shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
shalat sunnah

Jangan Sepelekan Shalat Sunnah Empat Rakaat Sebelum Dhuhur, Ini Rahasianya

Dalam fikih ada beberapa istilah yang dipakai untuk shalat sunnah. Pertama, shalat sunnah muakkad (waktunya ditentukan), seperti dhuha, witir, Ied dan rawatib. Kedua, shalat sunnah dzu sababin mutagaddimin (karena terjadi suatu peristiwa), seperti shalat sunnah istisqa’, shalat gerhana dan lain-lain. Ketiga, shalat sunnah dzu sababin mutaakhkhirin (karena mengingkan sesuatu), seperti shalat istikharah, shalat Taubah dan lain-lain. Dan keempat, shalat sunnah mutlaq (tidak terikat waktu maupun tempat).

Seluruh shalat sunnah tersebut memiliki keutamaan, karenanya sangat dianjurkan. Disini hanya akan menjelaskan salah satu shalat sunnah yang masuk dalam kategori sunnah rawatib (shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib), yaitu shalat sunnah empat rakaat sebelum shalat dhuhur. Perlu diketahui, shalat sunnah rawatib ada yang disebut sunnah qabliyah (dikerjakan sebelum shalat wajib) dan sunnah ba’diyah (dikerjakan setelah shalat wajib).

Beberapa riwayat hadis menjelaskan bahwa Nabi sering mengerjakan shalat sunnah empat rakaat sebelum shalat dhuhur ini.

Dari Ummu Habibah, Rasulullah bersabda, “Siapa yang senantiasa mengerjakan empat rakaat sebelum shalat dhuhur dan empat rakaat setelahnya, ia akan selamat dari api neraka”. (HR. Turmudzi).

Keutamaan yang lain dijelaskan oleh hadis riwayat Abdullah bin Saib, “Sesungguhnya Rasulullah empat rakaat setelah tergelincirnya matahari sebelum mengerjakan shalat dhuhur. Rasulullah bersabda, “Pada waktu tersebut pintu-pintu langit dibuka, karenanya, aku senang kalau amal shalehku diangkat (dilaporkan) pada saat itu”. (HR. Turmudzi dan Ahmad).

Hadis ini sebagai penjelasan terhadap keutamaan shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur (qabilyyah al dhuhri).

Dari Abu Ayyub al Anshari, Nabi bersabda, “Sesungguhnya disaat matahari tergelincir semua pintu langit dibuka, tidak ada satupun yang ditutup sampai kamu mengerjakan shalat dhuhur. Maka, aku senang amal shalehku diangkat (dilaporkan) ketika itu”. (HR. Thabrani).

Baca Juga:  Lima Hikmah Terjadinya Gerhana Matahari dan Bulan Menurut Rasulullah

Sebagai penutup, Syaikh Abdullah Sirajuddin berpesan kepada kita semua, “Selayaknya kita semua untuk selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum shalat dhuhur dan berdoa setelahnya, karena saat itu merupakan waktu yang sangat mustajab. Pada waktu tersebut semua pintu langit dibuka, tidak ada penghalang antara seorang hamba dengan Tuhannya. Selayaknya seorang mukmin tidak disibukkan oleh urusan dunia ketika itu”.

 

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

silaturrahmi non muslim

Silaturahmi Kepada Orang Tua dan Saudara Non Muslim, Bolehkah?

Meskipun hari raya Idul Fitri telah berlalu, namun sebagian masyarakat muslim tetap memanfaatkan momentum Syawal …

shalat saat adzan

Shalat Saat Adzan Dikumandangkan?

Tujuan azan adalah untuk memanggil umat shalat berjamaah, sekaligus penanda waktu shalat telah tiba. Seperti …