Pertama pertama kami dari redaksi Islamkaffah ingin menyambut baik para pengunjung yang budiman dengan harapan semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita ke jalan yang benar dan menjadikan kita sebagai orang yang selalu haus terhadap ilmu ilmu yang diridhoi Allah Swt Website Islamkaffah yang kini hadir di tengah tengah anda merupakan respon terhadap kondisi umat Islam saat ini khususnya di dunia digital yang cukup marak dengan berbagai website yang menyajikan berbagai informasi pengetahuan dan khazanah keislaman Website ini berusaha untuk tidak menimbulkan sekat sekat pemahaman terhadap agama yang kita cintai ini Islamkaffah berusaha secara aktif memberikan konstribusi dalam pengembangan khazanah keislaman di tengah tengah pembaca sehingga dapat menekan pengambilan sumber sumber bacaan yang hanya dicuplik dari berbagai postingan yang bertebaran di berbagai media sosial sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang di tengah tengah masyarakat Walaupun sebenarnya kami juga berangkat dari media online sebagai sarana untuk menyebarkan luaskan nilai nilai keislaman namun kami berusaha semaksimal mungkin untuk selalu menjaga originalitas dalam memberikan pemahaman kepada para pengunjung sehingga dapat memahami Islam secara utuh tanpa ada tendensi tendensi satu kelompok masyarakat yang seringkali mengakibatkan tercepahnya umat ini ke dalam berbagai kelompok Istilah Islamkaffah yang kami gunakan di sini bukan berarti sebagai usaha menyaingi website website yang sudah tenar dengan menggunakan nama ini Penggunaan nama islamkaffah semata mata sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkenalkan makna kaffah secara proporsional ke tengah tengah pembaca yang budiman Harapannya dalam memahami kata dan makna kaffah itu sendiri tidak menoton tetapi lebih fleskibel sebagaimana yang terjadi dalam perbedaan interpretasi para ulama klasik dalam memaknai kata kaffah ini Oleh karena itu dalam muqaddimah ini kami berusaha menjelaskan makna kaffah secara singkat dengan menilik sumber sumber bahasa Arab sehingga persepsi tentang kata kaffah yang disebut dalam Alquran dapat kita pahami secara objektif Kata kaffah berasal dari bahasa Arab yang bisa berarti semua bisa juga berarti cukup bisa juga berarti keseluruhan baca lisanul arab dan mu jam alma ani Kata kaffah dapat ditemukan dalam surah At Taubah ayat 36 yang artinya Dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya Dan juga dalam surah Al Baqarah ayat 208 yang Artinya Wahai orang orang yang beriman masuklah ke dalam Islam secara kaffah atau secara keseluruhan Kata kaffah dalam surah Al Baqarah inilah yang menjadi topik pembahasan kita dan kaitannya dengan kata Assilmi Ulama klasik dan moderen berbeda interpretasi dalam menafsirkan kata kaffah ini antara lain sebagai berikut Kata kaffah berarti masuk ke dalam Islam secara keseluruhan karena merujuk pada kata assilmi Artinya setiap di antara kalian harus masuk ke dalam Islam Sementara yang lain menafsirkan kata kaffah dalam ayat ini dengan merujuk kepada kata assilmi adalah berdamai dan rekonsiliasi dengan alasan bahwa kondisi umat Islam sendiri saat itu ada yang saling bermusuhan sehingga semua orang mukmin sebagaimana dalam ayat itu harus turut berdamai dan melakukan rekonsiliasi secara umum dengan asumsi bahwa ayat ini ditujukan kepada orang orang yang mukmin Pembatasan ini menunjukkan bahwa hanya orang orang mukmin saja yang dihimbau agar berdamai dengan sesamanya Sementara sebagian ulama menafsirkan bahwa ayat ini mengajak kepada semua orang Islam agar konsisten terhadap semua