ilmu
4 madzhab

Ketahuilah! 3 Ilmu Ini Wajib Dipelajari Seorang Muslim

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam”. Itulah kalimat hadist dari nabi Muhammad SAW yang paling poluler di dunia pendidikan. Kemudian ada ungkapan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” dan ada pula kalimat bijak yang berisi “carilah ilmu dari buaian (bayi) sampai liang lahat (meninggal dunia)”.

Betapapun dua kalimat yang terakhir tidak datang dari nabi Muhammad SAW, namun sama-sama populernya dengan hadist diawal tadi. Dalam tulisan ini, tak akan mengupas apakah kedua ungkapan tersebut betul-betul bukan hadist, walaupun banyak juga orang awam yang menyandarkan kedua kalimat itu kepada nabi Muhammad SAW.

Yang jelas-jelas akan dibahas dalam tulisan ini ialah ilmu seperti apa yang dikehendaki Allah dan rasulNya untuk dicari, dipelajari, dikuasai dan diamalkan?

Menurut mayoritas ulama’, ada 3 ilmu yang wajib dipelajari dan diketahui oleh setiap muslim sedini mungkin. Sebab diketahui ilmu-ilmu tersebut berkaitan erat dengan kewajiban seorang muslim sebagai hamba Allah Ketiga ilmu tersebut ialah sebagai berikut:

1Ilmu aqidah agar keyakinan seseorang menjadi benar

Mempelajari ilmu ini adalah agar keyakinan seseorang muslim bisa sama seperti kepercayaan yang diyakini oleh nabi Muhammad SAW, para sahabat dan ulama-ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah, serta menghilangkan keraguan dan dijauhkan dari keyakinan yang salah.

Diketahui, ilmu aqidah adalah ilmu yang paling pertama diajarkan nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya di Mekkah. Hal ini agar para sahabat menjadi tambah kokoh imannya kepada Allah walaupun diiming-imingi untuk menyembah berhala lagi, diintimidasi dan sampai disiksa oleh kafir Quraisy. Baru kemudian ilmu syariat atau ibadah diturunkan dan diajarkan kepada umat Islam.

Sekarang pun harusnya demikian. Ilmu aqidah atau tauhid harus dipelajari sedini mungkin. Belajarnya pun harus bersungguh-sungguh. Mengingat ilmu tauhid inilah yang akan membawa setiap muslim beriman dengan seiman-imannya kepada Allah tanpa menyekutukannya sedikit pun. Sebab jika menyekutukan Allah sedikit saja, seorang muslim akan menerima dosa yang amat besar.

Baca Juga:  Salahkah Anak Ketika Banyak Bertanya?

2Belajar tentang ilmu yang dapat menjaga ketaatan kita kepada Allah SWT

Setiap muslim wajib taat atau taqwa kepada Allah tanpa ditawar. Sebab Allah-lah sang pencipta segalanya termasuk manusia. Oleh karenanya belajar ilmu agar setiap muslim menjaga dan selalu meningkatkan ketaqwaan kepadaNya hukumnya wajib.

Satu-satunya cara agar setiap muslim senantiasa bertaqwa dan taat yakni dengan cara beriibadah. Beribadah haruslah sesuai tuntunan syariat agar diterima Allah. Makanya ilmu-ilmu ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, muamalah dan lain sebagainya harus dipelajari. Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad–nya mengungkapkan:

وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِعِلْمٍ يَعْمَلُ          اَعْمَالَهُ مَرْدُوْدُةٌ لَا تَقْبَلُ

“Barangsiapa yang beramal tanpa menggunakan ilmu, maka amalnya ditolak dan tidak diterima.

3Ilmu yang dapat membersihkan hati

Mempelajari ilmu membersihkan hati sama juga mempelajari ilmu akhlak. Tujuannya jelas supaya hati dan perilaku seorang muslim itu baik dan terus menerus bersih. Belajar ilmu ini juga bisa menghindarkan seorang muslim dari sifat dan perilaku tercela. Contohnya seperti sombong, riya, hasad, berbohong dan sebagainya.

Orang yang mempelajari ilmu ini diharapkan tidak mudah menyalahkan orang lain, bersikap adil dan penuh kasih sayang. Ilmu ini juga penting dipelajari karena berkaitan erat dengan hubungan sesama manusia. Sebab bagaimanapun, seorang muslim hidup di dunia pastilah bersosialisasi dengan lainnya.

Kewajiban mengetahui dan mengamalkannya

Ketiga ilmu di atas itu wajib hukumnya tanpa terkecuali untuk dipelajari bagi setiap orang yang sudah mukalaf (terkena taklif) dan tidak diperbolehkan untuk menghiraukannya. Tak sampai disitu, setelah belajar dan mengetahui, setiap muslim diwajibkan juga untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu-ilmu di atas, jika dipelajari, diketahui dan diamalkan akan membuahkan kemanfaatan, keselamatan dan kebahagiaan. Sebagaimana dalam kitab Takhrij Ahadisu Ihya ‘Ulumuddin Rasulullah SAW juga bersabda:

Baca Juga:  Bagaimana Cara Menjahui Konsumsi Makanan Syubhat?

إِنَّ قَلِيْلَ الْعَمَلِ يَنْفَعُ مَعَ الْعِلْمِ وَأَنْ كَثِيْرَ الْعَمَلِ لَا يَنْفَعُ مَعَ الْجَهْلِ

“Sesunggunya amal yang sedikit itu lebih bermanfaat bila disertai dengan pengatahuan dan amal yang banyak itu tidak akan bermanfaat bila disertai dengan ketidaktahuan”

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

ibadah

Bersemangatlah Dalam Beribadah (1): Tiada Kesukaran dalam Agama

Allah memerintahkan kita beribadah, pastilah itu bermanfaat dan baik untuk kita sendiri. Tak mungkin ada …

rakus

Kerakusan Menyebabkan Kehinaan dan Kerusakan Agama

Salah satu sifat buruk yang harus dihindari atau bahkan jangan sampai dipunyai seseorang adalah rakus. …