hari asi sedunia
hari asi sedunia

Momentum Hari ASI Sedunia: Konsep dan Mukjizat ASI Bagi Ibu dan Bayi

Sehubungan dengan Hari ASI Sedunia atau Pekan ASI Sedunia yang di adakan pada tanggal 1-7 Agustus, hal tersebut perlu di kampayekan dan sebagai bentuk untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu dalam menyusui anaknya. Menyusui merupakan salah satu langkah pertama bagi seorang manusia untuk mendapatkan kehidupan yang sehat dan sejahtera, namun sebagian ibu salah memahami bahwa susu-susu yang tersedia di pasar lebih bagus daripada air susu mereka sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode tafsir tematis dan menjadikan Al-Qur`an dan terjemahnya sebagai sumber primer dan melengkapinya dengan sumber sekunder yang diambil dari kitab tafsir, kitab-kitab hadits, dan buku-buku ilmiah yang memiliki relevansi dengan pembahasan.

Dalam Al-Qur`an Allah telah menegaskan kelangsungan penyusuan ini selama dua tahun penuh. Masa dua tahun ini merupakan rentang waktu emas ditinjau dari segala sisi kesehatan dan kejiwaan bagi bayi, yakni terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 233, Luqman [31]: 14, dan Al-Ahqaf [46]: 15. Pemberian ASI sangat berperan dalam pemenuhan nutrisi bayi sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Dengan menyusui dapat mencegah 1/3 kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), kejadian diare dapat turun 50% dan penyakit usus parah pada bayi premature dapat berkurang kejadiannya sebanyak 58% sedangkan pada ibu, resiko kanker payudara juga dapat menurun 6-10%.

Pengertian dan Ayat-ayat Tentang Ar-Raḍa’ah

Secara etimologis ar-raḍa’ah adalah sebuah istilah bagi isapan susu, baik isapan susu manusia maupun susu binatang. Dalam pengertian etimologis tidak dipersyaratkan bahwa yang disusui itu (ar-raḍi’) berupa anak kecil (bayi) atau bukan. Ayat-ayat tentang menyusui (arraḍa’ah) dalam Al-Qur‟an terdapat dalam berbagai ragam dan kalimat ini kurang lebih mencapai sekitar 10 ayat dalam 5 surat. Di antaranya Al-Hajj, Surat At-Thalaq, An-Nisa, Al-Baqarah, dan Surat Al-Qasas. Namun konsep arraḍa’ah dalam Al-Qur’an diuraikan dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 233, Luqman [31]: 14, dan Al-Ahqaf [46]: 15.

Konsep Ar-Rada’ah dalam AlQur`an

Baca Juga:  Kajian al-Hikam 200 : Hak dan Kewajiban dalam waktu

Ayat Q.S. Al-Baqarah: [2]: 233 dan Luqman [31]: 14 jelas menyebutkan bahwa dua tahun adalah lama waktu yang disarankan kepada ibu untuk menyusui bayinya. Pada ayat selanjutnya Q.S. Al-Ahqaf [46]: 15 disebutkan bahwa jumlah total masa dalam kandungan dan masa menyusui bayinya adalah 30 bulan. Apabila usia kandungan adalah sembilan bulan maka masa pemberian ASI ekslusif sebaiknya adalah 21 bulan. Bila ketiga ayat ini kita gabungkan dengan sedikit bantuan hitungan matematis maka akan diperoleh angka antara tujuh hingga sembilan bulan masa kehamilan yang normal.

As-Suddi dan adh-Dhahhak berpendapat bahwa ayat QS. Al-Baqarah: [2]: 233 berkenaan dengan seorang perempuan yang diceraikan oleh suaminya, sementara dia memiliki anak dari bekas suaminya itu yang masih berusia dibawah 2 tahun. Seorang perempuan tersebut masih berkewajiban menyusui anaknya meskipun telah bercerai dari suaminya. Seorang ibu tidak boleh kehilangan rasa kasih sayang kepada anaknya sehingga rela anaknya disusui oleh sapi, kambing atau keledai. Ayat ini mengisyaratkan menyusui selama dua tahun merupakan kesempurnaan dalam penyusuan.

Ayat Q.S. Al-Baqarah [2]: 233 terdapat kewajiban kedua orang tua mensejahterakan anak, terutama dalam memenuhi kebutuhan jasmani anak yang terkandung dalam Q.S. AlBaqarah: [2]: 233 di antaranya, pertama, Kewajiban mendidik anak, kedua, Memenuhi kebutuhan anak, ketiga, seorang ibu menyusui anaknya dengan masa penyempurnaannya selama 2 tahun, dan keempat, kewajiban seorang ayah memberi nafkah kepada anak dan isterinya dengan cara yang baik dan halal.

Kandungan surat tersebut berisi tentang kesejahteraan anak secara jasmani yang harus dipenuhi oleh orang tuanya dengan cara yang makruf. Selain mendapatkan kebutuhan jasmani anak, anak juga mendapatkan kebutuhan secara rohani ketika anak menyusu ibunya makan akan timbul rasa rohani anak antara ibu dan anak dengan curahan kasih sayang saat menyusui anaknya. Kebutuhan terpenting jasmani anak untuk kelangsungan hidup agar anak mampu tumbuh dan berkembang sesuai fitrah yang dianugrahkan Allah pada dirinya. Dengan demikian kewajiban yang Allah berikan kepada orang tua yang terdapat dalam kandungan ayat tersebut, menjelaskan betapa pentingnya kebutuhan fisik (jasmani anak). Jika kebutuhan jasmani terpenuhi maka anak merasa bahagia karena, kesejahteraan jasmaninya terpenuhidengan baik dari orang tuanya diantaranya: kewajiban seorang ibu menyusui anak hingga batas yang paling sempurna 2 tahun dan seorang ayah menafkahi anak dengan cara yang baik.

