kiayi nawawi sidogiri
kiayi nawawi sidogiri

Mengenang Kiai Nawawi Abdul Jalil Sidogiri

Kabar duka kembali menyelimuti bumi pertiwi. Kali ini kabar duka itu berhembus dari Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya dari Pondok Pesantren Sidogiri. KH Nawawi Abdul Jalil wafat pada hari Ahad 2 Dzul Qo’dah 1442 H/ 13 Juni 2021, pukul 16.40 WIB.

Kiai Karismatik yang menjadi Khadimul Ma’had Sidogiri sejak tahun 2005 ini adalah putra Kiai Abdul Jalil bin Fadhil, cicit Sayyid Abu Bakar Syatha al Dimyathi pengarang kitab I’anatu al Thalibin. Ibundanya bernama Nyai Hanifah binti Kiai Nawawi bin Nurhasan bin Nurkhatim.

Dirunut nasabnya, dari jalur ayah Kiai Nawawi keturunan Sunan Ampel. Bila ditulis lengkap, Kiai Nawawi bin Abdul Jalil bin Fadhil bin Sulaiman bin Ahsan bin Sayyid Zainal Abidin (Sunan Cendana atau Raden Senopati Pranujoyo Kwanyar, Bangkalan) bin Sayyid Muhammad Khatib bin Sayyid Muhammad Qasyim (Sunan Drajat) bin Raden Rahmat (Sunan Ampel).

Silsilah almarhum nyambung kepada Sayyid Abu Bakar Syatha dari jalur Ibu Kiai Abdul Jalil, yakni Nyai Syaikhah binti Syarifah Lu’lu’ binti Sayyid Abu Bakar Syatha al Dimyathi al Dimasqi.

Almarhum dikenal sebagai kiai yang memiliki kedekatan dengan santrinya. Pada malam hari beliau sering mengontrol sendiri kamar-kamar santrinya supaya santri belajar atau muthalaah.

Pesan beliau kepada santrinya untuk senantiasa menjaga muru’ah, marwah atau kehormatan para ulama dan senantiasa mengabdi kepada Nahdlatul Ulama (NU). Tujuannya tidak lain supaya paham Ahlussunah wal Jama’ah terus membumi di bumi Nusantara.

Untuk upaya ini beliau menyumbang satu warisan intelektual, satu kitab yang berjudul Al Ma’man min al Dhalalah. Kitab tauhid bidang akidah Ahlussunah wal Jama’ah. Kitab ini dijadikan referensi dan kajian oleh ulama-ulama yang lain dan juga oleh pegiat paham Ahlussunah wal Jama’ah.

Baca Juga:  Kopi : Dari Minuman Para Sufi Hingga Menjadi Tradisi

Satu lagi yang istimewa dari almarhum adalah sifat tawadhu’nya. Meskipun dirinya adalah Kiai dan ulama kesohor, namun urusan menerima tamu yang datang ke dalem (rumah) nya beliau tidak tebang pilih. Siapapun mendapatkan penghormatan yang sama sebagaimana tamu-tamu yang lain.

Selamat jalan Kiai Nawawi Abdul Jalil. Saya, alumni Pesantren Sidogiri, santri jenengan. Semoga walaupun sedikit mampu meniru dan melanjutkan cita-cita yang telah terpahat dalam hati yang sering engkau sampaikan kepada kami santri-santri Pesantren Sidogiri. Tangisku mengiringi kepergianmu, kiaku, murobbiku. Alfatihah.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kiamat

5 Pertanyaan Allah Kepada Manusia di Hari Kiamat

Mati itu pasti. Setiap orang, setiap yang bernyawa pasti mati. Selain Allah, semua pasti mati. …

Toa masjid

Apakah Perintah Mengeraskan Suara Adzan Harus Memakai TOA?

Sejak pertama kali ditemukannya teknologi mutakhir dengan Branding TOA, hingga saat ini ia menjadi branding …