Di era digital saat ini manusia semakin manja Kebutuhan informasi tidak perlu dicari tetapi datang membanjiri setiap hari Akibat kemudahan ini kita terjatuh dalam budaya malas untuk memeriksa apapun yang kita terima Tanpa pikir panjang kita mudah menelan mencerna bahkan menyebarkan setiap informasi yang datang Budaya malas dan manja ini yang menyebabkan suburnya informasi hoaks di tengah masyarakat Pada gilirannya kita sulit membedakan mana informasi yang benar dan salah Pada kondisi ini mestinya kita harus bisa lebih berhati hati dengan mengedepankan etika baik dalam menerima ataupun menyebarkan informasi di media sosial Islam telah memberikan panduan dalam menerima informasi Islam mengatur umatnya agar tidak mudah jatuh dalam jurang kabar informasi dan berita yang kadang menyesatkan kita dalam kesalahan dan kerusakan Kabar bohong dan fitnah dalam Islam dipandang sebagai sumber bencana Dalam Islam sudah diajarkan untuk tidak menerima informasi secara terburu buru Kedepankan proses tabayyun atau klarifikasi tentang informasi yang diterima Misalnya dalam Qur an ditegaskan Artinya Hai orang orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu QS Al Hujurat 6 Kata kunci dari ayat tersebut memberikan pelajaran penting ketika menerima informasi Pertama umat Islam tidak boleh terburu buru dalam menerima kabar dan informasi Tidak terburu buru untuk membenarkan apalagi menyebarkan Dalam sebuah hadist Nabi mengistilahkan perbuatan buru buru dengan perilaku setan Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda Ketengangan itu datang dari Allah SWT dan ketergesaan itu dari Setan HR Al Baihaki Makna Sabda ini ingin menegaskan bahwa perbuatan tergesa gesa merupakan tindakan jelek yang harus dihindari oleh umat Islam Kenapa tergesa gesa dipandang perbuatan setan Dalam hadist yang lain Nabi memperingatkan Sungguh yang membinasakan manusia adalah sifat tergesa gesa Andai manusia mencari kepastian terlebih dahulu maka tidak ada satupun yang binasa Hadist ini semakin menegaskan bahwa perbuatan yang tergesa gesa merupakan sumber bencana Mereka yang menerima setiap informasi dengan tergesa gesa menyebarkan merupakan sumber kebinasan Dalam Ayat Alhujurat disebut sebagai menimpakan musibah kepada suatu kaum Kata kunci kedua ketika menerima informasi adalah tabayyun atau periksa dengan teliti Dalam hadist di atas juga disebutkan agar umat Islam tidak tergesa gesa dengan mengedepankan pencarian kepastian terlebih dahulu Melihat panduan Islam ini sebenarnya kabar bohong dan fitnah yang saat ini dikenal dengan istilah hoaks merupakan gejala peradaban manusia yang sudah muncul berabad abad lamanya Islam menekankan pada ketidaktergesa gesaan kehati hatian dan tabayyun agar umat Islam tidak jatuh dalam lubang bahaya hoaks Hoaks merupakan sumber musibah tidak hanya bagi diri pribadi muslim tetapi juga kepada suatu kaum atau masyarakat secara luas Islam secara tegas melarang berita bohong dan apabila umat Islam menerima kabar yang jelas jelas tingkat fitnah dan kebohongannya Qur an memberi panduan Artinya Dan mengapa kamu tidak berkata di waktu mendengar berita bohong itu Sekali kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami ini adalah dusta yang besar QS An Nur 16 Dalam berinteraksi Islam telah memberikan panduan etika untuk menjaga pergaulan yang sehat dan Islami Salah satunya Islam melarang keras untuk menyebarkan praduga apalagi kebohongan Islam mengedepankan suasana yang rukun dan melarang umatnya untuk mencari cari keburukan saudaranya apalagi dengan menggunjing Dalam Qur an Allahberfirman Artinya Hai orang orang yang beriman jauhilah kebanyakan purbasangka kecurigaan karena sebagian dari purba sangka itu dosa dan janganlah mencari cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang QS Al Hujurat 49 12 Islam mengajarkan agar berita yang dapat mengumbar kejelekan seseorang baik itu berita benar apalagi fitnah untuk tidak disebarkan Jangankan berita bohong berita yang benar tetapi dapat membuka aib sesamanya sangat dilarang dalam etika dan adab Islam Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda Tahukah kalian apa ghibah itu Para shababat menjawab Allah dan Rasul Nya lebih mengetahui Beliau bersabda Ghibah itu adalah bercerita tentang saudara kalian tentang hal yang ia benci Ada yang bertanya Bagaimana pendapatmu jika yang saya ceritakan itu benar benar nyata ada pada diri orang itu nabi pun menjawab Jika apa yang kamu katakan tentang saudaramu itu benar adanya maka telah melakukan ghibah kepadanya namun apabila apa yang kamu katakan tidak benar maka berarti kamu telah melakukan kedustaan fitnah kepadanya HR al Bukhari dan Muslim Metafora yang digambarkan dalam Qur an sangat tegas menggunakan kiasan yang sadis Perilaku menggunjing dengan kebohongan tersebut seperti memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati Astgfirullah Jika engkau tidak bisa berkata baik perintah Nabi maka diamlah Selamatnya umat muslim karena mampu menjaga lisan Dalam kaidah fiqh dikatakan Tulisan itu memiliki kedudukan hukum seperti ucapan Artinya dalam aspek hokum tulisan dan ucapan itu sama memiliki kedudukan hukum Berbicara bohong atau menyebar tulisan yang bermuatan fitnah dan kebohongan juga sesuatu yang tercela menurut Islam Karena itulah sejak dalam pikiran umat Islam harus menjaga lisannya agar tidak mudah mengumbar berita bohong apalagi sampai membuka aib saudara seiman Semoga termasuk kita umat Islam yang selalu mendapatkan perlindungan dari Allah dari segala informasi bohong dan tindakan tercela dengan menyebarkan kebohongan yang dapat menimbulkan musibah bagi diri kita dan orang lain AminWallahu a lam

Tinggalkan Balasan