Baca Juga:  Inilah 5 Manfaat Menebar Salam

Pemenuhan kebutuhan yang terkandung dalam Q.S. Al-Baqarah: [2]: 233 sesuai dengan Undang-Undang Kesejahteraan Anak dan Perlindungan Anak, bahwa tata kehidupan dan penghidupan yang dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan dengan wajar dan baik secara rohani, jasmani, dan sosialnya serta segala kegiatan untuk menjamin, melindungi memenuhi hak-hak anak agar dapat hidup serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Al-Qur’an sangat istimewa karena Al-Qur’an telah mendahului zaman dimana setia ayat Al-Qur’an ternyata mampu menjawab tantangan hidup manusia, terlihat dari kandungan Surat Q.S. Al-Baqarah: [2]: 233 memberikan penjelasan pentingnya kesejahteraan anak dari segi jasmani, sosial dan rohani, yang paling terpenting adalah kesejahteraan jasmani anak.

Kemukjizatan Ilmiah Ar-Raḍa’ah bagi Ibu dan Bayi

Di antara keistimewaan ASI adalah melindungi bayi dari bahaya penyakit karena ia mengandung zat antibodi. Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, tubuh ibu akan mengeluarkan ASI yang mengandung zat kolostrum. Di dalam zat ini terdapat sejumlah besar antibodi yang sangat efektif untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit. Semakin lama masa menyusui bayi semakin kuat pula zat antibodi dalam tubuhnya. Hal ini menunjukkan pentingnya ibu menyusui anaknya selama 2 tahun penuh seperti dalam Q.S. Luqman [31]: 14.

ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Menurut penelitian, anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (intelectual quotient) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI secara eksklusif. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, mudah dicerna dan diserap karena mengandung enzim pencernaan, dapat mencegah terjadinya penyakit infeksi karena mengandung zat penangkal penyakit seperti immunoglobulin, praktis dan mudah memberikannya serta murah dan bersih. Selain itu, ASI mengandung rangkaian asam lemak tak jenuh yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Baca Juga:  Jangan Sepelekan Kebaikan Kecil

Dr. Abdul Muhsin Shalih dalam studinya mengenai ASI menemukan bahwa susu ini memberikan kontribusi yang besar terhadap pembentukan tubuh, akal dan perilaku anak karena anak (bayi) dipengaruhi oleh susu yang dikonsumsinya pada awal kehidupannya, yakni saat ia berada dalam fase pembentukan dan pembangunan tubuh dan akal. Telah ditetapkan secara ilmiah tentang pentingnya ASI dalam menjaga anak dari serangan tekanan darah tinggi karena kesesuaian susunan ASI dengan kebutuhan anak dan rendahnya kadar garam sodium dalam ASI. Selain pada anak, pemberian ASI juga sangat bermanfaat bagi ibu. Selain dapat diberikan dengan cara mudah dan murah, ASI juga dapat mencegah terjadinya pendarahan setelah persalinan, mempercepat mengecilnya rahim, menunda masa subur, mengurangi anemia, serta menunda terjadinya kehamilan berikutnya.

Menyusi juga dapat menurunkan resikoterjadinya kanker payudara dan kanker ovarium pada ibu dikemudian hari. Pada tahun 2000 penelitian di enam negara berkembang yang melibatkan 147 orang ibu menunjukkan bahwa minimal 20% ibu yang menyusui akan terhindar dari kanker payudara. Semakin lama ibu tersebut menyusui maka semakin sedikit resiko terserang kanker payudara. Hal lain jauh lebih penting adalah timbulnua ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak. Ibu juga tidak perlu susah-susah melakukan diet untuk mengecilkan perut setelah melahirkan karena isapan anak pada puting susu ibu merangsang keluarnya hormon dari kelenjar pituitari (pituitary gland) yang dinamakan dengan hormon oksitosin (oxytocin). Hormon ini berperan dalam penciutan dan pengembalian rahim ke kondisinya semula seperti sebelum hamil. Ibu yang menyusui juga memiliki keuntungan badannya akan kembali normal dengan cepat. Faktor yang membuat perubahan di badan dan di payudara adalah kehamilan bukan menyusui.

Bagikan Artikel ini:

About Ainun Helty

Avatar of Ainun Helty
Alumni Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Syarif hidayatullah.

Check Also

tafsir

Tafsir QS Al-Isra’ Ayat 36: Jangan Berbicara Tanpa Dasar Ilmu

Hendaklah kita ketahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan menanyai hamba-Nya di hari kiamat tentang …

bulan muharram

Bagaimana Cara Mengisi Bulan Muharram? Berikut Anjuran-Anjurannya!

Tahun hijriah seperti juga tahun masehi merupakan bagian dari fenomena alam biasa. Secara ringkas, bila …