lisan cermin hati
lisan cermin hati

Lisan Cerminan Hatimu, Ketika Berkata Kotor Kepribadianmu Bermasalah

Banyak ayat Al-Quran dan hadist yang berbicara tentang pentingnya menjaga lisan. Lisan dianggap sebagai sumber berkah sekaligus menjadi sumber masalah terbesar dalam diri manusia. Nabi bahkan pernah memperingatkan sesungguh keselamatan seseorang tergantung pada kemampuan seorang dalam menjaga ucapannya.

Namun, tahukah anda sesungguh lisan adalah cerminan hati. Jika lisanmu meluncur kata-kata bijak, ramah dan santun sesungguhnya hatimu adalah lembut dan penuh kasih sayang. Sebaliknya, jika mulutmu dipenuhi dengan kata-kata kasar dan kotor, hati dan kepribadianmu sesungguhnya sedang bermasalah.

Mulut melalui perkataan ataupun tulisan dalam konteks hari ini adalah cermin dari akal pikiran dan hati seseorang. Representasi dari hati yang tidak bisa dilihat adalah bisa dilihat dari perkataan dan tulisan seseorang. Dan hati yang baik akan menjadi cermin kepribadian seseorang.

Artinya, seseorang yang memiliki kepribadian yang matang, dewasa dan bijak tidak akan mudah tersulut emosi yang menyebabkan ia mengeluarkan kata-kata kasar apalagi kotor. Orang yang memiliki kepribadian baik, maka akan lebih memilih diam ketika tersulut amarah dari pada harus mengumbar emosi melalui kata-kata kasar.

Hubungan antara kepribadian, hati dan lisan adalah hubungan yang sangat terkait. Perkataan yang baik lahir dari hati yang baik. Dan hati yang baik akan menciptakan kerpibadian yang baik. Begitu pula sebaliknya.

Ada beberapa kata-kata bijak dari para sahabat ketika berbicara tentang lisan. Salah satunya misalnya dari sahabat Utsman bin Affan yang berkata : “Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih.”

Hati sebenarnya hal yang paling dalam diri seseorang yang mencerminkan kepribadian. Tetapi karakter dan watak seseorang bisa dilihat dari perkataannya. Karena itulah Sahabat Ali bin Abi Thalin memberikan perumpaan yang sangat baik dalam menggambarkan hubungan antara hati dan lisan : “Kebijaksanaan adalah sebuah pohon yang tumbuh bersemi di hati dan berbuah di lidah.”

Baca Juga:  Filosofi Puasa

Dengan demikian, lidah melalui ucapan merupakan cerminan dari hati. Perkataan adalah buah dari hati. Ibnu Qayyim berkata “Lidah seseorang itu dapat memberitahu tentang hatinya.” Jika perkataanmu baik sesungguhnya hatimu baik. Lidah yang akan memberitahukan isi hati dan kepribadianmu.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr KH Adnan Anwar

Membangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Semangat nasionalisme pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menandakan rumusan identitas kebangsaan yang tidak …

uas ditolak masuk singapura berikut hal yang diketahui sejauh ini

Ormas Perisai Pendukung UAS Demo Kedubes Singapura Siang Ini

Jakarta – Penolakan Pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak memasuki wilayah Singapura …