uyghur
uyghur

Lebih 40 Negera Desak China Izinkan Badan HAM PBB Akses Langsung ke Muslim Uighur

Jakarta – Masalah penanganan keras Muslim Uighur oleh pemerintah China masih menjadi teka-teki. Badan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, serta banyak negara menuduh China melakukan penangkapan besar-besaran terhadap Muslim Uighur. Mereka dimasukkan kamp penahanan dan dipaksa menanggalkan keyakinan dan budaya mereka untuk diganti komunis.

Namun Pemerintah Beijing membantah keras tuduhan itu. China menegaskan bahwa penanganan Muslim Uighur semata-mata upaya untuk memerangi radikalisme dan terorisme.

Bantahan China itu tidak membuat negara-negara di dunia  langsung percaya. Buktinya lebih dari 40 negara mendesak Pemerintah China untuk mengizinkan Badan HAM PBB mengakses langsung wilayah etnis Muslim di Xinjiang. Penyelidikan diperlukan untuk melihat kondisi nyata lebih dari satu juta orang warga setempat.

Dilansir dari Al Jazeera via laman ihram.co.id, Rabu (23/6/2021), pernyataan bersama tentang China itu dibacakan oleh Duta Besar Kanada Leslie Norton atas nama negara-negara termasuk Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang dan Amerika Serikat kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Sementara China membantah semua klaim penyiksaan terhadap warga Uighur dan menggambarkan kamp-kamp itu sebagai fasilitas pelatihan kejuruan untuk memerangi ekstremisme agama.

“Laporan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang telah ditahan secara sewenang-wenang di Xinjiang. Ada pengawasan luas yang secara tidak proporsional menargetkan warga Uighur dan anggota minoritas lainnya serta pembatasan kebebasan mendasar dan budaya Uighur,” bunyi pernyataan bersama itu.

“Kami mendesak China untuk mengizinkan akses langsung, bermakna, dan tak terbatas ke Xinjiang bagi pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi,” tambah pernyataan itu.

Jiang Yingfeng, seorang diplomat senior di misi Chinauntuk PBB di Jenewa, menolak pernyataan itu pada hari Selasa sebagai campur tangan yang didorong oleh “motif politik”.

Baca Juga:  Pertemuan Kiai Sepuh NU di Lirboyo Hasilkan 3 Kesepakatan Pesantren Hadapi Pandemi

“Kami menyambut baik kunjungan Komisaris Tinggi ke Cina, ke Xinjiang.  Kunjungan ini untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama daripada penyelidikan berdasarkan apa yang disebut praduga bersalah, ” katanya.

Pernyataan yang dipimpin Kanada mengutip laporan penyiksaan, sterilisasi paksa, kekerasan seksual dan pemisahan paksa anak-anak dari orang tua mereka. Kanada juga mengecam undang-undang yang diberlakukan setahun lalu di Hong Kong terhadap apa yang dianggap China sebagai pemisahan diri dan terorisme.  Pengadilan pertama akan dimulai Ahad ini terhadap orang-orang yang ditangkap berdasarkan undang-undang tersebut.

“Kami terus sangat prihatin dengan memburuknya kebebasan mendasar di Hong Kong di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional dan tentang situasi hak asasi manusia di Tibet. Sejak undang-undang keamanan nasional, Hong Kong telah menyaksikan perubahan dari kekacauan menjadi supremasi hukum,” tandas pernyataan itu.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Gus Muwafiq bermain gitar dan musik

Gus Muwafiq: Musik Akan Jadi Alat Setan Bila Dipegang Orang-orang Yang Lalai

Jakarta – Pernyataan Uki Eks Noah bahwa musik itu haram berbuntut kontroversi. Raja Dangdut H. …

Khotbah Jumat

Wacana Khotbah 15 Menit, Muhammadiyah: Singkat Bukan Untuk Cegah Ngantuk, Tapi Sunah Nabi

Jakarta – Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mewacanakan usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia …