Boyolali – Di tengah upaya keras pemerintah untuk melawan penyebaran virus Corona atau Covid-19, ternyata masih muncul klaster-klaster baru penyebaran virus mematikan tersebut. Setelah beberapa pondok pesantren menjadi klaster Covid-19, muncul kasus baru klaster tahlilan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tercatat hingga saat ini ada 19 kasus positif Corona dari klaster tahlilan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan dari 19 orang yang terkonfirmasi positif Corona tersebut, saat ini yang masih menjalani isolasi ada 12 orang. 7 dari 12 orang itu sudah dinyatakan sembuh.
“Saat ini (klaster tahlilan) yang diisolasi ada 12 (orang), kemudian yang sembuh ada 7 (orang),” kata Lina di Boyolali, Selasa (27/4/2021).
Ia menjelaskan, klaster tahlilan ini berasal dari klaster keluarga di Desa Mudal, Kecamatan Boyolali Kota. Sampai saat ini total ada 19 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.
“Berasal dari klaster keluarga. Kebetulan ada salah satu dari klaster tersebut (keluarga) yang seharusnya masih dalam proses isolasi, tapi ternyata malah keluar-keluar mengikuti acara-acara yang mengumpulkan banyak orang, yaitu acara tahlilan dan akhirnya terjadilah proses penularan dan muncul positif Covid-19 tambahan berasal dari kelompok tahlilan tersebut,” jelasnya.
Lina menambahkan, persebaran virus Corona di Boyolali saat ini ada 11 klaster yang masih aktif. Delapan klaster di antaranya merupakan klaster keluarga.
Menurut Lina, peta risiko penularan virus Corona di Boyolali saat ini masuk dalam zona kuning atau zona risiko rendah.
“Kebetulan ini masih di zona kuning, karena kemarin sempat zona orange selama 3 hari, kemudian kasusnya terus menurun maka sekarang menjadi zona kuning atau zona risiko rendah,” pungkas Lina.
Sebelumnya, juga sudah terdapat klaster piknik di Boyolali yang jumlahnya terus bertambah hingga terakhir tercatat 52 orang positif Corona. Puluhan orang yang kena Corona ini berasal dari Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel.