warga rusak masjid ahmadiyah di sintang kalbar dok istimewa
warga rusak masjid ahmadiyah di sintang kalbar dok istimewa

Menko Polhukam Minta Polisi Usut Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah di Kalbar

Sintang – Pengrusakan terhadap Masjid Ahmadiyah apapun dalihnya tidak dapat dibenarkan, kasus yang terjadi di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) tersebut sangat sensitif karena bukan saja melanggar hukum namun juga masuk dalam unsur intoleransi.

Persoalan agama akan selalu memunculkan reaksi dimasyarakat, karena persoalan agama sangat sensitif ole karena itulah Menko Polhukam Mahfud MD memberikan perhatian agar kasus tersebut diselesaikan dengan mengedepankan kehati-hatian agar tidak semakin menimbulkan gesekan.

Mahfud Md meminta kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) diusut karena sensitif. Polisi kini tengah mengusut kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Kalbar itu.

“Iya sedang diusut. Tim gabungan Polda Kalbar dan Polres Sintang lagi bekerja mengusut kasus perusakannya,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go saat dihubungi, seperti dikutip dari laman detikcom. Sabtu (4/9/2021).

Charles menjelaskan polisi masih mencari pelaku perusakan masjid dan pembakaran bangunan di Kalbar tersebut. Sejauh ini, kata Charles, belum ada yang diamankan.

“(Pelaku) masih diidentifikasi. Iya (belum ada yang diamankan),” ucapnya.

Sebelumnya, Mahfud Md menelepon Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) usai peristiwa perusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang. Mahfud mengingatkan semua pihak harus mengikuti aturan yang berlaku.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat agar segera ditangani kasus ini dengan baik dengan memperhatikan hukum, memperhatikan kedamaian dan kerukunan, juga memperhatikan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Semuanya harus ikut aturan hukum,” kata Mahfud kepada wartawan, Jumat (3/9).

Mahfud mengingatkan peristiwa di Kalbar ini merupakan masalah sensitif. Dia menegaskan Indonesia adalah negara yang melindungi hak asasi warganya.

“Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia di mana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara,” tegas Mahfud.

Baca Juga:  Mahfud MD: Presiden Orang Islam, Naik Haji Dilayani, Pesantren Dibuatkan UU, Kok Bilang Anti Islam.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait kasus perusakan masjid Ahmadiyah. Dia menyebut aksi perusakan tempat ibadah sebagai pelanggaran hukum.

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” ujar Yaqut dilansir dari Antara, Jumat (3/9).

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …