negara dalam islam
negara dalam islam

Konsep Negara dan Pemerintahan dalam Islam: Mendebat Para Penggelora Negara Khilafah

Mungkin kebanyakan orang telah menuliskan tentang Islam dan konsep kenegaraan, terlebih dalam penulisannya di buku Tuhan Tidak Perlu Dibela, Gus Dur telah memberikan penjelasan secara terperinci. Namun adakalanya kita harus memperluas wawasan pemikian tersebut, agar tercipta konsep dan gagasa yang terbarukan.

Berbicara soal konsep kenegaraan, didalam Al-Qur’an tidak pernah ada satu katapun yang menyebutkan konsep negara Islam “Darul Islam” melainkan yang ada adalag negara yang penuh dengan keselamatan atau kedamaian kalua kita menyebutnya “Darussalam”.

Negara yang dilimpahi dengan kedamaian pula sering disebut sebagai negara yang baldatun thoyibatun warabbul ghafur artinya negara yang dilimpahi dengan keberkahan dari Tuhan yang Maha Pengampun. Negara yang memiliki konsep negara seperti salah satunya adalah Indonesia.

Mengapa penulis katakana Indonesia? Sebelum membahas tentang konsep negara, penulis meminta kepada segenap pembaca yang budiman untuk tidak mencampuradukkan antara konsep kenegaraan dengan konsep pemerintahan, karena keduanya adalah dua konsep yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Negara menurut Ibnu Khaldun adalah suatu keharusan bagi peradaban manusia yang selalu membutuhkan kepemimpinan atau otoritas untuk melindungi keberadaan hidupnya. Kekuasaan yang terwujud dalam suatu wilayah merupakan kebutuhan dalam peradaban manusia.

Di Indonesia sendiri kita tahu bahwa menerapkan sistem pemerintahan trias politica  yang dicetuskan dimana fungsi peerintah terdapat tiga bagian yakni; Legislatif (fungsi pengawasan), eksekutif (fungsi melaksanakan) dan yudikatif (menegakkan peradilan). Kesemua uraian tentang system pemerintahan tersebut adalah sebagai bentuk kepemimpinan secara demokrasi.

Namun masih saja segelintir pihak yang mengatasnamakan Islam masih saja mendebat sistem kenegaraan dan pemerintahan saat ini. Lantas bagaimanakah dalam pandangan Islam tentang negara, konsep kenegaraan maupun konsep pemerintahan?

Islam dan konsep kenegaraan

Berbicara soal konsep kenegaraan dalam Islam sendiri tentunya tidak mudah, hal ini sejalan denga apa yang dikatakan Gus Dur dalam esainya berjudul ‘Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan’. Menurut Gus Dur, disamping kesulitan politis dan lain-lain, ada juga sebuah kesulitan yang sebenarnya teknis: belumnya ada kesamaan pemahaman atas istilah-istilah yang digunakan. Umpamanya saja:’konsep’. (Bisri Efendi dalam Tuhan Tak Perlu Dibela, 2000)

Tentang konsep ini haruslah dibahas secara matang dan dikupas secara tuntas, kebanyakan sekarang jika membahas konsep apalagi konsep kenegaraan maupun pemerintah cenderung dicampuradukkan.

Misal saja saat seseorang berbicara dengan mudahnya bahwasannya Islam sebagai solusi atas permasalah sebuah negeri. Sebenarnya ini hanyalah menjadi kredo belaka, seseorag yang membicaran hal khilafah dan pro terhadap pandangan tersebut untuk diterapkan di suatu negara seperti Indonesia. Berarti ia telah melakukan penghianatan secara pemikiran terhadap para pejuang, pahlawan dan ulama’ yang membentu asas demokrasi untuk negara ini.

Mengapa penulis katakana demikan, mudah saja menjawabnya dengan menguti sebuah dalil naqli yang bersumber dari Al-Qur’an.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti” (QS Al-Hujurat [49]: 13).

Muhammad Syamsudin menjelaskan, dalam kajian keislaman kontemporer kita mengenal istilah daulah mu’ahadah wathaniyah. Daulah merupakan sebutan lain dari negara. Mu’ahadah bermakna sebagai ikatan perjanjian luhur (kesatuan). Wathaniyah bermakna sebagai kebangsaan/nasionalisme. Jadi, istilah mu’ahadah wathaniyah, merupakan sebuah konsep yang menggambarkan adanya kesepakatan untuk hidup bersama dalam satu wadah berupa negara yang diilhami oleh semangat cinta tanah air. Sumber (NU Online, 2019)

Mengambil kesimpulan dari penjelasan yang dijelaskan Muhammad Syamsudin bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri atas banyaknya suku, agama, ras, dan adat. Sehingga konsep negara demokrasi menjadi sebuah konsep yang meungkinkan manusia untuk memilih pilihannya. Semisal memilih agama, ideologi selagi tidak bertentangan dengan Pancasila dan lain sebagainya.

Jika yang katanya mereka konsep khilafah diterapkan. Maka darimananya akan tetap ada kebebasan pada pemilihan keyakinan “agama”. Kalau khilafah diterapkan otomatis hukum Islam yang diterapkan, lha inilah yang Namanya lucu bukan?

Mendebat para pengagum khilafah

Mungkin para pengagum konsep Khilafah bisa disebut sebagai khilafers, orang yang berpehaman menyimpang ini adalah segolongan orang hadr dari sendi-sendi aliran Islam sempalan.Di dalam esai Gus Dur yang berjudul ‘Perihal Gerakan Islam Sempalan’, sempal adalah kata yang berasal dari bahasa Jawa. Artinya patah dan terpisahnya dari dahan dari batang pohon, atau cabang dari dahan.

Gerakan Khilafah adalah sebuah gerakan yang menyimpang dari pemahaman konsep kenegaraan, kebangsaan, ataupun pemerintah yang telah dimusyarahkan dan dirumuskan oleh para tokoh terdahulu. Padahal khilafah sendiri bukanlah sebagai solusi jangka pendek dan panjang untuk sebuah negara yang mengalami berbagai problematika. Seharusnya menggali lebih dalam konsep kajian dan gagasan kemajuan Islam saat zaman Nabi Muhammad, Khufaurrasyidin ataupun peradaban dinasti Umayah dan Abbasiyah.

Bukankan belajar dari sejarah untuk kemajuan bangsa dimasa depan lebih penting, daripada hanya memaksakan kehendak atas ideologi untuk dipaksakan kepada orang lain yang jelas berbeda dalam ragam hal. Lantas kalua kita hanya meributkan problematika soal doktrin-doktrin belaka, lantas kapan negara kita akan maju?

Bagikan Artikel ini:

About Hilal Mulki Putra

Check Also

perempuan benteng intoleransi

Perempuan sebagai Benteng dari Paham Intoleransi Sejak Dini

Saat kita berbicara tentang intoleransi maka akan banyak hal yang mudah kita ingat. Entah peristiwa …

escortescort