Doa adalah kekuatan umat Islam Doa menjadi menjadi senjata umat Islam untuk mempercepat meraih impian dan keinginan tetapi ia juga perisai untuk memohon selamat dari apa yant tidak diinginkan Doa merupakan perbuatan mulia karena kita selalu merasa dekat dan selalu membutuhkan pertolongan Allah Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta ala selain do a HR Tirmidzi Ibnu Majah Ahmad Allah telah berjanji untuk menerima doa yang dipanjatkan kepadaNya dan sangat membenci mereka yang bersikap sombong Tuhanmu berfirman Berdoalah kepada Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu Sesungguhnya orang orang yang bersikap sombong dari menyembah Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina QS Ghafir 60 Persoalannya kadang kita selalu merasa putus asa karena doa yang selalu belom terkabul Apakah itu salah Tuhan yang mengingkari janjiNya Seharusnya kita evaluasi diri kita apakah ada hambatan dalam doa kita Mungkin makanan yang kita telan penuh dengan barang haram tindakan kita masih dilumuri dosa atau Tuhan sejatinya punya rencana lain dari tidak terkabulkannya doa kita Baca juga Begini Tata Cara Sholat GaibNamun tidak ada salahnya kita selalu berharap agar doa kita selalu diterima Ini salah satu caranya doa yang baik Mulailah doa dan tutuplah doa dengan membaca hamdalah dan shalawat kepada Nabi Suatu ketika Nabi mendengar laki laki berdoa tanpa memuliakan Allah dan tanpa shalawat kepada Nabi Nabi memperingatkan apabila salah seorang dari kalian telah selesai shalat hendaklah ia mulai pula memuliakan dan memuji Tuhannya hamdalah kemudian mengucapkan shlawat kepada Nabi barulah ia berdoa sesudahnya sesuaka hatinya HR Abu Daud Turmidzi dan an Nasa i Sayyidina Umar ra berkata Artinya Sesungguhnya doa itu tertahan antara langit dan bumi tidak dapat naik sedikitpun daripada itu sampai ia mengucapkan shalawat kepada Nabinya saw HR Tarmidzi Para ulama telah bersepakat bahwa Sunnah doa itu diawali dan ditutup dengan hamdalah kemudian membaca shalawat Semoga segala doa kita terkabul AminWallahu a lam

Tinggalkan Balasan