salat saf renggang dan makai masker
salat saf renggang dan makai masker

Ini Hukum Salat Memakai Masker dan Saf Renggang Salat Jamaah Menurut MUI

Jakarta – Pelonggaran PSBB membuat sejumlah masjid kembali menggelar salat berjamaah dan salat Jumat. Namun pelaksanaan salat jamaah dan Jumat itu tetap menerapkan protokol kesehatan saat pandemi Corona masih belum reda. Di antaranya adalah adanya perenggangan saf dan jamaah diharuskan mengenakan masker.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menjelaskan, dalam hadist dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda memerintahkan agar merapatkan barisan, memperdekat bahu dengan bahu dalam salat berjamaah. Nabi Muhammad SAW pernah melihat syaitan masuk di tengah-tengah saf longgar.

“Tapi ulama bersepakat bahwa saf yang rapat, rapi itu bagian dari sunnahnya, atau kesempurnaan dari salat berjamaah, bukan bagian dari syarat sahnya salat berjamaah apalagi menjadi syarat sahnya salat,” kata Cholil dikutip dari laman Okezone, Jumat (12/6/2020).

Menurut Cholil, merenggangkan saf saat salat tidak membatalkan jamah dan tidak membatalkan salat. Apalagi perenggangan itu bukan dalam keadaan normal.

Melainkan dalam kondisi darurat atau untuk menghindari penularan virus Corona, karena menolak keburukan harus didahulukan daripada mendapatkan kemaslahatan.

“Kalau kita diperintahkan mendekatkan bahu kita, merapatkan barisan kita dalam keadaan normal. Dalam darurat, jangankan yang sunah atau mubah, yang wajib pun boleh ditinggal, seperti halnya salat Jumat kan wajib, tapi boleh ditinggalkan karena darurat,” jelas Cholil.

Hal itu semata-mata untuk menghindari Covid-19 yang diyakini secara medis proses penularannya lewat droplet atau cairan tubuh. Jika saf saat salat berjamaah terlalu rapat, maka risiko terkena droplet sangat besar misalnya saat membaca doa ayat ayat Alquran.

“Mungkin dalam keadaan mendekat kita lagi baca ayat ada ludah yang keluar lalu kita terkena penularan Covid-19,” sebutnya.

Baca Juga:  Komisi Dakwah MUI: Pemerintah Harus Buka Diri Terkait UU Cipta Kerja

Fatwa MUI Nomor 31 Tahun 2020 menyebutkan memakai masker yang menutup hidung saat salat hukumnya boleh dan salatnya sah, karena hidung bukan anggota badan yang harus menempel pada tempat sujud saat salat.

Cholil mengutip pendapat Imam Nawawi bahwa memakai masker saat salat adalah makruh artinya tidak disukai allah. “Tapi demi mencegah tertular Covid-19 pakai masker saat salat diperbolehkan bahkan dianjurkan.”

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …