Stopper LExtremisme
Stopper LExtremisme

Masyarakat Swiss Setuju Larangan Pemakaian Cadar

Jenewa – Masyarakat Swiss setuju dengan larangan pemakaian cadar. Persetujuan itu adalah hasil referendum larangan penggunaan cadar di tempat umum, Minggu (7/3/2021). Hasil itu masih sementara yang diterbitkan oleh pemerintah Federal Swiss. Tapi persentase itu menunjukkan pihak yang setuju sudah melebihi dari setengah dari total 26 pemilikk suara.

Dikutip dari CNN, Senin (8/3/2021), hasil resmi referendum itu menunjukkan bahwa 51,21 persen pemilih mendukung proposal tersebut. Dengan hasil itu, cadar akan dilarang di semua tempat yang dapat diakses publik, termasuk di jalan, di kantor umum, di transportasi umum, di restoran, toko, dan di pedesaan.

Pemungutan suara anti-burqa atau cadar muncul setelah perdebatan bertahun-tahun di Swiss menyusul larangan serupa di negara-negara Eropa lainnya-dan di beberapa negara mayoritas Muslim, meskipun wanita yang mengenakan cadar menjadi pemandangan yang sangat langka di jalan-jalan Swiss.

Meskipun proposal yang diajukan oleh beberapa kelompok termasuk sayap kanan Partai Rakyat Swiss, tidak menyebut Islam secara spesifik, tetapi secara luas disebut sebagai “pelarangan burqa” di media Swiss.

Poster kampanye bertuliskan “Hentikan Islam Radikal!” dan “Hentikan ekstremisme!”, yang menampilkan seorang wanita dengan niqab atau cadar hitam, telah terpampang di sekitar kota-kota Swiss.

Tidak akan ada pengecualian tambahan, misalnya untuk turis, kata dokumen pemerintah itu. Namun akan ada pengecualian dalam aturan penggunaan cadar ini, seperti di tempat ibadah, atau karena alasan kesehatan dan keselamatan.

Pemungutan suara dilakukan pada saat penggunaan masker wajib digunakan di toko-toko dan transportasi umum karena pandemi virus Corona.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Tolak Lepas Cadar, Peserta MTQ Sumut Pilih Mundur

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

idrissa gueye

Bintang PSG Idrissa Gueye Tolak Pakai Jersey LGBT, Presiden Hingga Selebritas Berikan Dukungan

Jakarta – Kehidupan para pesepak bola dunia selalu menjadi perhatian, termasuk ketika atlet tersebut tidak …

asrorun niam

Inggris Posting Dukungan LGBT+ Pada Akun Resmi Kedubes di Indonesia, MUI: Pelecehan!

Jakarta – Negara manapun wajib untuk mentaati aturan serta norma-norma kesopanan, budaya serta pemahaman negara …