noname
noname

Fikih Nusantara (8): Kitab Fashalatan Karya Kiai Abdul Hamid Kendal

Sebutan Masyhur penulis kitab ini adalah Syaikh Abdul Hamid bin Ahmad al Qandaly. Tipikal ulama yang produktif menulis. Lahir tahun 1915 M. Dikemudian hari beliau nyantri kepada KH. Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Dan bersahabat akrab dengan KH. Abdul Wahid Hasyim, putra KH. Hasyim Asy’ari.

Kebanyakan karya beliau ditulis dengan aksara Arab Pegon. Di antaranya, ‘Aqidatu Ahlissunnah wal Jama’ah, Manasik al Hajj wa al ‘Umrah, Risalah al Nahdliyyah, Risalatu al Shiyam, Sabil al Munji fi Tarjamati Maulid al Barzanji, Tashil al Thariq, Risalatu al Huquq al Zaujain, I’anatu al Muhtaj fi Qisshati al Isra’ wa al Mi’raj, Fashalatan dan ada banyak lagi.

Kitab dengan judul yang sama sebelumnya juga pernah ditulis oleh Kiai Shaleh Darat. Namun bukan berarti kitab Fashalatan karya Kiai Abdul Hamid Kendal ini adalah jiplakannya. Kitab ini orisinil. Dan pernah diterjemah kedalam bahasa Sunda oleh Muhammad Ambari dari Cilimus, Kuningan, Kendal.

Apa ulasan dalam kitab ini? Dari judulnya saja sudah bisa diterka yang menjadi fokus utama adalah pembahasan shalat. Memang demikian. Sebagaimana dijelaskan sendiri oleh pengarangnya yang tetulis pada halaman sampul, kitab ini berisi pembahasan tentang syarat dan rukun shalat, juga menjelaskan maksud dan bacaan dalam shalat serta wirid setelah shalat bagi orang awam.

Dari sini bisa dilihat bahwa kitab ini tidak murni hukum fikih, mirip kitab Mir’at al Thullab Karya Syaikh Abdurrauf al Sinkili dan kitab karya Kiai Shaleh Darat Majmu’at al Syari’at al Kafiyah li al Awam yang pembahasannya dilengkapi dengan disiplin ilmu tasawwuf.

Pada halaman pengantar pengarang menulis, kitab ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam kalangan awam supaya mengerti, mengetahui dan memahami dengan sempurna tata cara dan semua hal yang terkait dengan shalat. Sebab, disamping rukun Islam shalat merupakan ibadah dan kewajiban yang paling utama bagi umat Islam.

Baca Juga:  Fikih Nusantara (22): Kitab Qut al Habib al Gharib Karya Imam Nawawi Banten

Dari informasi pada lembar pengantar pula diketahui bahwa kitab ini tuntas ditulis pada tanggal 1 Rajab tahun 1372 H/ 17 Maret 1953 M. Sepuluh tahun kemudia, yakni tahun 1383 H/1964 M, kitab ini diterbitkan oleh percetakan Toha Putra Semarang. Pada cetakan ini tebal kitab 88 halaman.

Inilah satu diantara karya Kiai Abdul Hamid Kendal yang memberikan banyak kontribusi kepada kalangan awam. Sebuah kitab ringkas namun luas cakupannya. Patut kita semua membacanya untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang shalat.

Terpenting, generasi umat Islam saat ini, walaupun tidak bisa menyamai keilmuan beliau dan tidak mampu mengarang kitab, paling tidak membaca kitab ini supaya pemahaman dan penguasaan terhadap ilmu agama semakin sempurna.

Dan, kitab ini semestinya pula masuk dalam daftar perpustakaan pribadi kita. Kitab karya salah satu ulama Nusantara perumus kalam penutup “Billahi wa al Taufik wa al Hidayah” dan “Wallahu al Muwafiq ila Aqwami al Thariq” yang sampai saat menjadi ciri khas Nahdliyyin di saat menutup pidato, selesai menyampaikan materi, ceramah, dan lain-lain.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

khutbah jumat singkat

Khutbah Jumat Singkat Tanda Khatib Paham Agama

Kebiasaan membaca khutbah Jum’at dengan durasi waktu yang lama banyak dijumpai di masjid-masjid, terutama di …

idhah al bab

Fikih Nusantara (30): Kitab Idhah Al Bab Karya Syaikh Daud bin Abdullah al Fathani

Pattani, Thailand Selatan sekarang, tidak hanya tanahnya yang subur, negeri yang berbatasan dengan Malaysia ini …