Abdul aziz bin bazz
Abdul aziz bin bazz

Mengenal Tokoh Wahabi (4): Abdul Aziz Bin Bazz

Tokoh Wahabi yang juga banyak memberikan pengaruh adalah Abdul Aziz  bin Bazz. Salah satu tokoh yang juga aktif dalam mengkafir-kafirkan umat Islam yang tidak sepaham dengannya. Fakta mengkafir-kafirkan umat Islam ini dapat ditelaah sendiri dalam beberapa kitabnya, seperti Al Aqidah Al Shahihah Wama Yudhahuha.

Abdul Aziz bin Bazz dengan nama lengkapnya adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz lahir pada tanggal 12 Dzulhijjah 1330 H. di Riyadz Saudi Arabia. Pada saat masih balita, ayahnya sudah dipanggil oleh Allah swt. Sehingga sejak balita ia diasuh oleh ibu dan kerabat dekatnya.

Pada usia 16 tahun, Abdul Aziz bin Bazz terkena penyakit mata yang sangat serius sehingga berefek kepada penglihatannya. Kemudian, menginjak 20 tahun, penyakit tersebut semakin parah dan mengakibatkan Abdul Aziz bin Bazz positif buta. Dan pada usia 27 tahun, ia menjabat sebagai qadhi (hakim) untuk kota Kharj. Ini merupakan prestasi yang besar yang pernah dicapainya.

Selain sebagai hakim, ada banyak prestasi yang diperoleh oleh Abdul Aziz bin Bazz, antara lain ia dipercayai sebagai Mufti (penasehat agung) kerajaan Saudi Arabia, kemudian juga rektor Universitas Islam Madinah dan dewan dalam Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’.

Sama dengan tokoh Wahabi lainnya, Abdul Aziz bin Bazz banyak fatwa-fatwa yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam. Misal larangan bertawassul kepada orang-orang shalih, perayaan Maulid Nabi saw dan perayaan ulang tahun, semata-mata berziarah ke makam Nabi Muhammad saw. Bahkan seandainya melakukan perjalanan ke kota Makkah atau Madinah, harus berniat ziarah ke masjid Nabawi baru ziarah kubur. Amaliyah ini semuanya dinilai sebagai perbuatan bid’ah yang tidak sesuai dengan syariat Islam[1]. Fatwa Ibn Bazz ini diutarakan semuanya dalam kitab Majmu’ Fatawa Ibn Bazz.

Baca Juga:  Mengenal Tokoh Wahabi (6) : Nashiruddin Albani

Kitab-kitab karangan Abdul Aziz bin Bazz antara lain ialah:

  1. Al Faidhul Hilyah Fi Mabahits Fardiyah
  2. Hukmus Sihri wal Kahanah
  3. Syarh Ushulus Tsalatsah
  4. At Tahdzir Minal Bida’
  5. Al Aqidah As Shahihah Wama Yudhadhuha

Dan banyak juga kitab lainnya yang tidak sempat saya sebutkan satu persatu. Karena yang penting bagi kita umat Islam, harus pandai-pandai mencerda fatwa-fatwa Abdul Aziz bin Bazz, karena banyak fatwa yang menyimpang dasar-dasar agama, yang semuanya itu tercantum dalam kitabnya.

Wallahu a’lam

 

[1] Abdul Aziz bin Bazz, Majmu’ Fatawa Ibn Bazz, Juz 5, Hal 176

Bagikan Artikel ini:

About M. Jamil Chansas

Dosen Qawaidul Fiqh di Ma'had Aly Nurul Qarnain Jember dan Aggota Aswaja Center Jember

Check Also

wanita ghamidi

Belajar Menghargai Orang Lain dari Kisah Wanita Ghamidi yang Berzina

Satu hari, ada seorang wanita hamil dari suku Ghamidiyah mendatangi Rasulullah saw. ia meminta dirajam …

syirik

Syirik menurut Aswaja dan Wahabi (3) : Gara-Gara Salah Konsep, Wahabi Kafirkan Seluruh Umat Islam

Pada Artikel sebelumnya telah disampaikan bahwa konsep syirik ala Wahabi lebih menekankan pada pengingkaran Tauhid …