kebebasan
kebebasan

Makna Kebebasan dalam Islam

Islam adalah agama yang beroreintasi pada kemanusiaan dan terjalinnya hubungan manusia yang toleran dan harmonis. Karenanya Islam melalui ajarannya mengajarkan tentang toleransi, keadilan, kemanusiaan, persatuan dan persaudaraan. Dan, ia melarang, dalam bahasa fikih mengharamkan, intoleransi, diskriminasi dan kekerasan atas nama agama. Dengan demikian, seharusnya di negara yang masyarakatnya mayoritas muslim, toleransi, keadilan, kemanusiaan, persatuan dan persaudaraan berjalan baik.

Tetapi, di Indonesia yang dihuni oleh mayoritas muslim situasinya tidak mencerminkan cita-cita agama Islam tersebut. Yang sering terjadi adalah sebaliknya. Intoleransi, diskriminasi dan kekerasan atas nama agama menjadi fenomena biasa dan kerap terjadi. Ruang kebebasan seakan ditutup untuk memonopoli kebenaran dalam satu versi. Kebenaran yang lain harus disingkirkan, kalau perlu dimusnahkan

Memang fenomena tersebut dilakukan sekelompok kecil muslim saja. Yaitu, kelompok muslim radikal yang memahami agama secara literal, tekstual dan eksklusif. Walaupun jumlahnya sedikit, tapi sangat menggangu stabilitas kehidupan. Sebab ulah mereka yang sering menyalahkan, mengkafirkan, memurtadkan dan tuduhan bid’ah sangat menggangu harmoni kehidupan.

Padahal Islam sangat menghormati ruang kebebasan setiap individu. Hak beragama, berkeyakinan, beribadah, mendapat perlakuan yang adil dan tidak ada diskriminasi.

Dalam konteks bernegara, ada dua ruang dan makna kebebasan dalam Islam yang sangat diperhatikan. Para ulama menyebutnya dengan istilah al Hurriyah al Syakhsiyyah (ruang kebebasan bagi setiap individu) dan al Musawah baina al Afrad fi al Huquq al Madaniyah wa al Siyasiyyah (setiap individu memiliki hak yang sama dalam negara dan kebijakan politik).

Maksud ruang kebebasan bagi setiap individu adalah, setiap individu memiliki kebebasan untuk melakukan apa saja yang menjadi haknya, merasa aman dan tidak dimusuhi. Jiwa, harta, kehormatan dan tempat tinggal mereka aman. Setiap individu bebas memilih agama dan keyakinan, bebas menyuarakan pendapat, bebas belajar dan bebas melakukan aktivitas lain yang menjadi haknya.

Baca Juga:  Terorisme di Tengah Pandemi, Seberbahaya Apa Sih?

Adapun persamaan hak setiap individu dalam negara dan politik menghendaki perlakuan yang sama. Semua individu statusnya sama dihadapan hukum dan undang-undang suatu negara. Tidak ada bedanya antara yang kaya dan dhuafa, pejabat dan rakyat biasa, tokoh agama dan bukan, dan seterusnya seperti itu.

Sampai disini bisa dipahami, kekerasan apapun bentuknya, pemaksaan atas nama agama, dan diskriminasi merupakan hal yang dilarang oleh agama Islam. Termasuk juga terorisme bertopeng agama, sangat dilarang.

Penjelasan lebih detail tentang hal ini bisa dibaca dalam salah satu karya Dr. Abdul Wahab Khalaf, al Siayasah al Syar’iyyah fi al Syu’un al Dusturiyah wa al Kharijiyah wa al Maliyah.

 

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …