Jepang Siapkan Mobil Masjid Buat Atlet Indonesia dan Muslim Lainnya di Olimpiade Tokyo

0
2737

Tokyo – Jepang akan menjadi tuan rumah pesta olahraga dunia Olimpiade 2020 di Tokyo. Ribuan orang, baik atlet, ofisial, maupun penonton, bakal tumpah ruah menyerbu setiap venue pertandingan. Mereka tidak hanya berlomba atau menyaksikan lomba, tapi ribuan orang dari berbagai agama itu pun juga butuh tempat untuk melaksanakan ibadah.

Untuk itulah, panitia Olimpiade Tokyo telah menyiapkan tempat ibadah di setiap venue pertandingan. Khusus untuk umat Islam, panitia pun membangun tempat masjid yang bisa bergerak yaitu mobil masjid (mobile mosque).

Mobil masjid itu itu bisa menampung 50 orang jamaah salat dilengkapi dengan 4 pendingin udara di dalamnya. Mobil diperuntukkan bagi para atlet, ofisial, dan penonton beragama Islam saat Olimpiade 2020 mendatang.

“Memang kita siapkan kepada para atlet Indonesia dan kalangan muslim lainnya agar mudah melakukan salat dalam Olimpiade 2020 mendatang,” ungkap Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co.Ltd, pemilik Mobile Mosque dikutip dari laman tribunnews.com, Rabu (5/2/2020).

Saat Olimpiade 2020 berlangsung bertepatan dengan musim panas bahkan bisa mencapai 45 derajat Celcius.

“Namun dengan mobile mosque tersebut yang dilengkapi 4 unit AC di dalamnya, terasa sangat sejuk dan diharapkan dapat kembali menyegarkan para atlet seusai menjalankan salat di sana,” kata dia.

Harga satu unit mobile mosque tersebut kini hanya sekitar 45 juta yen dan dapat dipindah-pindah dengan truk yang terpisah.

Inoue berencana setelah Olimpiade 2020, ia akan membawa teknologi mobile mosque ke Indonesia. Menurutnya, Indonesia dengan umat Islam terbesar di dunia, tentu menjadi pasar potensial.

“Di Indonesia saya rasa ada pabrik truk. Teknologinya buatan Jepang asli di pabriknya di Kagoshima pada bagian mobile mosque tersebut bukan pada truknya, sehingga kini bisa dijual dengan harga yang lebih murah dan saya rasa harganya terjangkau oleh kalangan pengguna di Indonesia,” kata dia.

Teknologi mobile mosque bisa membuka sayap kiri dan kanan serta pintu belakangnya hanya dalam waktu lima menit saja.

Demikian pula air wudhu yang digunakan dengan teknologi modern Jepang dapat didaur ulang sehingga kembali bersih dalam penggunaannya.