Kuil Gorakhnath
Kuil Gorakhnath

Terlalu Dekat dengan Kuil, Partai Nasionalis Hindu Akan Gusur Lusinan Rumah Muslim India

Lucknow – Nasib Muslim India terus terpinggirkan di tengah dominasi partai nasionalis Hindu yang tengah berkuasa Bharatiya Janata (BJP). Partai pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi berencana menggusur pemukiman Muslim yang berada di dekat sebuah kuil.

Penggusuran itu akan dilakukan pemerintah negara bagian Uttar Pradesh. Dibawah kendali Partai Bharatiya Janata, mereka akan memindahkan lusinan rumah Muslim di sekitar kuil Gorakhnath di Gorakhpur. Keputusan tersebut diambil guna mengamankan kuil.

Rencana itu memang telah disosialisasikan. Dan warga Muslim pun telah  menandatangani surat persetujuan pergusuran rumah dengan pemerintah, meski dengan tekanan.

“Pejabat mengatakan kepada kami jika kami tidak menandatangani surat itu, mereka memiliki cara lain untuk mendapatkan tanda tangan kami. Kami seperti ditekan,” kata salah seorang warga, Javaid Akhter (71 tahun) kepada Aljazirah.

Akhter mengaku sudah tinggal di rumahnya sejak kakeknya membangunnya di dekat kuil. Ia belum tahu kemana mereka akan dipindahkan.

Ketua Partai Oposisi Congress di Uttar Pradesh, Shahnawaz Alam mengatakan pemerintah memaksa para warga Muslim untuk menandatangani surat persetujuan.

“Warga Muslim dipaksa tanda tangan surat untuk mengosongkan tanah yang telah ditinggali selama 125 tahun di sudut tenggara Gorakhnath Math,” katanya.

Masalah ini muncul ke publik ketika salinan surat persetujuan beredar di media sosial pada 28 Mei lalu. Isi surat itu berbunyi:

“Sejalan dengan keputusan pemerintah untuk penempatan pasukan polisi di area kuil Gorakhnath demi memberikan keamanan di kuil Gorakhnath, kami, penduduk desa Gorakhpur Tappa Tua, Qasba Pargana Haveli, Tehsil Sadar Janpad, Gorakhpur yang bertanda tangan di bawah ini terletak di jalan sudut tenggara kuil Gorakhnath, telah setuju untuk menyerahkan tanah dan rumah kami kepada pemerintah. Kami tidak memiliki keberatan apapun. Mengenai persetujuan kami dalam masalah ini, silakan temukan tanda tangan kami di bawah ini.”

Baca Juga:  Usai Salat Idul Adha, Presiden Mali Diserang Pria Didalam Masjid

Ada puluhan keluarga yang tinggal di sekitar kuil. Di sisi selatan, hampir sebelas keluarga Muslim dan sembilan keluarga telah menandatangani surat persetujuan. Kuil abad ke-11 ini terletak di atas lahan seluas 52 hektare yang bersumber dari tradisi Shaivite agama Hindu.

Dikutip TRT World via laman republika.co.id, Selasa (8/6/2021), awal bulan ini pemerintah Uttar Pradesh menghancurkan sebuah masjid yang telah ada sebelum berdirinya negara bagian India selama beberapa dekade.

Ketua menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath yang juga merupakan biksu Hindu dikenal karena pandangan anti-Muslimnya. Adityanath yang berpakaian saffron di masa lalu menyebut Muslim India sebagai virus. Nasionalis Hindu juga telah memimpin massa melawan minoritas Muslim yang semakin terkepung di negara bagian itu.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …