Tafsir Imam Syafii
Tafsir Imam Syafii

Kitab Tafsir Imam Syafi’i: Masihkah Menduga Pendapat Beliau Tidak Berdasar pada Al Qur’an?

Semakin sering dan intens mengeloni literasi keagamaan karya-karya ulama klasik, semakin membuka kesadaran kita begitu mendalamnya pengetahuan keagamaan mereka. Kepakaran mereka di bidang agama bak laut luas nan dalam yang tidak semua orang mampu mengarungi dan menyelaminya.

Kali ini, penulis hendak menghadirkan satu warisan intelektual Imam Syafi’i di bidang tafsir al Qur’an. Dimaksudkan untuk memberi informasi, menambah koleksi kitab dan khazanah ilmu pengetahuan. Tidak lain karena karya ini belum banyak diketahui. Sebab Imam Syafi’i lebih kesohor dalam bidang fikih dan ushul fikih dari pada ilmu tafsir.

Siapa yang tak kenal Imam Syafi’i? Salah seorang pendiri madhab fikih dengan setumpuk karyanya yang eksis sampai detik ini dan menjadi rujukan umat Islam. Khususnya di Nusantara dengan penganut muslim terbesar dan mayoritas pengikut madhabnya.

Ternyata, selain menulis kitab-kitab fikih, ushul fikih dan hadis, Imam Syafi’i sebenarnya juga memiliki satu karya kitab tafsir. Meskipun kitab ini tidak dihimpun langsung oleh beliau, tetapi melalui sebuah penelitian panjang dengan cara pengumpulan tafsir-tafsir beliau terhadap ayat al Qur’an yang ada dibeberapa kitab masterpiece beliau seperti Al Um, al Risalah, al Hujjah, dan karya-karya beliau yang lain. Bahkan disepakati, bahwa beliau adalah orang pertama yang menafsirkan ayat-ayat ahkam.

Adalah Ahmad bin Musthafa al Farran yang menjadi muhaqqiq (pemeriksa atau peneliti) penafsiran-penafsiran Imam Syafi’i terhadap ayat-ayat al Qur’an kemudian dibukukan menjadi satu kitab tafsir sekaligus sebagai disertasi doktornya. Hal ini sama seperti Imam Rabi’ yang menulis kitab al Um yang didektikan oleh Imam Syafi’i. Sebagaimana maklum, kitab-kitab karangan Imam Syafi’i ada yang ditulis langsung oleh beliau, ada pula yang bentuknya naskah yang sumbernya dari beliau kemudian ditulis oleh murid-muridnya lalu disetor dan divalidasi oleh beliau.

Baca Juga:  Toleransi Bukan Kompromi
Gambar 2021 02 10 132238
Gambar Tafsir Imam Syafii

Setelah selesai al Farran kemudian memberinya judul Tafsir al Imam al Syafi’i. Sebab keseluruhan isinya memang penafsiran Imam Syafi’i yang diambil dari berbagai karya-karyanya beliau sendiri, ditambah karya sahabat-sahabatnya, dan karya murid-muridnya.

Kitab Tafsir al Imam al Syafi’i pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 M/1427 H berjumlah tiga jilid. Metode penulisannya memakai metode tahlili, yakni menjelaskan penafsiran Imam Syafi’i yang dirunut dari awal ayat sampai akhir. Sedangkan metode penafsirannya menggunakan metode tafsir bil ma’tsur, yakni menjelaskan al Qur’an dengan al Qur’an, al Qur’an dengan hadis, atau dengan pendapat sahabat-sahabat Nabi.

Penelitian Ahmad bin Musthafa al Farran ini membuktikan beberapa hal. Pertama, bahwa Imam Syafi’i, disamping ahli fikih, ushul fikih, dan hadis ternyata juga seorang ulama ahli tafsir. Terbukti, beliau yang pertama kali menafsirkan ayat-ayat ahkam.

Kedua, kitab Tafsir al Imam al Syafi’i  menghapus anggapan bahwa pendapat beliau tidak didasarkan pada al Qur’an dan hadis seperti dugaan segelintir orang yang terjadi akhir-akhir ini.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo