Berbicara mengenai khilafah maka kita akan menemukan pembahasan dalam al Quran sebanyak empat kali Pertama surah al Baqarah ayat 30 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi Mereka berkata Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau Tuhan berfirman Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui QS Al Baqoroh 30 Kedua terdapat pada surah Yunus ayat 14 Kemudian Kami jadikan kamu pengganti pengganti mereka di muka bumi sesudah mereka supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat QS Yunus 14 Ketiga surah Sad terdapat pada ayat 26 Hai Daud sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah penguasa di muka bumi maka berilah keputusan perkara di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah Sesungguhnya orang orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan QS Sad 26 Dan surah yang keempat adalah An Nur ayat 55 Dan Allah telah berjanji kepada orang orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal amal yang saleh bahwa Dia sungguh sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai Nya untuk mereka dan Dia benar benar akan menukar keadaan mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa Mereka tetap menyembahku Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu maka mereka itulah orang orang yang fasik QS An Nur 55 Baca juga Islam Kaffah Meneguhkan Toleransi dan Kesantunan di Tengah PerbedaanDari penjelasan al Quran di atas tidak satupun makna khilafah yang berbicara sistem pemerintahan Kemudian ketika ditelusuri dalam perjalanan lintas sejarah politik islam istilah khilafah dikenal justru pasca Rasulullah SAW Di Madinah gelar khilafah dimulai dari sahabat Abu Bakar al Shiddiq RA 632 634 Umar bin al Khattab RA 634 644 Usman bin Affan RA 644 655 dan Ali bin Abi Thalib RA 655 660 M Para sahabat mengganti posisi Nabi Muhammad SAW dalam posisi sebagai kepala pemerintahan Gelar khilafah juga digunakan dinasti Muawwiyah 661 745 M Di Damaskus Dinasti Abbasiyah di Baghdad 750 1224 M Dinasti Usmaniyyah di Istanbul Turki 1281 1924 M hingga berakhirnya kekhilafahan Islam di Turki pada abad ke 20 Tidak dapat dipungkiri bahwa masa keemasan umat Islam terjadi pada masa Khalifah Harun Ar Rasyid Hampir di semua bidang keilmuan banyak melahirkan ilmuan ilmuan terkemuka yang hingga sekarang masih menjadi rujukan Runtuhnya kekhilafahan di Istanbul Turki membuat Umat Islam semakin sibuk mencari alternatif selain doktrin khilafah Doktrin khilafah islamiyyah sebagai mana yang diyakini oleh para pendukungnya bahwa tidak ada pemisahan antara agama dan negara Kekuasaan agama dan politik harus digabungkan dalam satu kesatuan sehingga memungkinkan syariat untuk bisa diterapkan dan komunitas muslim terlindungi Rujukan mereka adalah al Quran surah an Nisa 59 Hai orang orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul Nya dan ulil amri di antara kamu Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya QS An Nisa 59 Dalam pandangan mereka ayat tersebut menegaskan perlunya ketaatan pada Allah Nabi dan orang orang yang berkuasa di negera tersebut Mereka juga merujuk pada contoh dari kepemimpinan pemerintahan Nabi SAW di Madinah yang pada saat bersamaan bertindak sebagai spritual sekaligus pemimpin komunitas politik Pendeknya kecenderungan mereka adalah menjustifikasi inovasi masa kini terhadap praktik praktik masa lalu Sesungguhnya dalam perjalanan politik umat Islam selalu ada wacana untuk membangkitkan khilafah islamiyah Terlebih di Indonesia pergerakan ini telah mulai bergolak sejak awal kemerdekaan republik Indonesia Namun demikian apakah upaya untuk membangkitkan kembali gagasan khilafah mempunyai urgensi bagi kehidupan berbangsa di Indonesia Belakangan kita sering sekali mendengar gema teriakan Saatnya khilafah ditegakkan Khilafah islamiyyah kemudian disambut dengan pekikan Allahu Akbar yang lebih keras lagi pekikan suara suara tersebut menggema hampir di setiap demonstrasi terlebih sebelum ormas Hizbut Tahrir Indonesia HTI dibekukan oleh pemerintah karena disinyalir dapat menggerogoti sendi sendi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Langkah tegas pemerintah yang membekukan HTI tentu saja mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan baik yang mendukung HTI maupun yang berbicara atas nama hukum positif Namun pemerintah tetap menjalankan keputusannya karena telah didasari dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai ahli hukum dan agama Ketika kita kembali pada nash nash yang telah berbicara tentang khilafah tidak satupun ditemukan bahwa terdapat perintah atau kewajiban untuk penyatuan seluruh umat islam dalam satu wadah yang bernama khilafah Namun demikian justru mengarah pada satu tujuan saling membantu di antara sesama sebagaimana ditegaska dalam surah Ali Imran Dan janganlah kamu menyerupai orang orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka Mereka itulah orang orang yang mendapat siksa yang berat QS Ali Imran 105 Kesatuan umat Islam tidak bermakna dileburnya segala perbedaan atau ditolaknya segala ciri atai sifat yang dimiliki oleh perorangan kelompok asal keturunan atau bangsa Justru di dalam al Quran hanya mengamanatkan nilai nilai yang umum dan menyerahkan kepada masyarakat manusia untuk menyesuaikan diri dengan nilai nilai umum Sistem khilafah yang dikenal hingga masa Dinasti Ustmaniyyah sesungguhnya hanya salah satu bentuk yang dapat dibenarkan tapi bukan satu satunya bentuk baku yang ditetapkan Bukan bersifat normatif tetapi historis Kesimpulannya adalah sistem negara dalam Islam itu tidak ada Yang terpenting dalam Islam adalah dampak dari sistem politik yang dijalankan Oleh karena itu signifikansinya bukan pada bentuk sebuah negara kerajaan republik dan lainya Tetapi yang menjadi esensi dari sebuah negara adalah terciptanya keadilan dan terjaganya al Dlaruriyyah al Khamsah lima prinsip dasar Diantaranya adalah Hifdhu al Din Hifdhu al Nafs al Aql Hifdhu al Nasl Hifdhu al Mal Jika negara dalam bentuk apapun bisa menjamin terpenuhinya 5 dasar tersebut maka sejatinya itulah implementasi dari khilafah islamiyah sebagaimana dicontohkan Nabi di Madina

Tinggalkan Balasan