bagaimana seharusnya memegang hp yang ada aplikasi al qurannya
bagaimana seharusnya memegang hp yang ada aplikasi al qurannya

Nuzulul Qur’an (3) : Bagaimana Seharusnya Memegang HP yang Ada Aplikasi Al-Qur’annya

Android mampu menciptakan surga atau bahkan neraka. Era Android mampu menawarkan segala kegampangan, hingga penikmatnya, tak sadar bahwa sesungguhnya ia telah dibawa ke puncak kegilaan. Aplikasi robotiknya mampu memberikan candu tak terobati dan sensasi melebihi dosis.

Tak heran, bila zaman ini dinilai zaman ‘edan’. Keedanannya semakin menemukan domainnya di semua lini masa dan dunia: dunia tua, dunia muda, bahkan dunia anak anakpun dijajahnya. Bahkan, ranah agamapun dijamahnya. Dahulu, untuk membawa al-Qur’an kita butuh tas kulit yang lumayan besar, namun saat ini android memberikan kemudahan dengan hanya mengantongi HP android di saku baju ataupun celana.

Lantas bagaimana membawa HP yang ada aplikasi al-Qur’annya? Masih kita harus berwudhu’ terlebih dahulu?

Firman Allah :

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“tidak ada yang boleh menyentuhnya

selain hamba-hamba yang disucikan”.

QS: 56 (al-Waqi’ah):79

Imam al-Syawkani memaparkan bahwa ayat ini dijadikan dalih oleh mayoritas ulama’ seperti Ali Ibnu Abi Thalib, Ibnu mas’ud, Sa’ad Ibn Abi Waqqash, Sa’id Ibn Zaid, Imam ‘Atha’, Imam Zuhri, Imam Nakha’iy, Imam Hakam, Imam Hammad, Imam Malik dan Imam Syafi’I bahwa orang yang berhadats (kecil apalagi besar) tidak boleh menyentuh mushaf apalagi membawanya. Fath al-qadir, 7/137

Lalu bagaimana dengan HP yang terdapat aplikasi al-Qur’annya?

Ibnu Hajar al-Haitami berkata, tidak masalah (boleh:mubah) memegang tulisan al-Quran yang ada pada layar Hp atau PC tanpa adanya wudhu’. Alasannya,  karena tulisan alquran yang ada dalam HP ataupun PC hanya merupakan pancaran yang di hasilkan dari sinar, bukan tulisan. Tuhfah al-Muhtaaj Fi Syarh al-Minhaj 2/132

Namun begitu, Ketika aplikasi al-Qur’an di Hp android itu sedang aktif tidak boleh ditaruh disembarang tempat seperti tempat yang penuh dengan najis. Karena Tindakan seperti itu mengandung unsur ihanah (penistaan) terhadap al-Qur’an. Tetapi Ketika aplikasi tersebut off maka unsur penistaannya juga akan hilang seiring off nya aplikasi. Al-Qur’an bukanlah kalam biasa. Ia sebuah sabda raja diraja, Sang Penguasa semesta. Isinya tak patut dinista, namun seharusnya ditahta. Dimana dan kapanpun.

Baca Juga:  Menguak Misteri Tradisi Malam Nisfu Sya’ban, Bagaimana Pandangan Islam?

Sebagai muslim sejati, menaruh aplikasi Qur’android di HP hanyalah sekedar media untuk memberikan kemudahan untuk senantiasa membaca dan memahami al-Qur’an, bukan hanya sekedar dijadikan ringtone yang pada akhirnya kita tak santun. bukan hanya sekedar dijadikan wallpaper beranda hingga kita lupa akan keagungannnya yang tak terhingga.

Bagikan Artikel

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo