miras
miras

Miras : Dosa Besar sebagai Pintu Dosa Besar Lainnya

Islam merupakan agama sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi dan sosial yang berorientasi kemashlahatan. Ajaran Islam mengatur segala dimensi baik hati, pikiran, mulut dan tindakan. Karena itulah, Islam merupakan ajaran yang komprehensif dalam kehidupan.

Karena orientasi kemashlahatan, Islam pun mencegah hal yang mendorong kepada kemudharatan yang dapat menghancurkan diri dan lingkungan sekitar. Dari hal kecil aktifitas konsumsi pun diatur dalam Islam karena memiliki keterkaitan dengan masalah sosial. Salah satunya adalah persoalan makanan dan minuman.

Salah satu minuman yang dilarang dalam Islam karena bisa merusak diri adalah khamr. Namun, dalam sejarahnya pelarangan minuman keras (miras) ini tidak dilakukan secara radikal. Islam melarangnya dengan gradual dan bertahap. Al-Quran pun menggambarkan pelarangan itu : “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (Al-Baqarah 219).

Dari surat di atas, diketahui bahwa khamar dan perjudian banyak bahayanya yakni dengan merusak kesehatan, menghilangkan akal dan harta. Namun tidak juga di sangkal bahwa khamar juga memiliki manfaat seperti menghibur, mendapat keuntungan dengan berniaga. Meskipun demikian, khamar ini lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya.

Karena itulah, selanjutnya al-Quran secara tegas melarang umat Islam melarang khamar : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah ayat 90).

Miras Pintu Kejahatan

Seorang peminum khamar akan dapat merasakan nikmat ketika ia mencapai puncaknya. Namun sayangnya kenikmatan tersebut mengarah kepada sesuatu yang negatif yakni dengan hilangnya kesadaran selain itu mengarahkan kepada berbagai penyakit yang bisa menyerang system saraf.

Islam sangat jelas melarang atau mengharamkan umatnya menenggak Khamar. Islam mengharamkannya karena akan banyak keburukan yang dapat mempengaruhi jiwa, fisik dan pikiran manusia seperti kisah berikut ini.

Imam an-Nasa’i meriwayatkan dari Abdurrahman bin al-Haris dari bapaknya berkata, aku mendengar Usman bin Affan berkata, “Jauhilah khamar karena ia adalah Ummul Khabaits.”

Ustman berkisah, ada seorang laki-laki yang gemar beribadah dari kalangan umat sebelum kalian, ia di sukai oleh seorang wanita nakal. Wanita nakal tersebut mengutus pelayannya untuk menyampaikan pesan laki-laki alim tersebut  “kami mengundangmu untuk kesaksian.”

Lalu laki-laki itu pergi bersama pelayan wanita tersebut. Setiap kali laki-laki ini masuk ke suatu pintu, maka dia menutupnya di belakangnya sehingga dia tiba di hadapan seorang wanita cantik dengan seorang anak kecil dan bejana khamr.

Lalu wanita itupun berkata, “Demi Allah, aku tidak mengundangmu untuk kesaksian. Tetapi aku mengundangmu agar kamu melakukannya denganku atau kamu minum segelas khamr ini atau membunuh anak ini.” Laki-laki itu menjawab, “Beri aku segelas khamr.” Maka sang wanita itupun memberinya khamar.

Tanpa di duga, laki-laki tersebut meminta segelas lagi khamar tersebut. karena dia tak pernah meminum khamar, tak membutuhkan waktu yang lama, iapun mulai melakukan perbuatan mesum dengan wanita itu, dan dia juga membunuh anak kecil tersebut.

Peristiwa ini terjadi karena khamar mampu membuat manusia tidak dapat berfikir dengan nalar dan pikirannya. Laki-laki itu lebih memilih apa yang dia anggap menjadi keburukan paling ringan, namun ternyata keburukan kecil tersebut ternyata malah membawa ke keburukan paling besar karena setelah minum khamar ia melakukan semua dosa besar. Jadi, khamar adalah pintu masuk berbuat dosa.

Maka karena itulah jauhi khamar. Selain itu perlu di ketahui bahwa, Rasulullah pernah bersabda, “Tidak ada seorang pun yang meminumnya lalu shalatnya diterima selama empat puluh malam, dan tidak mati sementara di jalan kencingnya terdapat sedikit khamar kecuali dia diharamkan dari surga. Jika dia mati dalam empat puluh malam itu, maka dia mati dengan cara jahiliyah.”

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Kearifan Sufi dan Terapi Asmaul Husna
Best Automated Bot Traffic

About Imam Santoso

Avatar