Islam Menolak Pluralisme Agama?

Keanekaragaman pluralitas dalam Islam adalah sunnatullah hukum Tuhan yang memang dikehendaki oleh Nya Pada Q S 13 misalnya ditegaskan bahwa Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu Ayat di atas menyiratkan hal penting dalam kaitannya dengan pluralitas yang bisa ditingkatkan menjadi paham pluralisme agama dalam Islam Wikipedia menjelaskan pluralisme agama adalah sebuah konsep yang mempunyai makna yang luas berkaitan dengan penerimaan terhadap agama agama yang berbeda dan dipergunakan dalam cara yang berlain lainan pula Pertama penciptaan laki laki dan perempuan multi bangsa dan etnis sudah cukup untuk sekadar menunjukkan kalau Tuhan menghendaki adanya keragaman itu sendiri Rupanya Tuhan tidak menghendaki satu warna jenis kelamin etnis dan bangsa pada manusia sebab dengan keragaman itulah banyak hikmah yang bisa berguna untuk makhluknya salah satunya sebagaimana disebutkan ayat tersebut yaitu agar kamu saling mengenal Baca juga Merawat Nilai Kemanusiaan dan KebersamaanKedua secara eksplisit ayat itu menyerukan pada keumuman umat manusia tidak semata mata secara khusus untuk umat Islam dibuktikan dengan kata Hai manusia ya ayyuha al nas Karena menunjukkan pada keumuman ini berpengaruh pada kalimat selanjutnya Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu Dalil pluralisme agamaJadi bagi setiap manusia tidak peduli agama yang dianut hanya ketakwaannyalah yang dapat menjadikan ia mulia di sisi Allah Ketakwaan yang dimaksud tidak selalu identik dengan Islam Ketakwaan erat kaitannya dengan keimanan seseorang dan iman itu dijelaskan dalam ayat lain di al Qur an Sesungguhnya orang orang Mukmin orang orang Yahudi orang orang Nasrani dan orang orang Sabi in siapa saja yang benar benar beriman kepada Allah dan hari akhir dan beramal shaleh mereka akan mendapatkan pahala dari Tuhan mereka mereka tidak perlu khawatir dan bersedih Q S al Baqarah 62 Penggalan Q S al Baqarah 62 itu secara tegas mengisyaratkan adanya pluralisme agama walaupun memang terjadi perbedaan interpretasi terhadap ayat itu sehingga di internal Islam pun memicu kontroversi yang luar biasa hebat Bagi mereka yang menolak pluralisme agama dengan bersandarkan pada ayat itu biasanya berargumen bahwa pertama Q S al Baqarah 62 telah dibatalkan dalam disiplin ilmu al Qur an ulum al Qur an biasa disebut mansukh oleh ayat lain yaitu Q S Ali Imron 85 Kedua Q S al Baqarah 62 hanya mengacu pada umat Yahudi Nasrani dan Sabi in sebelum Nabi Muhammad Saw Ketiga Tuhan dalam ayat itu hanya menunjuk pada Allah Tuhannya umat Islam Kosa kata islam dalam Q S Ali Imron 85 menurut Jalaludin Rahmat 2006 bahwa tidak menunjuk pada Islam sebagai agama formal yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw tetapi mengacu kepada islam dalam pengertian umum yakni sikap pasrah kepada Tuhan yang merupakan misi segenap risalah langit Beragama sesungguhnya implementasi dari kepatuhan dan ketundukan setiap hamba kepada apa yang dalam ilmu sosiologi disebut Yang Sakral yang tak lain adalah Tuhan itu sendiri Dalam sebuah ayat lain dinyatakan Ketika Tuhannya berfirman kepadanya Tunduk dan patuhlah Ibrahim menjawab Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam Q S al Baqarah 131 Argumen utama pluralisme agama dalam al Qur an didasarkan pada hubungan antara keimanan yang pribadi dan proyeksi publiknya dalam masyarakat Islam Berkenaan dengan keimanan pribadi itu al Qur an bersikap non intervensionis misalnya segala bentuk otoritas manusia tidak boleh mengganggu keyakinan batin individu Sedangkan dengan proyeksi publik keimanan sikap al Qur an didasarkan pada prinsip koeksistensi yaitu kesediaan dari umat dominan untuk memberikan kebebasan bagi umat beragama lain dengan aturan mereka sendiri Aturan itu bisa berbentuk cara menjalankan urusan mereka dan untuk hidup berdampingan dengan kaum muslim Sachedina 2001 Meskipun tidak seiman Islam sangat menghargai agama lain Bagimu agamamu bagiku agamaku kata Q S al Kafirun 6 Memeluk agama apapun yang diyakini kebenarannya merupakan hak bagi setiap individu termasuk dalam memeluk Islam Q S al Baqarah 256 Itulah sebabnya jikalau ada di antara seseorang yang berperilaku eksklusif menutup diri bahwa agamanya paling benar dan menganggap agama lain salah sehingga seolah berkewajiban mengajak apalagi dengan cara memaksa agar memeluk agama Islam sesungguhnya ia telah melanggar hukum Allah Ali Usman Aktivis sosial pengurus Lakpesdam DIY

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Moderasi sebagai Model Alternatif Menerapkan Islam Kaffah

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …