serangan itu memicu kemarahan di seluruh
serangan itu memicu kemarahan di seluruh

Muslim Kanada Berjuang Hadapai Islamofobia Sejak 9/11

OTTAWA – Tepat hari ini 20 tahun lalu sebuah tragedi menghentakkan dunia dengan runtuhnya gedung Word Trade Center (WTC) yang ditabrak oleh pesawat. Sebuah kejadian yang kemudian menegaskan perlawanan terhadap terorisme.

Sayangnya, perlawanan terhadap terorisme kemudian menimbulkan kesan terhadap agama tertentu, terutama didunia barat dan eropa. Muslim di barat dan eropa menjadi orang-orang terkena imbasnya dari perbuatan para pelaku yang menabrakkan pesawatnya ke WTC. Perilaku teroris bukan atas nama agama dan tidak ada dalam ajaran agama namun kebetulan yang menabrakkan pesawat beragama Islam.

Sejak kejadian tersebut, muslim di barat dan eropa mejalani hari-hari dengan penuh kecurigaan dan kewaspadaan, sentimen agama lebih meningkat dari sebelumnya hingga beberapa kelompok diluar Islam mencoba melindungi saudara muslimnya.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) melaporkan pada Jumat, sejak serangan 9/11, Muslim yang tinggal di Kanada semakin menghadapi sentimen anti-Muslim. “Sentimen anti-Muslim tidak hanya tumbuh tapi juga berkembang,” kata Koordinator Komunikasi NCCM, Fatema Abdalla, kepada Global News.

Tragedi 9/11 telah menyebabkan serangan mengerikan terhadap umat Islam. Pada 2017, seorang pria mendatangi sebuah masjid di Kota Quebec dan menembak mati enam jamaah serta melukai 19 lainnya.

Baru-baru ini di London, Ontario, seorang pria yang dimotivasi kebencian menabrak sebuah keluarga Muslim dengan truknya. Insiden tersebut menewaskan empat orang dan meninggalkan satu orang yang selamat, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun.

“Serangan semacam itu, kebencian terhadap Muslim, telah menjadi ciri konstan kehidupan politik Kanada sejak 9/11,” ujar Profesor Universitas British Columbia, Sunera Thobani.

Berdasarkan data statistik Kanada, kebencian terhadap Muslim Kanada meningkat setelah serangan World Trade Center dan perlahan-lahan berkembang. Dilansir Daily Sabah dan republika.co.id Sabtu (11/9), pada tahun 2004, serangan anti-Muslim berjumlah 99, naik menjadi 135 pada tahun 2009.

Baca Juga:  Picu Kontroversi, Menteri Urusan Islam Arab Saudi Tetap Keukeuh Dengan Pembatasan Toa

Jumlah tersebut terus naik dan melonjak. Dua tahun kemudian, pada tahun 2017, tahun di mana pembunuhan Masjid Kota Quebec terjadi, menjadi 349 serangan.

Pada tahun 2015, Eks Pemimpin Partai Konservatif dan Perdana Menteri Stephen Harper ingin membentuk saluran telepon praktik budaya kejam. Warga Kanada dapat menelepon untuk melaporkan ritual mengganggu yang melibatkan tetangga mereka. Namun, gagasan itu dianggap banyak orang berasal dari sentimen anti-Muslim.

Lalu pemerintah Quebec melembagakan undang-undang yang melarang simbol agama dipakai oleh pegawai negeri, seperti guru, perawat dan polisi di tempat kerja. Kritikus mengatakan peraturan tersebut secara tidak adil menargetkan wanita Muslim yang mengenakan jilbab.

“Narasi yang berlaku dari semua sentimen ini adalah Muslim mencoba menyusup dan mengambil alih Barat dan melakukan genosida kulit putih atau setidaknya mengubah budaya,” kata Direktur Eksekutif Jaringan Anti Kebencian Kanada, Evan Balgord.

Didorong oleh serangan mengerikan di London, Ontario, pada bulan Juni lalu, sebuah pertemuan yang membahas tentang Islamofobia diadakan pada 22 Juli oleh Perdana Menteri Justin Trudeau. Pertemuan itu menawarkan kesempatan bagi komunitas Muslim untuk mengidentifikasi cara-cara konkret untuk memerangi Islamofobia di seluruh negeri.

Salah satu rekomendasi yang diajukan oleh NCCM adalah strategi anti-Islamofobia federal pada akhir tahun. “Kenyataannya adalah kita tidak bisa terus menambahkan daftar hal-hal mengerikan yang telah terjadi. Untuk komunitas kami, ini tentang bertahan hidup,” ucap Kepala NCCM, Mustafa Farooq.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …