Ada kabar gembira di tengah kondisi bangsa yang kian diselimuti oleh nuansa kemarahan keterpecahan dan kebimbangan moral Di tengah kondisi masyarakat yang mudah sekali terbawa arus kemarahan dan emosi terutama dalam konteks identitas keagamaan Organisasi keagamaan tertua di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bertemu dalam satu meja silaturahmi yang menyejukkan pada Rabu malam 31 10 2018 Pertemuan santai para tokoh agama ini menghasilkan beberapa kesepakatan subtansial bagi persaudaraan umat dan keutuhan bangsa Rasanya inilah karakter dan jati diri bangsa yang harus kembali dihidupkan Budaya musyawarah harus menjadi cara pandang dan tindakan masyarakat dari pada budaya marah marah Pelbagai persoalan bangsa harus dibahas dengan otak dingin bukan dengan budaya pengerahan massa yang menghabiskan banyak energi Ada empat kesepakatan Namun secara umum Penulis melihat kedewasaan kematangan dan kerendahan dua ormas besar ini patut diacungi jempol Semestinya kita tidak perlu lagi menanyakan kenapa dua ormas ini bertemu dan bersilaturahmi membincang persoalan kebangsaan Tentu saja kita tidak meragukan kontribusi dua ormas ini dalam sejarah bangsa Keduanya memiliki kontribusi penting bagi berdirinya bangsa ini sehingga mereka terpanggil untuk tetap menjaga bangsa ini dalam persaudaraan dan kesatuan Namun ketika Penulis mulai membaca isi kesepakatan secara utuh ada background yang mendasar dari urgensi pertemuan dua ormas ini Ada beberapa kata kunci yang layak diperhatikan semisal tahun politik kepemimpinan nasional demokratisasi Pancasila Islami kebersamaan persaudaraan dan jauhi permusuhan Semua narasi ini saling berkelindan membentuk suatu gugusan ide dari dua ormas ini untuk memberikan panduan moral keagamaan bagi masyarakat di tahun politik Menegaskan Pancasila Islami dan Persaudaran di Tahun PolitikKenapa ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah hadir untuk memberikan solusi keresahan di tahun politik Tentu saja dua ormas ini tidak mempunya tendensi politik kekuasaan dalam menanggapi tahun politik Namun keduanya mempunyai kepentingan politik kebangsaan untuk menjamin masyarakat dalam koridor semangat kebangsaan Menurut hemat Penulis dua ormas ini datang pada saat yang tepat dalam konteks tahun politik yang bagi sebagian elite dan masyarakat ditanggapi secara tidak dewasa Permainan emosi keagamaan dan eksploitasi keagamaan kerap digunakan untuk kepentingan politik Identitas keagamaan yang digunakan dalam kepentingan politik jelas akan berimbas pada perpecahan persaudaraan kebangsaan Di tengah berubahnya mental dan karakter masyarakat yang awalnya santun ramah dan guyub menjadi sangar beringas mudah marah dan keras karena pilihan perbedaaan politik yang disusupi emosi keagamaan upaya merekatkan kebersamaan dan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang ditawarkan dua ormas ini sangat tepat Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama harus dibaca sebagai himbauan moral keagamaan dari ormas keagamaan NU Muhammadiyah agar umat menjadi cerdas dalam beragama dan berpolitik Tentu saja NU Muhammadiyah menyadari bahwa dalam potensi perpecahan persaudaraan sebangsa yang semakin menganga karena keributan politik kelompok kepentingan yang mencoba merongrong kesatuan umat dan menggerus persatuan kebangsaan akan mudah berkeliaran Kelompok kepentingan ini akan mudah menjual narasi agama untuk memecahbelah umat bahkan menggerus wawasan dan ideologi kebangsaan Tidak mengherankan apabila butir kesepakatan dua ormas ini dalam poin pertama yang Penulis sangat senangi Poin satu ini merupakan kesepakatan yang subtansial dan universal berlaku dalam konteks kapanpun Sebuah penegasan komitmen kebangsaan dan penegasan tentang sistem kenegaraan yang Islami merupakan kunci jawaban bagi mereka yang bermaksud mencerai beraikan persaudaraan dan persatuan bangsa dengan narasi keagamaan Secara tegas kesepakatan itu berbunyi Berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang Islami Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam meneguhkan integrasi nasional dalam suasana yang damai persaudaraan dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa Semoga pertemuan dua ormas besar ini dapat memberikan pencerahan kepada umat Islam agar selalu menjaga ukhuwah Islamiyah ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah untuk menjaga perdamaian bangsa Umat Islam harus santun damai dan sekaligus cerdas dalam mengikuti dan memaknai tahun politik Dalam pertemuan ini sekali lagi Penulis sangat berbahagia dengan kesantunan dua ormas ini dengan mengedepankan cara cara Islami dalam menyelesaikan persoalan Langkah dua ormas ini patut menjadi contoh bagi ormas yang getol membela Islam Cara Islami adalah selalu mengedepankan musyawarah agar tidak selalu marah marah dalam menyelesaikan masalah Artinya Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad maka bertakwalah kepada Allah Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal QS Ali Imran ayat 159 Amin

Tinggalkan Balasan