memberi makan tuhan
sedekah

Memberi Makan Tuhan, Bagaimana Caranya?

 Tuhan Maha Sempurna dan tidak membutuhkan sesuatu pun dari manusia. Bahkan, ibadah manusia sejatinya bukan untuk Tuhan, tetapi semata kepentingan manusia itu sendiri. Tuhan tidak akan berkurang kemuliaannya dengan disembah atau tidak disembah. Hidup manusia memang untuk menghamba kepada Tuhan. Namun, terkadang Tuhan juga ingin meminta makan pada manusia. Koq bisa?

Kalimat di atas hanyalah metafora sekaligus sindiran Tuhan kepada manusia yang hanya selalu menyibukkan diri untuk mengenyangkan diri. Mereka tidak sadar dalam makanan yang diberikan Tuhan sebagai nikmat pada manusia ada hak lain yang sering mereka abaikan.

Dalam sebuah hadist diceritakan. Allah berfirman “Wahai anak Adam, aku minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberikan makan kepada-ku.” Orang Orang itu bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta?”

Allah menjawab, “Ketahuilah, apakah kamu tidak peduli terhadap seorang hamba-Ku, yakni si fulan. Ia telah datang meminta makan kepadamu, namun kamu tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya kamu mau memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR. Muslim).

Hadist di atas merupakan satu refleksi yang sangat luar biasa bagaimana Islam mementingkan kepedulian sosial. Allah bahkan merepresentasikan Diri bagian dari orang lemah yang membutuhkan makanan. Memberi makan kepada yang membutuhkan berarti bagian dari ibadah yang berhubungan langsung dengan Tuhan.

Karena itulah, Islam sangat memperhatikan segala aspek kehidupan manusia serta etika hidup ketika berdampingan dengan makhluk yang lainnya. Itulah alasan mengapa agama Islam juga memberikan anjuran untuk saling berbagi masakan kepada tetangga.

Rasulullah mempraktekkan hal itu dengan selalu berbagi kepada tetangganya, bahkan yang bukan muslim sekalipun. Jika seeorang sedang memasak, tetangga yang mencium bau masakan tersebut ikut mendapat makanan dari Rasulullah.

Perkara ini sesuai dengan hadist Rasulullah yang berbunyi, “Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” (HR. Muslim)

Anjuran memberi makanan kepada tetangga tak hanya memiliki makna untuk memberi saja. Namun Rasulullah seolah memberikan pesan kepada umatnya untuk memperhatikan kondisi sekitar kita, supaya umat muslim bisa saling peduli satu sama lainnya. Memberi makanan bukan hanya kepada tetangga saja, namun kepada mereka yang memang membutuhkan pertolongan.

Orang-orang yang tidak segan memberikan pertolongan kepada saudaranya yang sedang kelaparan termasuk golongan mukmin paling mulia. Mengenyangkan perut orang orang yang kelaparan sama saja kita sedang bertransaksi dengan Allah.

Sudah seharusnya menjadi seorang muslim mau melapangkan diri untuk bersedekah kepada sesama. Untuk melakukan sedekah manusia tidak perlu menunggu kaya, karena memberi makanan tidak melulu dengan harga yang mahal dan mewah. Namun cukup dengan makanan yang kita makan sehari-hari.

Bersedekah dengan istiqomah mulai dari sedekah makanan yang biasa kita makan dan di ruang lingkup terdekat. Carilah ridho Allah di antara mereka yang sedang tidak mampu, tapi tetap menahan dirinya untuk tidak meminta-minta belas kasihan, mereka tetangga, dan kerabat terdekatmu yang jelas membutuhkan pertolongan. Karena dari sedikit yang mungkin kita keluarkan merupakan hal yang berarti untuk orang-orang tersebut.

 

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Check Also

al-quran

Barat Harus Belajar Menghormati Kitab Suci

Peristiwa pembakaran al-Quran di Swedia beberapa waktu terakhir menarik banyak perhatian dunia internasional, terutama masyarakat …

tahun baru imlek

Mengenal Tahun Baru Imlek dan Bagaimana Hukumnya Mengucapkan Selamat?

Perayaan Imlek merupakan hari pertama bulan pertama pada penanggalan China atau masyarakat Tionghoa atau kerap …

escortescort