hijrah milenial
hijrah milenial

Khutbah Jumat – Belajar Dari Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad Untuk Menuju Indonesia Tangguh dan Berakhlaqul Karimah

Khutbah I

اْلحَمْدُللهِاْلحَمْدُللهِالّذيهَدَانَاسُبُلَالسّلاَمِ،وَأَفْهَمَنَابِشَرِيْعَةِالنَّبِيّالكَريمِ،أَشْهَدُأَنْلَااِلَهَإِلَّااللهوَحْدَهُلاشَرِيكلَه،ذُواْلجَلالِوَالإكْرام،وَأَشْهَدُأَنّسَيِّدَنَاوَنَبِيَّنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسولُه،اللّهُمَّصَلِّوسَلِّمْوَبارِكْعَلَىسَيِّدِنامُحَمّدٍوَعَلَىالِهوَأصْحابِهِوَالتَّابِعينَبِإحْسانِإلَىيَوْمِالدِّين،أَمَّابَعْدُ: فَيَاأيُّهَاالإِخْوَان،أوْصُيْكُمْوَنَفْسِيْبِتَقْوَىاللهِوَطَاعَتِهِلَعَلَّكُمْتُفْلِحُوْنْ،قَالَاللهُتَعَالىَفِياْلقُرْانِاْلكَرِيمْ: أَعُوْذُبِاللهِمِنَالَّشيْطَانِالرَّجِيْم،بِسْمِاللهِالرَّحْمَانِالرَّحِيْمْ: يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوااتَّقُوااللهوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا،يُصْلِحْلَكُمْأَعْمَالَكُمْوَيَغْفِرْلَكُمْذُنُوبَكُمْوَمَنْيُطِعِاللهوَرَسُولَهُفَقَدْفَازَفَوْزًاعَظِيمًاوقالتعالىيَااَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْااتَّقُوْااللهَحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوْتُنَّإِلاَّوَأَنْتُمْمُسْلِمُوْنَ.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Marilah bersama-sama kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan untuk menjalankan ibadah sholat jumat dan marilah bersama-sama kita terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah Azza Wajalla. Sholawat serta salam semoga tetap curahkan kepada baginda nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat yaitu Addinul Islam

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Hijrah secara bahasa bermakna berpindahnya fisik dari satu tempat ketempat yang lain atau berubah dari sesuatu yang tidak baik menuju kepada kebaikan. Maka Hijrah sejatinya bukan hanya bermakna penampilan fisik semata namun juga harus dibarengi dengan perubahan akhlaq sehingga Akhlaqul Karimah akan menjadi pondasi dalam dalam kehidupan sehari-hari dan juga untuk mencapai kemajuan suatu bangsa. Jika kita mengingat kembali sejarah peristiwa Hijrah Nabi Muhammad Saw. Kita akan menemukan sebuah perjuangan yang luar biasa penuh dengan resiko, perjuangan yang nyawa sebagai taruhanya. Dalam perjalanan Hijrah para Kafir Qurais selalu mengintai dan memburu Nabi Muhammad Saw. Ditemani oleh sang sahabat tercinta yaitu Abu Bakar beliau melalu berbagai rintangan tersebut dengan keteguhan karena merupakan perintah dari Allah SWT. Dalam surah al-baqarah ayat 218 sebagai berikut : 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ 

Baca Juga:  Khutbah Idul Fitri - Idul Fitri Sebagai Momentum Perekat Hablumminannas Dimasa Pandemi

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah : 218)

Sebelum hijrah, sejatinya telah ada hubungan antara kaum Muslim Mekkah dan kaum Muslim Madinah khususnya Rasulullah karena orang-orang Madinah dua kali menemui Rasulullah untuk menyatakan Islam dan meminta Rasulullah untuk segera pindah ke Madinah atau Yastrib. Namun demikian, Rasulullah sebelum mendapatkan perintah dari Allah tidak melakukan hijrah, barulah setelah perintah turun baru Rasulullah memerintahkan kaum muslim untuk hijrah ke Madinah. Ketika Rasulullah sampai di Madinah kegembiraan menyelimuti penduduk Madinah yang mendapatkan berkah dengan kedatangan Rasulullah dan dari Madinah Islam kemudian tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia dan kita rasakan Islam di Indonesia seperti sekarang ini.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Pelajaran yang dapat dipetik dari Hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah salah satunya terciptanya penanggalan Hijriyah yang dijadikan sebagai awal tahun yang diusulkan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib yang sekaligus merupakan menantu Rasulullah. kedua, ketika awal-awal datang perintah hijrah, rasulullah sempat bingung, karena bagaimanapun rasulullah merasakan cinta yang luar biasa terhadap tanah kelahiranya, namun demikian Allah SWT telah menjamin bahwa kelak rasulullah dapat kembali ke kota makah yang sangat dicintainya, hal ini Allah tegaskan dalam surah Al-Qashasha ayat 85 sebagai berikut :

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ

Artinya : Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. (QS. Al-Qashash: 85)

Terbukti rasulullah dapat kembali ke kota kelahiranya ketika terjadi peristiwa Fathul Makkah. 

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Dalam konteks ke-Indonesiaan, apa yang bisa dijadikan pelajaran dari hijrahnya Rasulullah?

Ada ungkapan Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta tanah air sebagian dari iman) sebuah ungkapan yang sangat populer, berawal dari utusan Presiden Soekarno yang meminta fatwa hukum membela tanah air, kemudian Hadratus Syeh Kiai Hasyim As’ari mengatakan Fardhu Ain bagi siapa saja untuk membela dan mempertahankan tanah air dari penjajah, sejak itulah beliau kemudian mencetuskan Hubbul Wathon Minal Iman dengan semangat itulah kemudian rakyat Indonesia bersama-sama seluruh elemen bergerak untuk berjuang meraih kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah waktu itu.

Baca Juga:  Arab Saudi Batasi Penggunaan Toa Masjid, Ini Komentar MUI

Rasa cinta rasulullah terhadap tanah airnya juga diimplementasikan oleh Hadratus Syeh Hasyim A’ary melalui fatwa resolusi Jihad yang beliau kumandangkan untuk melawan penjajah yang ingin menguasai Indonesia sehingga berbondong-bondong rakyat mempertahankan bangsanya. Rasulullah juga karena kecintaanya terhadap tanah airnya, ketika beliau dalam perjalanan dan telah terlihat kota Madinah beliau mempercepat langkah kendaraanya, peristiwa tersebut terekam dalam hadist riwayat al-Tirmidzi yang menjelaskan betapa cinta dan bangganya Rasul pada tanah kelahirannya. Rasa cinta tersebut terlihat dari ungkapan beliau terhadap Mekah. Beliau mengatakan, 

“Alangkah indahnya dirimu (Mekah). Engkaulah yang paling kucintai. Seandainya saja dulu penduduk Mekah tidak mengusirku, pasti aku masih tinggal di sini” (HR: al-Tirmidzi).

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad Saw melahirkan banyak sekali hikmah, diantaranya adalah bagaimana kecintaan Rasulullah terhadap bangsanya, dengan demikian, sudah barang tentu hal ini dapat juga kita implementasikan dalam konteks Indonesia. apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan harus kita lanjutkan perjuangannya, jika dahulu para pahlawan berjuang dengan harta dan nyawa, lalu sekarang kita dizaman yang serba modern ini apa yang bisa kita perbuat? setidaknya marilah kita sebagai anak bangsa menjaga keutuhan negara dengan tidak menyebarkan hoaxs, kita belajar dari ulama yang moderat yang mengajarkan islam wasathy (Moderat) sehingga kita terhindar dari paham-paham yang mengkafirkan sesama muslim, menthogutkan bangsa sendiri atas pemahaman yang belum mendalam. justeru kita wajib membela tanah air dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Semoga kita semua dapat belajar dari berbagai perpecahan dibelahan negara lainya, belajar untuk menjaga perdamaian serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, marilah kita pererat tali persatuan untuk menuju Indonesia yang unggul dengan memperkuat ukuwah islamiyah, ukuwah wathoniyah dan ukuwah basyariyah yang tentunya akan membawa Indonesia negara Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki umur yang diberkati Allah subhanu wata’la. sehingga kita dapat memanfaatkan umur kita dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan tuntunan Nabi Muhammad saw yang setiap harinya memohon ampun dan perlindungan Allah SWT sehingga mendapatkan rahmat dan maqfirahNya. 

