Lahan bekas Masjjid Al Hurriyah yang telah dirobohkan oleh MNC Grup
Lahan bekas Masjjid Al Hurriyah yang telah dirobohkan oleh MNC Grup

Bulan Ramadan, MNC Group Malah Gusur Masjid di Kebon Sirih

Jakarta – Saat umat Islam tengah khusyu’ menjalankan ibadah puasa, perusahaan properti milik konglomerat, Hary Tanoesoedibyo justru menggusur Masjid Al Hurriyah di kawasan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/4/2022), dibongkar oleh PT MNC Property Group. Masjid itu berada disamping gedung pencakar langit MNC Group.

Kini, masjid tersebut sudah rata dengan tanah. Selama ini Masjid Al Hurriyah menjadi tempat beribadah warga RW 06 Kelurahan Kebon Sirih. Area lahan pun sudah dikelilingi pagar pembatas menjulang tinggi. Hanya tersisa satu pohon berdiri di tengah lahan kosong. Warga sekitar belum bisa terima dengan kenyataan itu.

“Masjidnya sudah gak ada, udah dirobohin tuh,” kata Eep (47 tahun), kata seorang warga di lokasi eks lahan Masjid Al Hurriyah, Rabu, dikutip dari laman Republika.co.id, Kamis (14/4/2022).

Pembongkaran Masjid Al Hurriyah, itu dianggap melanggar kesepakatan bersama dengan hanya bermodal dari izin nazir ketika membongkar masjid.

Anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Israyani menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempelajari dokumen pendirian masjid yang dibongkar oleh perusahaan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo tersebut. Dia siap menyerap aspirasi keinginan warga RW 06 Kebon Sirih untuk mempertahankan masjid tersebut.

Israyani menyebut, pembongkaran masjid harus merujuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2018 tentang perubahan atas PP Nomor 42 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

“Setidaknya untuk mengembalikan Masjid Al Hurriyah ke wilayah terdekat,” ucap anggota dewan asal daerah pemilihan (dapil) Jakpus tersebut.

Israyani menyatakan, jika memang ada temuan yang berkaitan pelanggaran prosedur dan aturan maka masjid yang sudah dibongkar wajib didirikan di lokasi yang sama. Dia menyebut, tidak bisa nantinya masjid pengganti hasil tukar guling (ruislag) didirikan di sekitar Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Bengis, Teroris Ali Kalora Cs Bantai Satu Keluarga di Sigi secara Sadis

Hingga kini, pembongkaran Masjid Al Hurriyyah masih menuai sorotan di masyarakat. Pasalnya, berdasarkan Nota Dinas Plh Wali Kota Jakpus pada Desember 2020, PT MNC Property Group diperintahkan berhenti melakukan pembongkaran masjid hingga disepakati semua pihak, termasuk pengurus Masjid Jami Al Hurriyah.

Sayangnya, kesepakatan itu tidak diindahkan PT MNC Property Group yang memerintahkan penghancuran masjid hingga memicu protes warga sekitar. Ketua RW 06 Tomy Tampatti menerangkan, duduk perkara tersebut terjadi sejak 2016. Dia menuding, PT MNC Property Group jelas melakukan pelanggaran ketika ingin merobohkan masjid. Dia menyesalkan pihak berwenang yang tak berusaha mencegah agar kesepakatan dihormati semua pihak.

Ketua DMI Jakpus KH Syawaluddin ikut mendukung gugatan ketua RW 06 kepada PT MNC Property Group. Hal itu lantaran korporasi media tersebut melanggar aturan pembongkaran Masjid Al Hurriyah dengan kompensasi tukar guling lahan.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani menegaskan, pihaknya segera memanggil manajemen PT MNC Property Group untuk meminta pertanggungjawaban masalah yang memunculkan polemik di masyarakat tersebut.

Fraksi PKS DPRD DKI juga bakal memanggil pengurus Masjid Àl Hurriyah, kantor urusan agama (KUA) Menteng, dan Wali Kota Jakpus Dhany Sukma untuk meminta klarifikasi mengapa pembongkaran Masjid Al Hurriyah sampai harus dilakukan.

Yani menyebut, agenda pemanggilan untuk meminta penjelasan soal status tanah dan bangunan yang digadang-gadang dilakukan tukar guling dengan lahan di kawasan Pasar Minggu itu. “Tindak lanjut akan dilaksanakan segera dalam waktu dekat,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

raker penyelenggaraan ibadah haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas Minta Santri Semangat Menuntut Ilmu Dan Lawan Kebencian Terhadap Santri Dengan Prestasi

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para santri untuk terus menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, …

Sarasehan Penguatan Moderasi Beragama BNPT dan UMY

Cegah Virus Radikal Terorisme di Sekolah, BNPT Perkuat Moderasi Beragama Guru SMA/SMK se-DIY

Yogyakarta – Generasi Z dan generasi milenial antara usia 14-39 tahun menjadi generasi yang paling …