salat jumat pandemi
salat jumat pandemi

MUI Pusat Melarang, DMI Malah Anjurkan Salat Jumat Bergelombang

Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menganjurkan pelaksanaan salat Jumat dibagi dua gelombang pada masa new normal. Anjuran tersebut tercantum dalam surat edaran panduan beribadah di masjid selama pandemi Covid-19 yang diterbitkan DMI Nomor 104/PP-DMI/A/V/2020 tentang Edaran ke-III dan Jamaah dalam new normal.  Keputusan ini bertolak belakang dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang pelaksanaan salat Jumat bergelombang.

Ketua DMI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, imbauan tersebut mengacu pada Fatwa Majelis Ulama (MUI) DKI Jakarta tahun 2001 yang memperbolehkan salat Jumat dibagi dua gelombang apabila adanya keterbatasan tempat. Pembagian salat Jumat menjadi dua gelombang itu sendiri dikarenakan dalam penerapan new normal terdapat ketentuan jaga jarak minimal 1 meter selama pandemi Covid-19.

Hal ini pun mau tidak mau akan membuat daya tampung masjid menurun menjadi 40 persen dari kapasitasnya.

“Karena itu kami menganjurkan untuk salat Jumat dua gelombang. Itu sesuai Fatwa MUI DKI tahun 2001,” ujar JK dikutip dari siaran pers, Selasa (2/6/2020).

JK membantah ada pertentangan antara fatwa MUI Pusat dan MUI DKI. Menurutnya, isi kedua fatwa tersebut berbeda konteks dan permasalahannya.

“Tidak ada pertentangannya dengan MUI karena beda masalah. Salat dua gelombang itu sudah difatwakan MUI DKI. Kalau MUI Pusat sudah 20 tahun lalu tapi fatwa itu untuk kepentingan industri,” ujar JK.

JK menjelaskan kedua fatwa itu memiliki pertimbangan kondisi yang berbeda. Dalam fatwa MUI Nomor 5/Munas VI/MUI/2000 melarang pelaksanaan salat Jumat dua gelombang dengan pertimbangan pekerja yang tidak bisa melaksanakan salat Jumat.

Hal ini umumnya terjadi pada pekerja yang tak bisa meninggalkan pekerjaannya di waktu salat Jumat.

“Misalnya pabrik yang kerja 24 jam mesti jalan terus, operator tidak bisa salat Jumat, tidak bisa kemudian dibuat dua gelombang. Itu fatwa MUI Pusat untuk kepentingan industri,” katanya.

Baca Juga:  Renovasi Belum Selesai, Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Idul Adha 1441 Hijriah

Sementara fatwa MUI yang diterbitkan DKI membolehkan salat Jumat dua gelombang dengan pertimbangan kondisi darurat. Salah satunya yakni pertimbangan kapasitas masjid yang berkurang karena jemaah harus menjaga jarak minimal satu meter.

“Karena ini darurat kita jaga jarak sehingga kapasitas masjid itu daya tampung 40 persen dari biasa. Maka harus difasilitasi,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyebutkan, pihaknya sudah mengeluarkan fatwa larangan terkait salat Jumat bergelombang. Wacana salat Jumat bergelombang sempat dikaji MUI dalam rangka pembatasan fisik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang tidak bolehnya melaksanakan salat Jumat bergelombang karena tidak ada alasan syar’i atau agama yang kuat yang membolehkan kita untuk melaksanakannya dengan cara seperti itu,” kata Anwar.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kisah nabi adam

Begini Kisah Wafatnya Nabi Adam dan Permintaan Terakhirnya

Jakarta – Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Nabi Adam …

Paham radikalisme pernah menyaru dengan pariwisata pantai di Garut selatan Salah satunya di Desa Mekarwangi Cibalong Yuk lihat keseharian warga Cibalong Pradita Utamadetikcom

Thogutkan Pancasila, Masuk Surga Cukup Bayar Rp 25 Ribu

Garut – Penyebaran paham radikal sudah seperti virus Covid- 19, menyebar dan menyusup ke berbagai …