Musim kemarau yang panjang dan kekeringan di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan mengelola air dengan bijak. Air adalah berkah Allah sebagai sumber kehidupan, dan tugas kita sebagai manusia adalah menjaga dan menghormati karunia ini. Praktik menghemat air juga tercermin dalam pandangan Islam, yang mengajarkan pemeliharaan dan pengelolaan sumber daya alam sebagai kewajiban.
Dalam Al-Quran, Allah berfirman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (bumi) itu menjadi baik. Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-A’raf: 31). Menghemat air adalah salah satu bentuk menjalankan amanah Allah untuk merawat bumi.
Menurut Islam, manusia adalah khalifah (pemelihara) alam semesta. Manusia diberikan tanggung jawab untuk menjaga alam semesta yang telah diciptakan oleh Allah. Dengan menghemat air, manusia menjalankan tugas pemeliharaan alam semesta ini.
Pentingnya menjaga dan mengelola air dengan bijak juga terkait dengan keseimbangan ekosistem alam. Air adalah elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ketika air dihemat, keseimbangan ekosistem terjaga, dan ini menguntungkan masyarakat secara keseluruhan.
Menghemat air memungkinkan kita untuk menggunakan air tersebut untuk keperluan yang lebih penting dan mendesak, seperti irigasi pertanian, mandi, minum, dan keperluan medis. Dengan cara ini, kita menciptakan kesejahteraan bersama dan meminimalkan ketidaksetaraan dalam akses air.
Dalam Islam, setiap tindakan baik yang dilakukan untuk menjaga alam semesta dan memenuhi hak asasi manusia dianggap sebagai ibadah. Oleh karena itu, menghemat air dengan bijak adalah tindakan yang penuh dengan makna dan mendatangkan berkah. Ini juga adalah bentuk tanggung jawab moral dan etis kita sebagai umat manusia dalam menjaga ciptaan Allah.
Hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan pentingnya menghormati air. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jangan membazirkan air, walaupun jika kamu berada di tepi sungai yang deras.” Pesan ini menekankan pentingnya menghemat air, bahkan jika sumber air tersedia dalam jumlah yang melimpah.
Selain itu, hadis lain mencatat bahwa Rasulullah menghimbau untuk menjaga kebersihan air. Beliau bersabda, “Air itu suci, janganlah kalian membuang air besar ke dalam air yang mengalir atau ke dalam air yang diam, karena ada yang memerlukan air tersebut.” Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kualitas air dan menghindari pencemaran.
Ketika kita berbicara tentang pengelolaan air yang bijak, kita juga dapat merujuk pada konsep “rahmatan lil alamin” dalam Islam. Konsep ini mengajarkan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam semesta. Dengan menjaga air, kita berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan menjaga alam semesta yang indah yang telah Allah anugerahkan kepada kita.
Ketika kita menghadapi tantangan musim kemarau yang panjang di Indonesia, kita harus ingat bahwa menjaga air adalah kewajiban yang diamanahkan kepada kita. Kekeringan dan kelangkaan air telah menjadi masalah serius di beberapa wilayah, dan kita perlu mengambil tindakan konkret.
Pertama, edukasi publik tentang pentingnya menghemat air harus ditingkatkan. Masyarakat perlu diberitahu tentang cara mengurangi pemborosan air dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperbaiki keran yang bocor, mengurangi waktu mandi, dan mengelola air limbah dengan bijak.
Kedua, perlu dilakukan pengelolaan sumber air yang lebih efisien. Ini melibatkan pengelolaan irigasi pertanian yang lebih baik, pelestarian hutan dan lahan basah untuk menjaga aliran air, dan pengurangan polusi air.
Ketiga, penting untuk melibatkan komunitas dalam pengelolaan air. Masyarakat harus didorong untuk menjaga sumber air lokal, seperti sungai dan mata air, dan untuk melaporkan aktivitas yang dapat merusak lingkungan air.
Ketika kita menggabungkan nilai-nilai Islam tentang pemeliharaan alam dan hadis Nabi Muhammad SAW tentang menghormati air, kita mendapatkan pandangan yang komprehensif tentang pentingnya menjaga air. Dalam situasi saat ini di Indonesia, di mana musim kemarau yang panjang telah menyebabkan kekeringan, kita harus bertindak dengan bijak dalam mengelola dan menghormati air sebagai berkah dari Allah yang tak ternilai harganya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah