Di antara sifat wajib bagi Allah swt yang harus diketahui oleh umat Islam adalah sifat qadim atau qidam (dahulu). Lawan dari sifat wajib ini yaitu huduts artinya baru. Sifat huduts mustahil ada pada diri Allah swt. Sebab jika Allah hudtus, maka ada ketergantungan kepada sebelumnya yang qadim. Tetapi jika Allah swt qadim, maka tentu tidak mungkin huduts, karena dua sifat ini saling bertentangan satu sama lainnya.
Adapun dalil dari sifat qadim ini ialah firman Allah swt:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: “Dialah yang awal dan yang akhir yang zhahir dan yang bathin, dan dia maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al Hadid: 3)
Yang dimaksud sifat qadim bagi Allah swt yaitu tidak ada sesuatu pun yang mendahului Allah swt. Dia lah Allah lainnya. Di dalam al Qur’an, Allah swt berfirman:
لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Tiada sekutu baginya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah (QS. Al An’am: 163)
Di dalam hadits, Nabi saw juga menegaskan bahwa keqadiman Allah swt tidak bersama dengan apapun.
كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ
Artinya: “Allah ada, dan tidak ada sesuatu pun bersamanya” (HR. Bukhari dan lainnya)
Sebab itu, jika terdapat pemahaman yang mengatakan Allah swt berada di suatu tempat dengan keadaan yang Allah swt sendiri mengetahuinya, maka ia telah syirik karena telah menyekutukan Allah swt dalam sifat qadimnya. Mengapa demikian ? Ini artinya telah meyakini ada dzat lain yang juga dahulu yang bersama atau lebih dulu dari Allah swt yaitu tempat. Dan ini tentu mustahil terjadi bagi Allah swt. Meyakini sifat yang mustahil terjadi kepada Allah swt sama saja dengan menghilangkan sifat ketuhanan Allah swt.
Dengan demikian, kita mengetahui bahwa sifat qadim Allah swt adalah sifat azaly, ada tanpa ada permulaan. Ini berbeda dengan ke-qadiman-nya makhluk. Sekalipun juga disebut qadim (dahulu) dalam keadaan tertentu, tetapi bukan qadim seperti Allah swt yang tidak ada penciptanya. Tetapi qadim karena lebih dahulu datangnya dari yang lain. Terbukti, sebelum adanya makhluk masih ada yang lain yaitu Allah swt sebagai khalik. Sebelum ada anak, maka ayah dan ibu ada terlebih dahulu di dunia ini.
Wallahu a’lam
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah