khutbah jumat

Khutbah Jumat : Kenali Empat Anugerah Sekaligus Pintu Dosa

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Marilah bersama-sama kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan, karena Alhamdulillah kita juga masih diberikan kesempatan untuk bertemu denga bulan mulia yaitu bulan Dzulhijjah. Bulan di mana terdapat sebuah peristiwa antara nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Peristiwa yang dapat kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan tentunya tak lupa marilah bersama-sama kita terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah Azza Wajalla.

Sholawat serta salam semoga tetap curahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat yaitu Addinul Islam.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Memenuhi semua perintah Allah SWT merupakan tugas yang tidak bisa dianggap sepele apalagi mengentengkan, tetapi meninggalkan laranganNya jauh lebih berat. Dalam hal ini Hujjatul Islam Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya Bidayah sebagai berikut :

“Ketahuilah bahwa agama Islam itu berisi dua hal; pertama adalah meninggalkan larangan-larangan Allah dan yang kedua adalah menunaikan perintah-perintah-Nya. Dari dua hal ini yang lebih berat adalah meninggalkan larangan-larangan Allah, sebab tidak ada yang mampu meninggalkan larangan-larangan Allah kecuali orang-orang yang berpredikat shiddiqin.

Sehubungan dengan hal ini Rasulullah saw. pernah menyatakan tentang perbandingan antara sabar untuk meninggalkan maksiat dan sabar untuk ketaatan. Rasulullah bersabda :

Artinya : “Sabar itu ada tiga macam ; sabar ketika mendapat musibah, sabar untuk melakukan ketaatan dan sabar untuk tidak berbaut maksiat. Maka barang siapa bersabar ketika mendapat musibah, niscaya Allah menuliskan baginya tiga ratus derajat yang jarak antara dua derajat yang jarak antara dua derajat adalah seperti jarak antara langit dan bumi. Dan barang siapa yang bersabar atas ketaatan, maka Allah menuliskan baginya enam ratus derajat yang jarak antara dua derajat adalah seperti jarak antara batas bumi yang teratas sampai ke ujung bumi yang ketujuh. Dan barang siapa yang bersabar untuk tidak berbuat maksiat, maka Allah menuliskan baginya sembilan ratus derajat yang jarak antara dua derajat adalah seperti jarak antara batas bumi sampai ke ujung ‘Arsy”.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Baca Juga:  Membangun Persaudaraan Global dalam Bingkai Keindonesiaan Khutbah

Penjelasan Rasulullah dalam hadist tersebut menunjukkan bahwa bersabar untuk menjauhi larangan Allah berupa menjauhi maksiat merupakan martabat yang lebih tinggi dibandingkan dengan bersabar dengan yang lainnya. Semua itu tidak lain disebabkan karena meninggalkan maksiat sangatlah berat, menahan hawa nafsu juga sangat berat oleh sebab itulah Imam Ghazali memberi peringatan bagi kita semua dalam kitab Bidayanya sebagai berikut :

“Ketahuilah bahwa jika engkau melakukan maksiat, maka sesungguhnya yang menjadi sasaranya adalah anggota badanmu sendiri. Padahal anggota badanmu itu merupakan suatu nikmat dari Allah yang dianugerahkan kepadamu dan sekaligus menjadi amanat yang harus engkau pertanggungjawabkan. Maka sungguh berdusta jika kenikmatan itu engkau peralat untuk berbuat maksiat, sedangkan penghianatanmu terhadap amanat yang telah diberikan padamu adalah merupakan kedurhakaan yang amat besar. Maka seluruh anggota badan jasmaniahmu merupakan pemelihara-pemeliharaan yang berada dibawah tanggung jawabmu, oleh karena itu hendaklah engkau perhitungkan sampai di mana engkau menjaganya, sudahkah engkau pelihara dan engkau urusi tanggung jawabmu itu. Sesungguhnya tiap-tiap dirimu adalah pengatur (pemimpin) dan tiap-tiap dirimu kelak akan dimintai pertanggung jawaban atas sesuatu yang engkau pimpin.”

Allah SWT menegaskan dalam surah Yaasin sebagai berikut :

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Artinya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yaasin : 65)

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Oleh karena itulah marilah kita menjaga diri dari segala kemaksiatan, terutama anggota badan yaitu; mata, telingan, lidah, perut, kemaluan, tangan dan kaki.

Masih dalam kitab Bidayahnya Imam Ghazali disebutkan terdapat tujuh pintu neraka yang telah dipersiapkan sesuai dengan apa yang telah diperbuat oleh masing-masing anggota badan.

Pertama, Mata

Allah SWT memberikan nikmat berupa mata untuk melihat kebenaran, untuk melihat semua ciptaan Allah SWT yang sangat indah, oleh karena itulah jangan sampai kemudian kita pergunakan untuk selalu melihat keburukan saudara kita, jangan sampai kemudian dipergunakan untuk melihat kesalahan orang lain sehingga membuat syetan menguasai dan janganlah kita menjerumuskan penglihatan ke arah maksiat.

Baca Juga:  Maulid Nabi Muhammad Saw Sebagai Spirit Perbaikan Diri

Kedua, Telinga

Telinga yang anugerahkan oleh Allah SWT untuk mendengarkan sesutau yang baik. Jangan sampai kita mendengarkan omongan kotor, omongan caci maki, hasutan hingga omongan propaganda yang ingin memecah belah persatuan umat Islam secara khusus dan persatuan sebagai anak bangsa Indonesia secara umum.

Telinga harus dipergunakan untuk mendengar kebaikan bukan mendengar hoax lalu menyebarkannya, telinga harus digunakan untuk mendengarkan kedamaian bukan mendengarkan ceramah penuh caci maki dan hasutan perpecahan, karena Alah melarang pertengkaran dan perpecahan

Ketiga, Lidah

Allah menganugerahkan lidah untuk berdzikir, tahlil dan tahmid yang selalu dikumandangkan. Lidah juga diberikan oleh Allah untuk dapat kita gunakan sebagai penyampai islam rahmatan lil’alamin. Lidah kita gunakan untuk menyampaikan islam ramah, bukan islam beringas dan lidah kita gunakan untuk menyampaikan islam agama perdamaian bukan agama perang yang suka memukul tetapi islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam tanpa terkecuali.

Lidah sangat berbahaya terlebih jika digunakan oleh orang atau kelompok yang selalu menginginkan perpecahan. Lidah sangat berbahaya jika digunakan oleh orang atau kelompok yang ingin menghancurkan islam dengan menggunakan nama agama. Kelompok-kelompok seperti inilah yang harus diberikan penyadaran menggunakan keindahan tutur kata dan keindahan nilai-nilai islam sebagai rahmat.

Marilah kita gunakan lidah untuk mengajak kebaikan, mengajak orang-orang bersama-sama menuju Ridha Allah SWT melalui pintu kebaikan. Abu Bakar Ash Shiddiq r.a pernah suatu ketika menyumbat mulutnya dengan batu untuk menjaga jangan sampai berbicara kecuali benar-benar diperlukan, beliua memberi isyarat sambil berkata : “Inilah yang dapat membawa diriku ke berbagai urusan”.

Keempat, perut, kemaluan, tangan dan kaki. Ke semuanya itu juga merupakan nikmat yang telah dianugerahkan yang patut kita syukuri dan merupakan amanat yang wajib kita pelihara, Allah berfirman :

وَتَرٰى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً ۗ كُلُّ اُمَّةٍ تُدْعٰٓى اِلٰى كِتٰبِهَا ۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Artinya :  “Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jasiyah: 28)

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Demikianlah, khutbah jumat yang singkat ini, semoga melalui momentum jumat yang barokah ini, mumpung Allah masih memberikan kesempatan kita untuk beribadah, Allah masih memberikan kita kesempatan untuk menunaikan sholat jumat, marilah kita berlomba-lomba untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNya

Baca Juga:  Anjuran dan Tuntunan Islam Mencukur Bulu Kemaluan

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberikan usia yang diberkati Allah Subhanu wata’la. sehingga kita dapat memanfaatkan umur kita dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan tuntunan Nabi Muhammad saw yang setiap harinya memohon ampun dan perlindungan Allah SWT.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

الْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Bagikan Artikel

About Islam Kaffah

Islam Kaffah