di masjid.

“Selama Ramadhan, pada malam hari, warga menjaga masjid ketika orang-orang sedang sholat. Insiden seperti itu, tambahnya, membawa trauma dan trauma perwakilan, “katanya.

Meskipun dia tersentuh oleh komunitas lokalnya yang bersatu unyuk menjaga, dia berharap insiden seperti itu akan segera berlalu. “Saya pikir, ketika Trump kalah dalam pemilihan, insiden ini akan hilang,” katanya.

“Ini benar-benar menunjukkan bahwa kita perlu berinvestasi dalam keragaman, kesetaraan, dan inklusi. Alih-alih belajar bagaimana membenci, orang dapat belajar bagaimana mencintai,” tambahnya.

Vandalisme di sinagoga terjadi tepat setelah Yom Hashoah, Hari Peringatan Holocaust, dan kebakaran masjid terjadi tepat setelah Idul Fitri, menandai akhir Ramadhan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Najib Azca

Muktamar Internasional Fikih Peradaban Bahas Kedudukan Piagam PBB di Mata Syariat Islam

Jakarta- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Muktamar Internasional Fikih Peradaban di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Muhammad Irfan Danyal bin Mohamad Nor remaja Singapura rencanakan aksi teror dan dirikan Kekhalifahan Islam

Terinspirasi Zakir Naik dan Video ISIS, Remaja Singapura Rencanakan Aksi Teror dan Diriikan Kekhalifahan Islam

Singapura – Propaganda terorisme di media digital terbukti ampuh menyasar generasi muda. Ratusan bahkan ribuan …

escortescort