Asslamualaikum Wa rahmatullahi wa barakatuh Saya adalah salah seorang ayah yang baru saja dianugerahkan seorang bayi istri saya alhamdulillah melahirkan dengan lancar meskipun dengan jalan operasi caesar Namun setelah melahirkan air susu istri saya tidak keluar meskipun sudah diusahakan dengan mengkonsumsi vitamin Saya dan istri ingin tetap memberikan ASI secara ekslusif Setelah bertanya tanya dan search di internet akhirnya saya menemukan sebuah komunitas donor asi di Jakarta maka mulailah saya bergabung dan alhamdulillah setiap satu minggu sekali saya mengambil air susu untuk kebutuhan anak saya langsung ke pendonornya Namun saya ragu bagaimana hukumnya secara Islam Apakah tidak menyalahi syar i Karena banyak juga kawan saya di kantor yang melarang dengan alasan tidak syar i Demikian pertanyaan saya ustadsz mohon kiranya menjawab keraguan saya atas perhatiannya saya haturkan terimakasih WassalamualaikumParyanto JagakarsaWaalaikum Salam Wa rahmatullahi wa barakatuh Alhamdulillah saya turut bersuka cita dan mendo akan agar putra bapak Paryanto sehat selalu dan menjadi anak yang berbakti kepada orangtua negaranya dan agamanya Pak Paryanto yang berbahagia kelahiran seorang anak merupakan anugerah yang tidak ternilai bagi orangtua Oleh karenanya seorang ibu akan berusaha bagaimanapun caranya agar dapat memberikan yang terbaik bagi anaknya terutama pasca melahirkan Semua ibu tidak ingin kehilangan momen untuk dapat memberikan air susu secara ekslusif karena menyusui selain merupakan fitrah seorang wanita namun juga merupakan anjuran Allah SWT yang termaktub dalam Al Quran Para ibu hendaklah menyusukan anak anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan QS Al Baqarah 2 233 Allah SWT menganjurkan kepada para ibu untuk menyusui bayi selama dua tahun karena selama masa itulah pembentukan tulang dan pertumbuhan bayi berlangsung sehingga membutuhkan asupan gizi yang paling baik wajib diberikan Namun demikian tidak semua ibu yang melahirkan bayi dalam keadaan payudara yang penuh dengan air susu bahkan banyak di antara ibu yang melahirkan tidak keluar air susunya lantas bagaiamana menyikapi persoalan tersebut Ada dua cara yang biasanya ditempuh oleh orangtua Pertama mengganti ASI dengan susu formula yang telah dikhususkan untuk bayi Kedua dengan meminta wanita lain baik saudara ataupun orang lain untuk memberikan ASI kepada bayinya Metode yang pertama dengan mengganti ASI dengan susu formula telah lazim digunakan karena relatif lebih mudah didapatkan dan tidak banyak menimbulkan resiko Namun demikian beberapa orangtua masih berupaya memberikan ASI ekslusif kepada anaknya dengan jalan meminta air susu dari saudara atau pun orang lain Di kota kota besar telah banyak terdapat komunitas donor air susu ibu Komunitas komunitas tersebut berupaya untuk menampung air susu ibu yang ingin memberikan donor atau membagikanya kepada wanita yang tidak dapat keluar air susunya namun masih ingin memberikan ASI ekslusif Tentu saja apa yang dilakukan oleh komunitas ASI tersebut tidak menyalahi aturan selama sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam hukum syar i Dan ibu ibumu yang telah menyusui kamu dan saudara saudara sepersusuanmu QS Ali Imran 3 23 Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksa Nya QS Al Maidah 5 2 Berdasarkan firman Allah tersebut para ibu yang tidak dapat keluar air susunya pasca melahirkan dan tetap ingin memberikan ASI ekslusif dapat meminta bantuan kepada saudaranya yang mempunyai anak bayi ataupun kepada orang lain Dalam kasus donor ASI MUI telah memutuskan seputar hukum itu sebagai berikut 1 Seorang ibu boleh memberikan ASI kepada anak yang bukan anak kandungnya Demikian juga sebaliknya seorang anak boleh menerima ASI dari ibu yang bukan ibu kandungnya sepanjang memenuhi ketentuan syar i 2 Kebolehan memberikan dan menerima ASI harus memenuhi ketentuan sebagai berikut a Ibu yang memberikan ASI harus sehat baik fisik maupun mental b Ibu tidak sedang hamil 3 Pemberi ASI sebagaimana dimaksud pada ketentuan angka 1 menyebabkan terjadinya mahram haramnya terjadi pernikahan akibat radha persusuan Donor ASI menjadi sebuah solusi bagi para orangtua yang tetap ingin memberikan ASI ekslusif bagi anaknya Namun diperlukan kehati hatian yang cermat dan tidak gegabah dalam memberikan ASI hasil dari donor Bagi para orangtua perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang telah ditetapkan Oleh karenanya para orangtua wajib mengetahui record orang yang memberikan ASI dan wajib mencatat biodata pendonor agar tidak terjadi kesalahan yang fatal di kemudian hari Dalam sebuah hadist diterangkan Diharamkan untuk dinikahi akibat persusuan apa apa yang diharamkan untuk dinikahi dari nasab hubungan keluarga HR Bukhari Kitab Al Syahadaat Bab Al Syahadatu Ala Al Ansaab Muslim Kitab Al Radhaa Bab Yakhrumu Min Al Radhaa Maa Yakhrumu Min Al Wilaadah Dengan demikian maka dibutuhkan prinsip kehati hatian maka berdasarkan fatwa tersebut MUI memberikan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan sebagai berikut 1 Kementerian Kesehatan diminta untuk mengeluarkan aturan mengenai Donor ASI dengan berpedoman pada fatwa ini 2 Pelaku aktifis dan relawan yang bergerak di bidang donor ASI serta komunitas yang peduli pada upaya berbagi ASI agar dalam menjalankan aktifitasnya senantiasa menjaga ketentuan agama dan berpedoman pada fatwa ini Sumber Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2013 Tentang Seputar Masalah Donor Air Susu Ibu Istirdha Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975 hlm 638 645

Tinggalkan Balasan