Helmy Faishal Zaini
Helmy Faishal Zaini

Masjid Ahmadiyah di Kalbar Dirusak, NU :Budaya Kita Musyawarah

Jakarta – Pengrusakan Masjid Ahmadiyah kembali terjadi di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Peristiwa semacam ini bukan pertama kali terjadi menimpa Ahmadiyah, apapun persoalanya, menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan tentu merupakan langkah yang tidak perlu karena masih dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah.

Langkah sekelompok orang yang melakukan pengrusakan terhadap masjid Ahmadiyah sangat disesalkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan meminta kepada masyarakat untuk dapat menahan diri agar tidak main hakim sendiri.

“Menyesalkan terjadinya perusakan tersebut dan kepada seluruh pihak untuk tetap tenang,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini kepada wartawan, seperti dikutip dari laman detikcom. Sabtu (4/9/2021).

Helmy mengajak seluruh pihak untuk saling menghargai perbedaan antargolongan. Menurutnya, Indonesia yang merupakan negara hukum yang harus ditaati peraturannya.

“Tidak selayaknya dan tidak sepatutnya jika kita tidak setuju dengan suatu hal kemudian melakukan aksi main hakim sendiri. Kalau pola main hakim sendiri dibiarkan itu sama dengan pembiaran terhadap pola-pola negara barbar. Ini kan bukan negara barbar, ini negara hukum,” ucap Helmy.

NU Siap Jadi Juru Damai

Dia tidak membenarkan bahwa dalam setiap protes karena perbedaan dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan merusak. Menurutnya, PBNU siap menjadi juru damai menyelesaikan masalah yang terjadi.

“Kami harap kepada aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk mengusut tuntas duduk masalahnya seperti apa. Dan saya kira kita punya budaya dan tradisi bermusyawarah untuk menyelesaikan segala sesuatu dan NU siap juru runding, juru damai dalam masalah ini supaya nggak ada kemelut ya,” ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud Md menelepon Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) usai peristiwa perusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang. Mahfud mengingatkan semua pihak harus mengikuti aturan yang berlaku.

Baca Juga:  PBNU Duga Pesantren Yang Digerebek Densus 88 Gunakan Kurikulum Beda Dengan Ponpes NU

“Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat agar segera ditangani kasus ini dengan baik dengan memperhatikan hukum, memperhatikan kedamaian dan kerukunan, juga memperhatikan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Semuanya harus ikut aturan hukum,” kata Mahfud kepada wartawan, Jumat (3/9).

Mahfud mengingatkan peristiwa di Kalbar ini merupakan masalah sensitif. Dia menegaskan Indonesia adalah negara yang melindungi hak asasi warganya.

“Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia di mana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara,” tegas Mahfud.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait kasus perusakan masjid Ahmadiyah. Dia menyebut aksi perusakan tempat ibadah sebagai pelanggaran hukum.

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” ujar Yaqut dilansir dari Antara, Jumat (3/9).

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …