petugas medis memeriksa penghuni ponpes di majalengka 169
petugas medis memeriksa penghuni ponpes di majalengka 169

Covid- 19 Kembali Naik, Ditemukan Klaster Ponpes di Majalengka, 50 Orang Positif Corona

Majalengka – Virus Covid- 19 beberapa hari belakangan kembali meningkat, bahkan dibeberapa daerah aturan pengetatan wilayah kembali diterapkan untuk menekan laju penyebarannya. Di Majalengka, Jawa Barat kluster Pondok Pesantren kembali ditemukan di Ponpes Al-Qur’aniyyah.

Santri Ponpes Al-Qur’aniyyah terkonfirmasi positif sebanyak 50 orang, sehingga pihak Ponpes memutuskan untuk menghentikan semua aktifitas belajar mengajar di Ponpes.

Kabar puluhan santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu dibenarkan pihak Ponpes Al-Qur’aniyyah. Yuyud Astiyudin, pengasuh Ponpes Al-Qur’aniyyah, mengatakan ada 50 orang yang diketahui terpapar virus corona.

“Saat ini ada 50 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Terdiri 49 orang santri dan satu tenaga pengajar,” kata Yuyud seperti dikutip dari laman detikcom, Rabu (16/6/2021).

Pantauan di Ponpes Al-Qur’aniyyah, yang berada di Kelurahan Majalengka Wetan, ini tampak sepi. Aktivitas belajar mengajar untuk sementara waktu dihentikan.

Yuyud menjelaskan kasus di Ponpes Al-Qur’aniyyah ini berawal dari adanya seorang santri yang sakit dan memiliki gejala COVID-19. Setelah di tes antigen, santri tersebut dinyatakan positif.

“Awalnya itu kita mendeteksi ada yang sakit dan kita langsung tes antigen dan hasilnya positif. Dari situ saya laporan ke Satgas COVID-19 Majalengka dan setelah di tes swab keseluruhan, ada 35 orang yang positif,” tuturnya.

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.465.1_en.html%23goog_183780253 “Tapi untuk saat ini ada penambahan, total yang positif jadi 50 orang. Kami tidak menutup-nutupi ini (santri yang positif) karena ini wabah bukan aib, justru kalau ditutupi akan berbahaya untuk semua, tidak hanya untuk pesantren,” ujar Yuyud menambahkan.

50 orang positif COVID-19 tersebut sudah dikarantina di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Dinas Pendidikan yang berada di Jalan KH Abdul Halim, Kecamatan Majalengka. “Sementara yang negatif kita isolasi di pesantren, tidak kita pulangkan karena khawatir membahayakan keluarganya jika dipulangkan,” ucap Yuyud.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Islamofobia di Negara Barat Telah Dimanifestasikan Dengan Kekerasan dan Terorisme

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pasukan pemerintah melintasi masjid di marawi city filipina selatan

Masjid Agung Marawi City Kembali Dibuka Setelah Direnovasi Pasca Pengepungan Kelompok Teroris Daes

MARAWI—Marawi, Filipina sempat mejadi daerah yang sangat berbahaya, daerah yang dikepung oleh pasukan teroris yang …

makanan maulid

Ini 7 Makanan Khas Yang Selalu Hadir Pada Bulan Maulid Nabi di Berbagai Daerah yang Rasanya Enak

Jakarta – Masyarakat Indonesia mempunyai cara yang khas dalam menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad …