Menyikapi secara Arif Khutbah Jum’at Menteri Agama

Shalat Jum at adalah ritual ibadah sekali dalam sepekan Namun ritual ini cukup praktis sebagai media untuk menyampaikan pesan keagamaan dan memupuk kebersamaan Khutbah dalam rangkain shalat jumat menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan pesan tersebut Karenanya orang yang tampil di atas mimbar adalah ia yang memiliki pamor ketokohan dan kredibilitas keilmuan yang mumpuni Kemaren Menteri Agama tampil sebagai khatib sebutan bagi orang yang menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Tak membaca shalawat saat menyampaikan khutbah lagi lagi sang Menteri menuai protes dan mendapat sorotan tajam Kok diprotes Kok disorot Kemungkinannya karena khutbahnya tak seperti khutbah yang lumrah disampaikan Atau karena sebagai publik figur tak seharusnya Beliau melakukan kesalahan walaupun hanya tidak membaca shalawat Lalu bagaimana sesungguhnya fikih menyikapi fenomena ini Khutbah adalah sarana utama dalam ritual Shalat Jum at karena khutbah adalah media yang dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad untuk menyampaikan message keagamaan Oleh karena itu tak segampang menyampaikan orasi ada beberapa rukun unsur khutbah yang tidak boleh diabaikan Zainuddin al Malibari dan Imam Syarbini misalnya dua orang faqih syafi i menyebutkan ada lima rukun unsur yang harus ada dalam sistematika khutbah Bila salah satunya diabaikan maka batallah khutbahnya Pertama membaca hamdalah sesuai dengan khutbah yang dipraktekkan oleh Rasulullah Kedua membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad Walaupun bershalawat saat khutbah ini masih disangsikan oleh Imam al Qamuliy menurutnya hanya Imam Syafii sajalah yang mewajibkan untuk membaca shalawat saat khutbah khutbah di era Rasul tak pernah didengarkan bacaan Shalawat Itu murni praktek khutbah yang dilakukan oleh ulama salaf dan ulama khalaf Ketiga wasiat tentang ketaqwaan Menurut al Syarbini tujuan utama khutbah ialah memberikan peringatan dan kewaspadaan kepada umat tentang bahayanya ketidak patuhan kepada syariat Allah Keempat membca ayat al Qur an Kelima berdoa untuk orang orang mu min Mughni al Muhtaj 1 426 Fath al Muin 41 Baca juga Mengatur atau Melarang Cadar Mengacu kepada pendapat hukum Imam al Qamuliy sesungguhnya apa yang dilakukan Menteri Agama tidak 100 salah dan keliru Mungkin kesalahannya hanya sebatas Beliau keliru menempatkan dirinya berkhutbah di kalangan orang orang yang sudah terbiasa mendengarkan bacaan shalawat saat khutbah Justru kesalahan terbesarnya terletak pada orang orang yang menyoroti atau menebar protes yang kurang bijaksana Perlu diingat kebenaran hukum dalam fikih itu sifatnya dhanniy relatif bukan qath iy absolut Kenapa dhanniy Karena dalam kajian fikih ada ruang terbuka lebar dan itu dibenarkan dan terjadi perbedaan pandangan manhaj Sebagaimana difirmankan dalam al Qur an surat al Baqarah ayat 148 Dan bagi tiap tiap umat beragama memiliki arah wijhah kiblat sendiri yang ia menghadap kepadanya maka berlomba lombalah untuk melakukan kebaikan kebaikan Abdur Rahman al Qammasy menafsirkan wijhah bukan dengan arah kiblat Tetapi dengan arah kebaikan dan sudut pandang dalam berfikir untuk menemukan kebaikan Al Qamuliy memiliki sudut pandang berbeda dengan al Syarbiniy Begitu pula Menteri Agama memiliki cara berkhutbah yang berbeda dengan kebanyakan khatib lainnya dan masing masing tentu tidak bisa dikelirukan Jami Lathaif al Tafsir Abdur Rahman al Qammasy 2 244 ABDUL WALID Alumni Ma had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Dan Dewan Asatidz di Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cemoro Banyuwangi

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Menimbang Mashlahah dan Mudharat “New Normal”
Best Automated Bot Traffic

About Islam Kaffah

Islam Kaffah