mati di bulan ramadan
mati di bulan ramadan

Mati di Bulan Ramadan Pasti Masuk Surga, Benarkah ?

Salah satu yang masyhur di masyarakat ketika masuk bulan Ramadan adalah adanya informasi bahwa orang yang mati di bulan tersebut dijamin masuk surga. Fatwa ini sering dijumpai dalam majelis-majelis pengajian umum ketika menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan Ramadan. Namun adakah dalil tentang kebenaran fatwa tersebut ?

Kematian merupakan salah satu persoalan ghaib, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan seseorang akan mati. Begitu juga tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah kelak setelah ia mati akan diadzab oleh Allah atau tidak. Tentang persoalan ghaib hanya Allah yang tahu. Manusia cukup mengimani dengan apa yang telah Allah dan Rasul_Nya sampaikan. Allah berfirman:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Artinya: “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” (QS. An Naml: 65)

Sebab itu penting sekali mengetahui dalil-dalil fatwa yang berkaitan dengan persoalan ghaib. Begitu juga tentang kematian apakah akan di adzab atau tidak. Agar fatwa itu menjadi kuat dan diyakini kebenarannya.

Berkaitan dengan orang yang mati di bulan Ramadan apakah bebas dari adzab, tidak ada satu keterangan yang tegas tentang kebenarannya, baik di dalam al Qur’an atau al Hadits. Satu-satunya dalil yang shorih tentang persoalan tersebut yaitu hadits dari Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh Abu Nuiam al Ashbahani di dalam kitabnya Hilyatul Awliya’. Bunyi hadits tersebut yaitu:

مَنْ وَافَقَ مَوْتُهُ عِنْدَ انْقِضَاءِ رَمَضَانَ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya: “Barangsiapa yang kematiannya bertepatan dengan selesainya Ramadan, maka akan masuk Surga”

Tetapi Abu Nuaim sebagai perawi hadits tersebut masih meragukan keshahihannya. Dalam komentarnya ia menilai hadits ini tergolong kepada hadits gharib, hadits yang asing.

Baca Juga:  Ujian Itu Pasti

Di dalam kitab yang lain, Ad Dzhabi salah satu ulama’ hadits terkemuka, mengutip pernyataannya imam An Nasa’i bahwa hadits tersebut masuk kategori hadits doif, sebab ada perawi yang bernama Nashr bin Hammad yang menurut imam An Nasaa’i tidak tsiqah. Di samping juga ada Muhammad bin Juhadah yang dikenal sebagai ektrimis dalam madzhab Syiah.

Dalil lain yang memungkinkan bisa dijadikan dasar adalah hadits yang diriwayatkan Abu Khurairah ra bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila sudah masuk bulan Ramadan, maka pintu-pintu Surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup, serta setan-setan dibelenggu”

Menurut al Qurtubi, hadits ini memungkinkan ditarik kepada makna hakikatnya, sehingga yang dimaksud dengan pintu-pintu Surga dibuka itu bagi orang yang mati di bulan Ramadan, karena melakukan ketaatan di bulan suci tersebut. Akan tetapi perlu diketahui bahwa apa yang disampaikan oleh al Qurtubi adalah salah satu penafsiran dari sekian penafsiran yang ada tentang hadits tersebut. Sebab ada penafsiran lain yang mengatakan hadits tersebut berkaitan dengan hamba-hamba Allah yang banyak melakukan ketaatan di bulan Ramadan dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Artinya, penafsiran al Qurtubi bukan merupakan ketegasan dari hadits tersebut, hanya kemungkinan kebenaran saja.

Oleh karena itu, maka banyak cendekiawan muslim belakangan yang masih meragukan kebenaran fatwa tersebut. Lebih-lebih ketika dikaitkan dengan ayat bahwa orang kafir akan kekal di neraka.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ. خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam la’nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh” (QS. Al Baqarah: 161-162)

Baca Juga:  Keutamaan dan Amalan 10 Hari Bulan Dzulhijjah

Jika orang yang meninggal di bulan Ramadan pasti akan masuk Surga, maka orang kafir pun akan masuk Surga jika mati di bulan Ramadan. Tentu fatwa ini bertentangan dengan ketetapan Allah pada ayat di atas. Mustahil Allah menyalahi terhadap firman_Nya.

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About Nailatul Alawiyah

Santri PP. Nurul Qarnain Sukowono Jember

Check Also

waktu lailatul qadr

Hikmah di Balik Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadr

Ulama’ sepakat bahwa Lailatul Qadr adalah malam yang sangat mulia. Tidak ada seorang pun yang …

tujuan al quran diturunkan

Nuzulul Qur’an, Ini Tiga Tujuan Al Quran Diturunkan ke Bumi

Setiap tanggal 17 Ramadlan, kebanyakan umat Islam merayakan Nuzulul Qur’an. Kerena menurut banyak keterangan, pada …