Wanita dengan Niqab
Wanita dengan Niqab

Swiss Larang Niqab, Pakar PBB: Langgar Kebebasan Beragama dan Berekspresi Wanita

Jenewa – Swiss resmi melarang pemakaian cadar atau burka atau niqab. Keputusan itu diambil setelah Swiss mengadakan referendum dan mayoritas masyarakat mendukung pelarangan cadar tersebut.

Larangan itu langsung diprotes oleh pakar terkemuka PBB tentang kebebasan beragama Ahmed Shaheed. Ia mengkritik referendum Swiss yang mendukung pelarangan burka. Menurutnya fasad demokrasi di Swiss tidak berhasil menyembunyikan kefanatikan yang mendasari mereka.

“Para pemilih Swiss telah memilih di malam Hari Perempuan Internasional untuk memilih tindakan yang melanggar kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi wanita dan yang mendiskriminasi wanita!,” cuit Ahmed Shaheed dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (9/3/2021).

Dalam referendum yang digelar Minggu (7/3/2021), pemilih Swiss menyetujui larangan penutup wajah di depan umum, termasuk burka atau niqab yang dikenakan oleh wanita Muslim.

Cuitan Shaheed langung dibanjiri komentar. “Kami berada di tengah pandemi di mana semua orang memakai masker, dan Swiss memutuskan untuk melarang wanita Muslim menutupi wajah mereka untuk tujuan agama,” kata tweet dari seseorang @muslimgirl. “Hei Swiss, intoleransi Anda. sedang tampil.”

Referendum larangan burka pertama kali digaungkan pada 2016 lalu oleh komite inisiatif sayap kanan dan diterima 51,2 persen dari mereka yang memberikan suara, dengan partisipasi mayoritas dari 51,4 persen pemilih.

Referendum kembali digaungkan oleh sebuah kelompok yang terkait dengan Partai Rakyat Swiss sayap kanan, yang berkampanye dengan slogan-slogan “Hentikan ekstremisme” dan di beberapa daerah dengan poster wanita Muslim berjilbab.

“Ini kekalahan bagi pemerintah dan mayoritas parlemen, yang menentang larangan itu karena itu tidak perlu,” kata Swissinfo, situs web penyiar nasional.

Dewan Pusat Islam Swiss (ICCS) menyebut hasil tersebut sebagai kekecewaan besar bagi semua Muslim yang lahir di Swiss dan yang tumbuh di negara tersebut.

Baca Juga:  Kemenag Terbitkan Aturan Toa di Masjid dan Musala, Ini Aturannya

Sekretaris Jenderal ICCS, Ferah Ulucay mengatakan pemungutan suara itu berhasil melabuhkan Islamofobia yang meluas di Swiss.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

bendera arab

Hilal Telah Nampak, Arab Saudi Putuskan Idul Adha 9 Juli, Wukuf di Arafah Tepat Hari Jumat

RIYADH — Hilal Dzulhijjah telah nampak terlihat sehingga Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk menetapkan tanggal …

220630083705 668

Prancis Hukum Penjara Seumur Hidup Aktor Utama Serangan Terorisme 2015

PARIS – 13 November 2015 menjadi hari yang kelam bagi warga Prancis, serangkaian serangan, penembakan, …