Raj Thackeray
Raj Thackeray

Minta Pengeras Suara Dihapus Setelah Idul Fitri, Sayap Kanan India Ancam Gelar Hanuman Chalisa Depan Masjid

New Delhi – Islamofobia kian hari makin menjadi-jadi. Ketakutan dan kekhawatiran India akan perkembangan Islam yang bisa menyusul mayoritas Hindu membuat para petinggi negara tersebut terus melakukan upaya-upaya untuk mendiskriminasi, bahkan menyerang umat Islam.

Terkini, Ketua partai politik sayap kanan India Maharashtra Navnirman Sena (MNS) Raj Thackeray kembali mengulangi permintaanya untuk menghapus pengeras suara dari masjid, Selasa (12/4/2022). Thackeray ingin pengeras suara di masjid dihapus pasca-Idul Fitri ini.

Dilansir dari The Hindu pada Rabu (13/4/2022), Thackeray ingin pemerintah negara bagian mengadakan diskusi dengan maulavis masjid sampai Idul Fitri pada 3 Mei untuk memastikan pengeras suara dihapus. Dia juga mengimbau Perdana Menteri Narendra Modi membawa Uniform Civil Code dan bertindak mengendalikan pertumbuhan penduduk.

“Bulan Ramadhan sedang berlangsung dan Idul Fitri jatuh pada 3 Mei. Hari ini 12 April dan saya ingin pemerintah negara bagian memanggil Maulavis dari semua masjid di Maharashtra dan memastikan pengeras suara dihilangkan pada Idul Fitri. Jika tidak, kami akan mulai memainkan Hanuman Chalisa di depan setiap masjid,” kata Raj Thackeray dikutip dari laman Republika.co.id.

Hanuman Chalisa adalah kebaktian Hindu untuk memuji Hanuman. Selain itu, Thackeray juga menjawab terkait kritik dia menyanyikan lagu Bharatiya Janata Party. Thackeray mengatakan dia berbicara apa yang dia inginkan dan menargetkan siapa pun yang bersalah.

“Mereka (lawan-lawannya) mengatakan saya dulu menentang Narendra Modi dan sekarang menyanyikan lagu BJP. Saya ingin mengingatkan semua saya adalah orang pertama yang memberi selamat kepada Narendra Modi karena menghapus Pasal 370. Saya adalah orang pertama yang menuntut Modi sebagai Perdana Menteri negara. Saya sekarang ingin Narendra Modi membawa Seragam KUH Perdata dan tindakan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk negara,” katanya.

Baca Juga:  Hindari Kepanikan Masyarakat, Bupati Ngawi Larang Pengumuman Berita Duka Di Masjid

Thackeray membuat kontroversi dalam rapat umum di Gudi Padwa di Taman Shivaji di Mumbai pada 2 April lalu. Ia meminta pekerja partainya memainkan Hanuman Chalisa di depan masjid jika adzan terus dilakukan dengan pengeras suara. Setelah itu, dia memutuskan mengadakan rapat umum lagi untuk menjawab semua kritik atas peringatannya.

“Ini bukan masalah komunal, ini adalah masalah sosial. Mengapa kita harus mendengar salat orang lain? Mengapa mereka harus diizinkan memblokir jalan? Hari ini, saya ingin memberitahu semua umat Hindu di tanah air untuk maju dan mulai memainkan Hanuman Chalisa di depan masjid setelah Idul Fitri jika pengeras suara tidak dilepas,” katanya.

Thackeray, saat menjawab pemimpin Partai Kongres Nasional (NCP) dan wakil Ketua Menteri Ajit Pawar mengatakan dia telah berbicara tentang pengeras suara di masjid selama bertahun-tahun dan akan terus melakukannya hari ini.

“Biarkan aku mengulanginya. Kami tidak akan mundur dalam masalah pengeras suara di masjid,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …