Kasus Uighur yang terus menggelinding menggelinding tidak hanya menjadi isu domestik tetapi juga menjadi perhatian global Kasus ini pun menyeret emosi dan solidaritas di berbagai negara termasuk di Indonesia Namun hanya sampai di situ Kebenaran dan tudingan saling bertumpuk di atas kepentingan politik negara negara yang bersengkarut Beberapa waktu yang lalu 22 Negara Barat mengirimkan surat kepada PBB yang menyatakan kritik terhadap perlakuan Cina atas etnis mayoritas Uighur Negara negara seperti Australia Inggris Kanada Prancis Jerman dan Jerman meminta otoritas China menghentikan penahanan sewenang wenang China juga didorong untuk mengizinkan kebebasan pergerakan bagi warga Uighur dan warga muslim lainnya dan kelompok minoritas di Xinjiang Baca juga 22 Negara Anggota PBB Kompak Kecam Perlakuan China Terhadap Muslim Uighur Namun tidak berselang lama 37 negara juga melayangkan pernyataan yang berbeda dengan membela Cina Negara negara itu memuji prestasi luar biasa China di bidang hak asasi manusia Kami mencatat bahwa terorisme separatisme dan ekstremisme agama telah menyebabkan kerusakan besar pada orang orang dari semua kelompok etnis di Xinjiang Baca juga Setelah 22 Negara Mengecam Kini 37 Negara Dukung Perlakuan China Terhadap Muslim Uighur Hal yang lebih menarik perhatian adalah dari 37 negara tersebut terdapat beberapa negara Islam atau negara dengan mayoritas penduduk muslim Sebut saja Pakistan Turkmenistan Tajikistan Qatar Suriah Uni Emirat Arab hingga Arab Saudi Pertanyaan berikutnya adalah kenapa negara negara muslim itu mengecam Cina yang berhadapan dengan etnis muslim Uighur Apakah pertimbangan solidaritas dan persamaan agama saat ini menjadi runtuh karena kepentingan ekonomi Apakah bangunan persaudaraan sesama muslim yang diperintahkan Nabi sebagai satu bangunan kokoh telah runtuh Solidaritas dan Kepentingan Cina saat ini menjadi negara besar yang memiliki pengaruh tidak hanya di kawasan Asia tetapi juga Eropa dan Amerika Amerika dan negara Barat menjadi sangat khawatir kepentingan ekonominya terganggu di kawasan Asia dengan kehadiran pemain baru bernama poros Beijing Faktanya banyak negara di Asia sangat tergantung dengan pinjaman dan bantuan ekonomi serta kerjasama dengan Cina Negara negara itu tidak serta merta hanya menggantungkan diri kepada kekuatan ekonomi Barat dan Amerika tetapi mempunyai teman dekat di kawasan bernama Cina Predikat raksasa ekonomi dunia membuat posisi Cina dalam isu politik global dari serangan Barat mampu diantisipasi melalui jalinan kerjasama dan kepentingan ekonomi Selain kepentingan ekonomi kita patut menilai ada keinginan negara negara muslim untuk tidak selalu patuh dengan dikte demokrasi dan aturan HAM yang diusung negara Barat dan dunia internasional Selama ini memang negara Barat selalu membawa paket demokrasi dan HAM sebagai cara menilai negara di luar kekuasaannya PBB menjadi salah satu instrument untuk menyebarkan gagasan demokrasi dan HAM Arab Saudi selain mempunyai kepentingan ekonomi dengan Cina dan mulai berdekatan secara merta juga mengekspresikan kedaulatan politiknya untuk tidak terganggu dengan isu HAM Terutama skandal tewasnya Jamal Khashoggi menyeret putra mahkota dengan dan penegasan PBB untuk merekomendasikan penyeledikan Negara kaya seperti Qatar dan Uni Emirat lebih memilih kepentingan kedaulatan politik yang cenderung otoriter yang tidak mau selalu didikte Amerika dan Barat Solidaritas muslim dalam kasus Uighur Cina menjadi sangat kabur Negara negara muslim justru tidak mengedepankan solidaritas itu tetapi memilih hal tersebut sebagai bagian dari isu politik domestik Cina serta menjaga kepentingan ekonomi dan politiknya Baca juga Kasus Muslim Uighur Muhammadiyah Pemerintah Indonesia Jangan Diam Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar dihadapkan pula tentang solidaritas dan kepentingan ekonomi Indonesia cenderung diam dalam kasus ini Indonesia harus bersuara tetapi tidak boleh gegabah dengan mengganggu kepentingan nasional Setidaknya Indonesia mampu meminta Cina untuk terbuka dan memberikan jaminan kebebasan kepada muslim Uighur Sebenarnya pada Februari 2019 beberapa ormas Islam telah diundang untuk melihat secara langsung kamp di Xinjiang Sekembalinya dari sana ormas ormas itu telah membuat pernyataan sikap Pemerintah Cina agar mengizinkan umat Islam di Xinjiang dan tempat lain untuk mengamalkan ibadah di tempat umum Inilah salah satu bentuk solidaritas yang dilakukan umat Islam di Indonesia untuk tidak sekedar diam atas kasus ini

Tinggalkan Balasan