ajaran ajaran yang telah dibawah oleh Nabi Muhamamd Saw tanpa meninggalkan satupun ajaran Islam itu sendiri Jika memperhatikan sebab sebab turunnya ayat ini ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa setiap mereka yang sudah beriman kepada Nabi Muhammad Saw harus konsisten terhadap ajaran yang telah dibawah oleh Nabi Muhammad Saw tanpa meninggalkan satupun ajaran nabi dan meninggalkan semua ajaran yang telah diyakini sebelumnya Ayat ini diturunkan ketika beberapa orang Yahudi yang baru saja memeluk Islam menyampaikan kepada Rasulullah Saw bahwa sesungguhnya mereka masih menghormati hari Sabtu yang merupakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa As Sebagaimana diketahui bahwa hari tersebut dimuliakan dalam kitab Taurat sementara kitab taurat juga adalah kitab yang diturunkan dari langit Lalu Allah menurunkan ayat ini sebagai himbauan kepada mereka agar konsisten terhadap semua ajaran yang dibawa oleh nabi Muhamamad Saw dan meninggalkan semua ajaran ajaran yang dianut sebelumnya Ibnu Asyura mengatakan bahwa jika memperhatikan sebab sebab diturunkannya ayat tersebut maka jelas bahwa ayat ini diturunkan kepada orang orang yang telah beriman agar setiap orang mukmin harus konsisten terhadap semua ajaran yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw dan meninggalkan semua ajaran yang dianut sebelumnya Ibnu Asyura juga mengatakan bahwa keabsahan interpretasi tentang umat Islam tidak boleh saling memusuhi antara satu dengan yang lain juga dianggap sangat sesuai dengan kondisi umat Islam dengan merujuk ke akar kata assilmi yang berarti berdamai Tujuan kaffah dalam hal ini dimaksudkan agar semua umat Islam tidak berrmusuhan antara satu dengan yang lain dan ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh At Tabari bahwa kenyataan umat Islam yang sedang saling bermusuhan sejatinya semuanya harus masuk dalam perdamaian secara menyeluruh dengan merujuk ayat tersebut di atas Memang ada perbedaan pendapat tentang kata assilmi Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat itu adalah masuklah kalian semuanya ke dalam Islam dalam artian bahwa semua orang sejatinya memeluk Islam sebagai agama terakhir dan penutup semua risalah Tetapi juga ada yang mengatakan bahwa kata assilmi berarti perdamaian dengan mengikuti pola baca orang orang Kufa yang mengucapkan kata itu dengan ucapan assalmi dengan membaca a pada hurup Sin bukan membaca i Terlepas dari semua perbedaan pendapat tentang makna dan pengertian ayat tersebut apakah ayat itu mengajak agar semua orang masuk ke dalam Islam secara keseluruhan ataukah mengajak orang Islam agar semua konsisten terhadap ajaran ajaran Islam tanpa meninggalkan satupun ajaran yang dibawah oleh Nabi Muhammad Saw ataukah bahwa makna ayat tersebut adalah bagaimana agar umat Islam saling berdamai antara satu dengan yang lain dan tidak menciptakan permusuhan dan saling mengklaim antara satu dengan yang lain hal yang sejatinya penting di sini adalah bagaimana menginterpretasikan ayat tersebut dengan membandingkan kondisi umat Islam saat ini yang ditandai dengan berbagai masalah yang melanda Islam itu sendiri yang mengakibatkan munculnya berbagai persepsi tentang Islam khususnya para pemerhati keislaman yang berasal dari luar Islam Di sinilah website Islamkaffah yang kami kelola ini ingin berusaha menyediakan setiap saat kepada pembaca dan pengunjung yang budiman wacana wacana keislaman yang dapat memperkuat penafsiran pemahaman terhadap makna kaffah dan berbagai isu isu keislaman sehingga Islam selalu eksis dan sesuai dengan zaman

Tinggalkan Balasan