Baca Juga:  Khutbah Jumat - Mempererat Persatuan Sebagai Jembatan Meraih Ridha Allah SWT

جَعَلَنااللهُوَإيَّاكممِنَالفَائِزِينالآمِنِين،وَأدْخَلَنَاوإِيَّاكمفِيزُمْرَةِعِبَادِهِالمُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُبِاللهِمِنَالشَّيْطانِالرَّجِيمْ،بِسْمِاللهِالرَّحْمانِالرَّحِيمْ: يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوااتَّقُوااللَّهَوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا 

باَرَكَاللهُلِيْوَلكمْفِيالقُرْآنِالعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيّاكُمْبِالآياتِوذِكْرِالحَكِيْمِ. إنّهُتَعاَلَىجَوّادٌكَرِيْمٌمَلِكٌبَرٌّرَؤُوْفٌرَحِيْمٌ

Khutbah II

الْحَمْدُللهِعَلىَإِحْسَانِهِوَالشُّكْرُلَهُعَلىَتَوْفِيْقِهِوَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُأَنْلاَاِلَهَإِلاَّاللهُوَاللهُوَحْدَهُلاَشَرِيْكَلَهُوَأَشْهَدُأنَّسَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُالدَّاعِىإلىَرِضْوَانِهِ. اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوِعَلَىاَلِهِوَأَصْحَابِهِوَسَلِّمْتَسْلِيْمًاكِثيْرًا

أَمَّابَعْدُفَياَاَيُّهَاالنَّاسُاِتَّقُوااللهَفِيْمَاأَمَرَوَانْتَهُوْاعَمَّانَهَىوَاعْلَمُوْاأَنَّاللهَأَمَرَكُمْبِأَمْرٍبَدَأَفِيْهِبِنَفْسِهِوَثَـنَىبِمَلآئِكَتِهِبِقُدْسِهِوَقَالَتَعاَلَىإِنَّاللهَوَمَلآئِكَتَهُيُصَلُّوْنَعَلىَالنَّبِىيآاَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِوَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلِّمْوَعَلَىآلِسَيِّدِناَمُحَمَّدٍوَعَلَىاَنْبِيآئِكَوَرُسُلِكَوَمَلآئِكَةِاْلمُقَرَّبِيْنَوَارْضَاللّهُمَّعَنِاْلخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَأَبِىبَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَانوَعَلِىوَعَنْبَقِيَّةِالصَّحَابَةِوَالتَّابِعِيْنَوَتَابِعِيالتَّابِعِيْنَلَهُمْبِاِحْسَانٍاِلَىيَوْمِالدِّيْنِوَارْضَعَنَّامَعَهُمْبِرَحْمَتِكَيَاأَرْحَمَالرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّاغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَوَاْلمُؤْمِنَاتِوَاْلمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِاَلاَحْيآءُمِنْهُمْوَاْلاَمْوَاتِاللهُمَّأَعِزَّاْلإِسْلاَمَوَاْلمُسْلِمِيْنَوَأَذِلَّالشِّرْكَوَاْلمُشْرِكِيْنَوَانْصُرْعِبَادَكَاْلمُوَحِّدِيَّةَوَانْصُرْمَنْنَصَرَالدِّيْنَوَاخْذُلْمَنْخَذَلَاْلمُسْلِمِيْنَوَدَمِّرْأَعْدَاءَالدِّيْنِوَاعْلِكَلِمَاتِكَإِلَىيَوْمَالدِّيْنِ. اللهُمَّادْفَعْعَنَّااْلبَلاَءَوَاْلوَبَاءَوَالزَّلاَزِلَوَاْلمِحَنَوَسُوْءَاْلفِتْنَةِوَاْلمِحَنَمَاظَهَرَمِنْهَاوَمَابَطَنَعَنْبَلَدِنَااِنْدُونِيْسِيَّاخآصَّةًوَسَائِرِاْلبُلْدَانِاْلمُسْلِمِيْنَعآمَّةًيَارَبَّاْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَاآتِناَفِىالدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِىاْلآخِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَالنَّارِ. رَبَّنَاظَلَمْنَااَنْفُسَنَاوَاإنْلَمْتَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّمِنَاْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّاللهَيَأْمُرُنَابِاْلعَدْلِوَاْلإِحْسَانِوَإِيْتآءِذِياْلقُرْبىَوَيَنْهَىعَنِاْلفَحْشآءِوَاْلمُنْكَرِوَاْلبَغْييَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُوْنَوَاذْكُرُوااللهَاْلعَظِيْمَيَذْكُرْكُمْوَاشْكُرُوْهُعَلىَنِعَمِهِيَزِدْكُمْوَلَذِكْرُاللهِأَكْبَرْ

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dab dd eb ee beeebd

Respon PBNU Terhadap Pemukulan Muhammad Kece, Kekerasan Tak Dibenarkan!

Jakarta – Pemukulan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece karena menista agama, tidak dibenarkan …

irjen napoleon jalani sidang lanjutan kasus red notice djoko tjandra

Begini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon soal Aniaya M Kece

Jakarta – Muhammad Kece tersangka penistaan agama yang saat ini masih ditahan di Rumah Tahanan …