015180900 1628838577 830 556

MUI Perbolehkan Rapatkan Saf Berjamaah, Masjid Raya Bandung Tetap Atur Jarak Jamaah Selama Ibadah Ramadhan

BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memperbolehkan umat muslim untuk merapatkan saf salat berjamaah dikarenakan grafik penurunan angka keterpaparan Covid- 19. Pemerintah pun telah melonggarkan syarat perjalanan dengan meniadakan hasil swab baik antigen maupun PCR.

Namun Pengurus Masjid Raya Bandung di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, tetap akan menerapkan protokol kesehatan secara baik dengan mejaga jarak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi.

“Ini kan ada dua versi, kalau MUI kan edarannya sudah harus dirapatkan kembali, tapi karena kita masih di bawah provinsi, maka kita sementara ini masih ikuti aturan pemerintah,” kata Wakil Ketua Panitia Ramadhan Masjid Raya Bandung Zainal Musthofadi Bandung, seperti dikutip dari laman republika.co.id Jumat (25/3/2022).

Dia mengatakan bahwa warga yang beribadah di Masjid Raya Bandung meningkat menjelang bulan suci Ramadhan. “Kalau shalat Jumat kita sudah di atas 10 ribu sekarang ini. Dengan kapasitas 15 ribu, maka kita sudah lebih dari setengahnya,” kata Zainal.

Petugas Dewan Kemakmuran Masjid Raya Bandung, menurut dia, berupaya memastikan jamaah masjid menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Zainal menjelaskan pula bahwa pengurus masjid tahun ini berencana kembali mengadakan kegiatan Ramadhan seperti iktikaf dan buka puasa bersama, setelah dua tahun kegiatan Ramadhan ditiadakan karena pandemi COVID-19.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah memungkinkan, karena pengajian rutin juga sudah kita laksanakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat KH Achmad Sidik mengatakan bahwa imbauan sudah disampaikan kepada seluruh pengurus masjid di Jawa Barat untuk bersih-bersih masjid sebelum Ramadhan. Dia juga mengingatkan pengurus masjid untuk memastikan jamaah yang beribadah di masjid menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Tanggapi Ijtima Ulama III, Muhammadiyah: Ulama Tak Boleh Klaim Mewakili Ulama Indonesia

“Kalau kita lihat sekarang ini pandemi sudah berkurang, termasuk salat Jumat sudah tidak ada jarak, tapi prokes itu suatu keharusan dilakukan, utamanya memakai masker,” kata Sidik.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …