Ustadz Shamsi Ali
Ustadz Shamsi Ali

Washington DC – Imam Besar Masjid New York yang juga direktur Jamaica Muslim Center di New York, Ustadz Shamsi Ali mengungkapkan, sebenarnya islam itu sudah ada di Amerika sebelum Columbus menemukan Negeri Paman Sam tersebut.

“Banyak persepsi yang mengatakan bahwa Islam itu baru di Amerika. Itu bagian dari upaya untuk melemahkan!” kata Shamsi Ali saat menjadi pembicara diskusi virtual mengenai Islam di Negeri Paman Sam yang digelar dalam rangka HUT ke-244 Amerika Serikat, 4 Juli lalu.

Menurut Shamsi, Islam, dicitrakan sebagai pendatang supaya Muslim tidak merasa memiliki negara ini. Padahal, Islam sudah hadir di bumi Amerika jauh sebelum kedatangan sang penjelajah Christopher Columbus.

Shamsi Ali menunjuk catatan sejarah dalam bahasa Arab di gunung-gunung di Denver, Colorado. Ia juga memaparkan Muslim datang dari Spanyol dan China, berinteraksi dengan orang asli Amerika, sebelum kedatangan orang-orang kulit hitam, yang separuhnya Muslim dan dijadikan budak, dari Afrika.

Dalam perkembangannya, imigran Muslim datang dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa timur. Di New York, terdapat hampir 1 juta Muslim dengan hampir 300 masjid. Tetapi, Shamsi Ali menyayangkan mereka bermental rumah.

“Salah satu di antaranya adalah merasa bahwa terlibat dalam kehidupan publik adalah ancaman kepada pemerintah. Di Amerika terbalik. Untuk kita bisa aman, untuk mendapatkan hak kita, maka kita harus terlibat dalam kehidupan publik,” ungkap Shamsi Ali dikutip dari laman VOA.

Dalam kiprahnya, ia menyampaikan bahwa Islam tidaklah identik dengan Arab. Lalu terkait isu belakangan ini, Islam adalah obat mengatasi penyakit rasisme karena Islam adalah agama bagi semua warna kulit.

“Maka, kita tidak pernah membenci orang karena warna kulitnya. Kita membenci orang karena perilaku rasisnya, dan kami berjuang bersama orang (kulit) hitam, membela mereka, untuk mengatakan: yang kita lawan adalah rasisme. Bukan orang (kulit) putih,” kata Shamsi Ali

Ia menambahkan, di Amerika yang banyak masuk Islam belakangan ini adalah orang muda, pintar, profesional, dan hampir 70 persen adalah wanita. Islam juga mencatat sejarah setelah Ilhan Omar, Muslimah pertama berjilbab di DPR, memaksa Kongres mengubah aturan mengenai penutup kepala dalam sidang.

Shamsi Ali menambahkan, di New York, sejak enam tahun lalu Idul Fitri dan Idul Adha adalah hari libur. Makanan halal juga sudah masuk ke sekolah-sekolah negeri dan sedang diperjuangkan disediakan di penjara-penjara. Ini perjuangan yang terus-menerus.