ayat enterpreneur
ilustrasi al quran

Ngaji Ayat-ayat Entrepreneur [2]: Mengapa Seorang Muslim Perlu Kaya?

Ngaji ayat-ayat entrepreneur bagian kedua ini akan mengupas QS. al-Qashash [28] ayat 77. Ayat ini secara garis besar berisi tentang petunjuk bagi kaum muslim untuk menjadi orang kaya  sukses dunia dan akhirat.

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ.

Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS. al-Qashash [28]: 77).

Selama ini, masih banyak orang Islam yang berpikiran fokus meraih akhirat saja dengan beribadah kepada Allah dan pada saat bersamaan ia tidak mementingkan kehidupan dunia.

Di sisi lain, ada sebagian masyarakat yang mengejar kehidupan dunia sehingga ia lupa beribadah kepada Allah. Berangkat dari dua fenomena itu, maka turunlah QS. al-Qashash ayat 77.

  1. Quraish Shibab menjelaskan bahwa ayat di atas bukan berarti umat Islam hanya boleh beribadah murni dan melarang memperhatikan dunia. Tidak! Melainkan perintah untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat.

Apa yang menjadi urusan dunia, akan berdampak urusan akhirat. Oleh karena itu, seorang Muslim harus sukses di dunia agar di akhirat kelak juga sukses. Banyak ayat Alquran yang memerintahkan mendirikan shalat, maka akan diiringi dengan perintah bersifat keduniawian. Misalnya:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ.

Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”. (QS. al-Baqarah [2]: 3).

Baca Juga:  Siapakah Hamba Saleh dalam Al-Qur’an? Berikut Jawabannya!

Ayat Alquran yang berisi tentang perintah untuk menunaikan hak ALlah berupa shalat dan ibadah lainnya kemudian diikuti oleh perintah berdimensi urusan duniawi masih banyak lagi.

Beberapa Alasan

Selain memerintahkan kepada umat Islam untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, banyak ayat Alquran yang mendorong agar umat Islam menjadi umat terbaik (khaira ummah). Untuk itu, salah satu cara agar Islam menjadi umat terbaik adalah jihad di bidang ekonomi. Artinya, umat Islam harus menjadi orang kaya. Mengapa?

Pertama, kuat dalam bidang akidah.

Barangkali sudah tidak asing lagi ditelinga kita beberapa kasus dan ini akan terus terjadi, yakni terdapat sejumlah orang yang rela ‘menggadaikan’ akidahnya dengan ‘sebungkus’ mie instan.

Hal itu terjadi karena orang tersebut ekonominya lemah sehingga akidahnya mudah goyah. Hal ini juga senada dengan sebuah hadis: “Kemiskinan (kefakiran) itu dekat dengan kekufuran.”

Kedua, khusuk beribadah dan optimal dalam berdakwah.

Jika kita memiliki kebebasan finansial, atau minimal mempunyai kemampuan finansial yang stabil, maka ibadah kita akan khusyuk. Tidak hanya itu, aktivitas jihad dan berdakwah pun akan maksimal.

Sebab, jihad dan dakwah itu tidak bisa mengandalkan keberanian belaka, tetapi dibutuhkan harta yang tidak sedikit. Jika umat Islam kaya raya, maka aktivitas dakwah akan optimal (QS. al-Hujarat: 15).

Ketiga, untuk menegakkan ekonomi syariah.

Kue ekonomi dunia sebagian besarnya dimiliki oleh orang non-Islam sehingga sistem ekonomi yang mendominasi dunia saat ini adalah kapitalisme. Pada saat yang sama, penerapan sistem ekonomi syariah justru menuai banyak kendala.

Hal tersebut banyak penyebabnya, salah satunya adalah kekurangan modal untuk mengembangkan ekonomi syariah dan merebut pasar. Oleh karena itulah, seorang muslim harus menjadi kaya supaya bisa berkuasa dan tentunya agar ekonomi syariah berkembang.

Baca Juga:  Terjemah, Tafsir, dan Takwil : Sebuah Pengantar

Perintah haji (QS. Ali Imran: 97) dan berzakat (QS. At-Taubah: 103) dan lainnya sejatinya merupakan pedoman bagi seorang muslim agar menjadi orang kaya. Bagaimana bisa pergi haji, zakat, sedekah, wakaf dan sejenisnya jika tidak memiliki harta? Maka, kiranya ngaji ayat-ayat entrepreneur kedua ini memberikan beberapa alasan mengapa seorang muslim perlu kaya.

Bagikan Artikel ini:

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Avatar of Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag
Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir

Check Also

ayat enterpreneur

Ngaji Ayat-ayat Entrepreneur [3]: Memasuki Sembilan dari Sepuluh Gerbang Kekayaan

Setelah mengkaji tentang urgensi ngaji ayat-ayat entrepreneur dan orang Islam harus menjada orang kaya, maka …

hiv

Bukan Poligami, Ini Solusi Islam dalam Mengatasi HIV/AIDS!

Baru-baru ini Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum melontarkan pendapat kontroversial. Ya. Ia menawarkan …