NKRI Bermaqashid Syariah

Pada tahun 2014 Pusat Studi Islam dan Pancasila PSIP FISIP UMJ melakukan survei nasional mengenai relasi Islam dan Pancasila Survei melibatkan 100 responden di tingkat provinsi yang terdiri atas pengurus Muhammadiyah 40 NU 40 FPI 1 HTI 1 MUI 17 dan GPII 1 Hasilnya sangat menggemberikan dengan 100 menyatakan setuju Pancasila menjadi dasar negara Kuatnya Pancasila sebagai ideologi Negara didasari bahwa nilai Islam tidak bertentangan dengan Pancasila sebanyak 95 menyetujui dan hanya 5 menyebut saling bertentangan Tentu saja survey itu sudah lama dan memang perlu diperbaharui untuk mengetahu perkembangan pandangan Islam terhadap Pancasila Potensi 5 kita harapkan semakin menurun dengan adanya kematangan umat Islam yang menganggap Pancasila tidak bertengangan dengan jaran Islam Sikap umat Islam terhadap relasi ini menjadi penting diteguhkan karena selalu ada riak yang ingin membuat kegusaran publik dengan mengusung simbol simbol keagamaan Masa awal reformasi mialnya sempat muncul penerapan kembali syariah Islam dan seruan mengganti dasar Negara Mengembalikan sebuah prasasti yang dikenal Piagama Jakarta sempat mencuat ke permukaan Kenapa seruan penerapan syariah Islam mengganti dasar Negara itu tidak menjadi wacana mainstream dan berhasil sebagai sebuah ide Ide semacam itu hanya muntahan sesaat dan mudah hilang karena tidak menemukan basis kepercayaan masyarakat yang kuat Masyarakat Indonesia dan umat Islam khususnya telah menegaskan komitmen dalam sejarah bangsa ini terkait Pancasila sebagai dasar Negara Baca Juga Taat Kepada Pemerintah yang Sah termasuk Mengagungkan Allah Kali ini kita juga sempat dikejutkan dengan istilah yang nakal NKRI Bersyariah yang dilontarkan oleh segelintir orang yang tidak merepresentasikan ulama secara umum Sebuah ungkapan yang mencerminkan ketidakpahaman terhadap sejarah bangsa Mereka yang memahami sejarah bangsa apalagi mengalami pasti mempunyai komitmen dan tanggungjawab untuk memelihara persatuan kebangsaan tanpa menonjolkan simbol kepentingan kelompok tertentu Pancasila merupakan hadiah terbesar umat Islam kepada republik ini Penerimaan untuk menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta pada masa itu bukan sesuatu yang mudah bagi umat Islam Namun pilihan sadar itu diambil sebagai wujud tanggungjawab dan komitmen kebangsaan umat Islam demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Karena itulah pasca momentum tersebut sejatinya tidak ada lagi perdebatan Umat Islam telah memberikan dan kado istimewa bagi bangsa ini yang bernama Pancasila Melabeli syariat dalam penamaan NKRI bukan saja ingin membangkitkan kembali pertentangan masa lalu tetapi juga mencerminkan sikap yang tidak paham sejarah bangsa NKRI Sudah Memuat Tujuan SyariatApakah NKRI negara sekuler Apakah NKRI negara yang anti agama sehingga harus kembali digaungkan NKRI Bersyariah Jika melihat rumusan brilian para pendahulu bangsa ini kita tidak menemukan sedikitpun celah untuk mengatakan NKRI sebagai negara sekuler Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 memuat pandangan relijius umat Islam dan memayungi nilai relijiusitas nusantara Jika kita potret Pancasila berdasarkan kesesuaian prinsip syariah tidak diragukan lagi Pancasila telah memuat unsur unsur maqasyid syariah atau maksud hakiki syariah Kita umat Islam sering terjebak pada pemikiran simbolik dan artifisial tetapi tidak melihat subtansi suatu syariah dijalankan Acapkali kita menghakimi yang tidak melabeli Islam bukan Islami walaupun sedianya sudah termuat unsur tujuan syar i Syariah adalah peraturan hidup yang datang dari Allah sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia Sebagai pedoman ia memiliki tujuan utama yang dapat diterima oleh seluruh umat manusia tidak hanya Islam apalagi hanya dengan label syariah Banyak produk dengan label syariah tetapi tidak mampu memuat tujuan tujuan syariah Pancasila merupakan pedoman bernegara yang dapat memuat unsur tujuan syariah Tujuan syariah yang dapat mengayomi seluruh umat manusia Tujuan syariah adalah kemaslahatan hidup umat manusia baik rohani maupun jasmani baik individual maupun sosial Syatibi merumuskan lima tujuan syariah al mawashid al khomsah Hifdz ad din memelihara agama Hifdz an nafs memelihara jiwa Hifdz al aql memelihara akal Hifdz an nasb memelihara keturunan dan Hifdz al maal memelihara harta Dan jika amati secara mendalam dengan melepas cara baca tekstual sejatinya lima prinsip tujuan syariah telah diakomodir dan dapat terangkum dalam nilai nilai Pancasila Pancasila menjadi sumber Syariah hukum NKRI sebagai pedoman dan aturan bernegara yang dapat memuat prinsip pemeliharaan terhadap agama jiwa akal keturunan dan harta yang bersifat universal dalam konteks berbangsa dan bernegara Tidak diragukan lagi Mencoba kembali mengaitkan NKRI dengan Syariah selain tidak memahami sejarah ia tidak memahami pilihan cerdas ulama dan pendiri bangsa dulu dalam memahami Islam dan negara NKRI bersyariah merupakan term yang hanya ingin membangkitkan kembali potensi kerawanan pepercahan umat dan bangsa

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Menghadirkan Wajah Islam Kaffah dengan Memanfaatkan Ushul Fikih

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …